Ketik disini

Kriminal

Polda Genjot Dugaan Korupsi Dermaga Gili Air

Bagikan

MATARAM–Penanganan proyek dermaga Gili Air di Lombok Utara (Lotara) belum menunjukkan perkembangan signifikan. Penyidik Tipikor Polda NTB masih berupaya mencari perbuatan melawan hukum dalam proyek senilai Rp 6,6 miliar tersebut.

Kasubdit III Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB AKBP Mustofa mengatakan, pihaknya terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak. Dari sana, akan diperoleh kesimpulan mengenai arah penanganan perkara.

a�?Masih kita periksa beberapa orang,a�? kata Mustofa.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ order=”desc”]

Disinggung mengenai apakah kasus ini sudah ditingkatkan ke penyidikan, dibantah Mustofa. Kata dia, perkara masih dalam proses penyelidikan. Belum ada kesimpulan yang membawa kasus tersebut ditingkatkan ke penyidikan.

a�?Belum itu, masih penyelidikan,a�? ujar dia.

Dalam Klarifikasi di kasus ini, penyidik telah memeriksa sejumlah pejabat di Dinas Perhubungan Lotara, penyedia barang, hingga konsultan perencanaan. Terhadap penyedia barang diwakili Glen. Selama pemeriksaan, dia dicecar pertanyaan terkait anggaran pembangunan dermaga. Termasuk, rencana anggaran belanja dari rekanan, untuk pembelian bahan dalam rangka pembangunan dermaga Gili Air tersebut.

Usai pemeriksaan, Glen mengakui pemanggilannya terkait pembangunan dermaga Gili Air. a�?Iya di suratnya soal itu. Pembangunan dermaga Gili Air,a�? kata dia.

Hanya saja, mengenai materi pemeriksaannya, Glen enggan menjelaskannya. Dia meminta untuk langsung menanyakan kepada penyidik. a�?Tanya saja yang di dalam ya. Saya gak punya kewenangan untuk menjelaskan itu,a�? ujarnya sambil meninggalkan ruangan Subdit III Tipikor.

Dalam pembangunan dermaga Gili Air tersebut, pemenang proyek PT Gelora Megah Sejahtera, diketahui mengambil bahan dermaga dari Aquatech di Bandung. Selama pengerjaan, terjadi beberapa kali adendum, dikarenakan cuaca dan transportasi dari tempat pemesanan di Aquatech menuju Lombok.

Selanjutnya, penyidik memanggil konsultan perencanaan Edi Raharto. Yang bersangkutan sudah sekitar dua kali menjalani pemeriksaan di Polda NTB. Kata dia, perencanaan proyek tersebut dilakukan pada 2016. Pengerjaannya, dilihat dari kontrak, dilakukan pada 10 November dan berakhir di 20 Desember. a�?Existingnya sudah ada, tinggal mengubah yang ada saja,a�? ujarnya.

Perencanaan untuk proyek tersebut dilakukan secara ideal. Misalnya, saja untuk lantai dermaga. Kata Edi, keseluruhan dermaga tertutup dengan lantai yang terbuat dari WPC alias wood polyethylene compound.

a�?WPC ini, lapis kayu dengan tebal 26 milimeter. Kemudian dilapis lagi dengan polyethylene, itu dilapis lagi dengan ultraviolet,a�? beber dia.

Menurut Edi, pelaksanaan proyek idealnya sesuai dengan gambaran perencanaan. Tetapi, untuk teknis di lapangan, apabila ada perubahan atau penyimpangan, Edi mengaku tidak melakukan koreksi.

a�?Sebagai perencana, saya tidak melakukan koreksi. Sepanjang saya tidak diminta, bayangan saya, itu sudah sesuai desain saya. Jika ada perubahan, tentu saya sebagai desainer, akan diminta pertimbangan. Tetapi, sejauh ini tidak ada,a�? jelas Edi, seraya menambahkan jika penyidik juga meminta gambar perencanaan miliknya.

Pekerjaan pembangunan dermaga di Dusun Gili Air, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, dilakukan Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan Lotara. Kasus ini bergulir seiring adanya dugaan penyimpangan dalam pembangunannya.

Proyek senilai Rp 6,6 miliar itu menjadi sorotan warga, dikarenakan adanya tiang pancang yang diduga dibuang ke dasar laut. Proyek ini dimenangkan PT. GMS (inisial, Red) asal Jakarta. Dalam pembangunan dermaga, telah disiapkan 38 tiang pancang. Tiang akan dipasang di 26 titik berada pada bagian trestle dan ponton. 14 tiang dipasang di bagian trestle dan 24 tiang lainnya pada bagian ponton.

Terkait sejumlah pemeriksaan dalam dugaan korupsi dermaga Gili Air, Polda NTB belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Alasannya, penanganan perkara masih berada di tingkat penyelidikan.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys