Ketik disini

Metropolis

Oknum Warga Diduga Buang Limbah Tinja ke Saluran

Bagikan

MATARAM-Sedot WC kembali berulah. Setelah memasang kertas promosi di tembok dan tiang listrik, kini mereka diduga mengotori lingkungan. Salah satu oknum Sedot WC diduga membuang limbah tinja ke drainase.

Dari penuturan sejumlah warga, mereka terlihat tenang melakukan aktivitas itu hingga beberapa puluh menit. Sampai akhirnya kendaraan itu pergi meninggalkan lokasi.

“Ndak tahu, tadi mereka cukup lama di situ,” kata salah seorang warga yang juga merasa heran dengan aktivitas orang-orang itu hingga ngeloyor pergi.

Tapi warga itu curiga orang tadi tengah membuang limbah hasil kuras WC di sana. pasalnya ia sempat melihat warna khas kotoran yang segera terlihat setelah selang itu dicelupkan ke dalam saluran.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ order=”desc”]

“Barangkali, tadi tidak sempat ditanya. Khawatirnya tersinggung,” imbuhnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Irwan Rahadi saat dikonfirmasi soal ini terdengar kaget. Jika benar orang-orang itu tengah membuang limbah tinja ke saluran, Ia tegas mengatakan itu ilegal dan melanggar aturan. Dampak pencemaran lingkungan dari pembuangan limbah hasil kuras WC, sekalipun itu ke saluran drainase, dapat membahayakan warga.

“Ndak boleh dong. Ada yang tahu identitasnya yang buang?” sesal Irwan.

Ia bermaksud menyelidiki siapa orang-orang itu. Sekalipun orang-orang itu hanya berdalih membersihkan peralatannya tetap saja tidak boleh. Mengingat sisa-sisa limbah itu sangat berbahaya bagi lingkungan sekitar.

Lebih jauh ia mengatakan para pengusaha jasa sedot tinja, tidak boleh membuang sembarangan tinja-tinja itu. Mereka harus masuk Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT) yang telah disediakan oleh pemerintah. “Kita ada di Kebon Kongok,” terangnya.

Di luar itu, para pemberi jasa layanan sedot WC dilarang keras membuang tinja ke sembarang tempat. Termasuk ke saluran yang berpotensi akan membawa limbah ke mana-mana. Sekalipun misalnya alasan orang-orang itu untuk memberesihkan peralatan.

“Tetap tidak boleh, itu kan penurunan kualitas (air saluran),” cetusnya.

Bahkan seorang pelanggar dapat diancam kurungan penjara dan denda materi, seperti yang diatur dalam UU 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Saya ndak hafal untuk berapa (tahun dan denda) tapi yang jelas tidak boleh itu!” tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi, menyesalkan orang-orang itu benar telah membuang limbah kotoran kuras WC di sana. “Oh berbahaya itu,” cetus Usman.

Ia berharap masyarakat ikut aktif memperhatikan kebersihan lingkungannya. Dan tidak membiarkan ada pelaku yang dengan seenaknya membuang limbah yang berbahaya di lingkungannya.

“Kalau soal kesehatannya memang itu tugas kami, tapi untuk pengawasannya itu di DLH,” ujarnya. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka