Ketik disini

Metropolis

Pondok Prasi Bersiap Jadi Kampung Wisata

Bagikan

MATARAM-Lingkungan Pondok Prasi di Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan kumuh! Eits… itu dulu. Sekarang? Sudah beda dong.

Lingkungan yang sebagian besar warganya bekerja sebagai nelayan dan pedagang ikan itu, A�kini berubah menjadi kampung warna-warni. Tidak tanggung-tanggung, lingkungan ini akan disulap seperti Kota Rio De Janeiro, Brazil.

Kemarin (13/3), seluruh masyarakat Pondok Prasi tumpah ruah ke jalan lingkungan di depan pesisir pantai Ampenan. Mereka bukan menanti hasil tangkapan ikan dari nelayan usai melaut. Melainkan tengah sibuk mewarnai rumah-rumah milik seluruh warga yang terkesan kumuh. Tidak satu warna. Tapi berwarna-warni.

Ketua kelompok nelayan sadar wisata (KNSW) Lombok Raden Pramiga Aditya mengaku, kegiatan ini dilakukannya untuk membantu masyarakat yang berada di dekat pesisir bisa mendapatkan nafkah kedua selain menjadi pelaut.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ order=”desc”]

a�?Ini kita gagas agar para nelayan dan masyarakat lain bisa memanfaatkan wilayah ini untuk dijadikan tempat wisata. Salah satunya, dengan menjadikan kampung nelayan warna-warni,a�? kata Aditya pada Lombok Post, kemarin (13/3).

Aditya mengaku mengambil perkampungan Pondok Prasi di Bintaro, Ampenan sebagai contoh karena sebelumnya lebih dikenal sebagai kampung nelayan yang kumuh dan jauh dari kata bersih.

a�?Kami ingin menjadikan wilayah di sini sebagai daerah wisata. Rumah-rumah warga dan beberapa fasilitas yang ada kita ubah menjadi kampung warna-warni. Siapa tahu, usai ini akan banyak wisatawan yang berkunjung,a�? harapnya.

Untuk menyiapkan cat, kuas, dan sejumlah pralatan yang dibutuhkan masyarakat Pondok Prasi, Alumni IPB itu mengaku menggunakan dana pribadinya. “Kita buat saja dulu jadi pemancing, kalau sudah cantik insya Allah pemerintah akan membantu (mereka) dengan sejumlah fasilitas,a�? jawabnya.

Sementara itu, Sekertaris KNSW Viken Madrid menjelaskan, pihaknya menggagas kesadaran masyarakat nelayan di Pondok Prasi untuk menggunakan sumber daya bahari. Sehingga kedepannya bisa digunakan warga untuk strategi pencarian nafkah kedua selain menjadi nelayan tangkap.

a�?Pengecatan kampung nelayan ini adalah bentuk starting poin dari kami. Kalau dulunya kampung ini lebih dikenal kumuh, maka besok Pondok Prasi ini akan berubah menjadi warna-warni dan didatangi banyak wisatawan,a�? tuturnya.

Sementara itu, ratusan warga Pondok Prasi terlihat bersemangat untuk mempercantik kampungnya. a�?Kami harap kampung kami bisa dikunjungi wisatawan,a�? kata Sona, salah satu warga Pondok Prasi, Bintaro, kemarin.

Dengan adanya pengecatan ratusan rumah yang dilakukan sejumlah pihak, perempuan yang kesehariannya menjual ikan hasil tangkapan nelayan itu berharap agar kampungnya tak lagi kumuh.

a�?Ini menjadi penyemangat bagi kami, semoga kampung kami bisa benar-benar seperti perkampungan di luar negeri (Brazil),a�? tutupnya.

Terpisah, Lurah Bintaro Lalu Issugiono mengaku senang jika wilayah yang baru dipimpinnya selama dua pekan ini akan berubah menjadi kampung wisata. “Dengan ini, kami harap bisa memancing banyak wisatawan lokal maupun mancanegara untuk mampir. Jangan lihat kumuhnya, insya Allah besok sudah cantik,a�? kata Issugiono. (tea/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka