Ketik disini

Headline Politika

Kasdiono Pasang Badan untuk TGB, Tangkal Tudingan Oknum DPP Demokrat soal Buzzer Jahat

Bagikan

MATARAM-Dituding bahwa TGB HM Zainul Majdi memelihara buzzer jahat untuk menyerang Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membuat kader Demokrat NTB geram. Wakil Ketua Partai Demokrat NTB HM Nur Said Kasdiono angkat bicara. Semua tudingan itu menurutnya tidak benar.

”Tidak mungkin beliau memelihara buzzer jahat,” tegas Kasdiono, kemarin (20/3).

Menurutnya, TGB  merupakan sosok ulama sekaligus umara. Ulama yang memiliki kemampuan sebagai pemimpin bangsa.  Hal ini sangat jarang dimiliki banyak orang. Sehingga ia yakin tidak mungkin TGB sengaja memelihara buzzer jahat untuk menyerang siapa pun. Dalam banyak pemberitaan media online, beberapa oknum pengurus DPP Demokrat sendiri menuding TGB memelihara buzzer jahat untuk menyerang sosok AHY.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ order=”desc”]

”Saya tidak mau berkomentar sebenarnya, tapi ya itu biasalah dalam politik,” kata Kasdiono.

 Baginya, TGB telah teruji kepemimpinannya menjadi gubernur NTB selama dua periode. Banyak prestasi yang sudah diraih. Dia mampu mengangkat nama NTB di tingkat nasional hingga ke kancah internasional. Atas capaiannya selama ini, banyak kelompok masyarakat mengundangnya ceramah. Itu karena TGB dinilai sebagai ulama sekaligus umara yang patut jadi teladan. Bukan TGB yang mau datang, tapi warga yang menundang.

”Mereka mengundang TGB dari satu daerah ke daerah lain, kemudian muncul safari dakwah setiap akhir pekan,” kata anggota Komisi V DPRD NTB itu.

Dengan banyaknya daerah yang dikunjungi TGB, kemudian mengkristal aspirasi masyarakat secara kolektif untuk mengusung TGB sebagai calon presiden atau wakil presiden. Baginya tidak ada yang salah dalam hal itu.

”Apanya yang salah?” katanya.

Tapi mengenai sikap Partai Demokrat NTB sendiri, Kasdiono belum berani mengeluarkan statemen resmi, karena harus diputuskan melalui mekanisme partai. Hanya saja hingga kini Demokrat belum memutuskan siapa yang akan diusung menjadi calon presiden dan wakil presiden.

”Siapa pun kader itu masih diberikan peluang,” ujarnya.

Kasdiono menegaskan, yang perlu jadi catatan, ketika mengusung seorang kader partai, maka tidak boleh mengecilkan kader yang lain. Sehingga tidak menimbulkan perpecahan di internal.

”Kita menyuarakan beliau (TGB) tanpa mengecilkan kader tertentu,” tandasnya. (ili/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka