Ketik disini

Giri Menang Headline

SMK Banyak Sumbang Pengangguran

Bagikan

GIRI MENANG-Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan sekolah yang dirancang untuk menghasilkan lulusan siap kerja. Sayangnya, target itu mulai meleset. Faktanya, SMK menjadi salah satu penyumbang pengangguran terbanyak. Tidak hanya di Lombok Barat, tapi Indonesia secara umum.

“Serapan tenaga kerja lulusan SMK agak kurang. Apa yang salah dengan itu (kurangnya serapan)?” ungkap Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigarsi (Disnakertrnas) Lobar Mujitahidin usai pembukaan Job Fair Kabupaten Lobar di Bencingah Kantor Bupati Lobar, kemarin (21/3).

Ia menuturkan, dalam pelaksanaan Job Fair Kabupaten Lobar 2018 memang difokuskan pada lulusan SMK. Meski tak dipungkiri, lulusan D3 hingga S1 pun masih ada yang menganggur. Sebab itu, ia meminta kepada lulusan SMK tersebut untuk tidak malu bertanya kepada dinas, kendala apa saja yang dialami dalam pencarian kerja.

“Kita pun terus sosialisasikan pada sekolah-sekolah kejuruan di Lingsar dan Batu Layar yang bergerak di bidang pariwisata dan otomotif,” ungkapnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”86″ order=”desc”]

Mujitahidin menjelaskan, jika melihat dari sudut pandang mengenai cakupan jurusan keahlian, SMK menawarkan berbagai keahlian. Yaitu, bidang teknologi dan rekayasa, teknologi informasi dan komunikasi, kesehatan, bidang seni, kerajinan dan pariwisata, agribisnis dan agroindustri, hingga bisnis dan manajemen.

Hal ini, seharusnya dapat menyuplai tenaga kerja terlatih dalam cakupan yang sangat luas. Namun, realita yang terjadi penyerapan tenaga kerja lulusan SMK belum mampu terserap secara optimal.

Lantas apa yang menyebabkan, serapan lulusan SMK ini masih rendah? Berdasarkan realitas tersebut, diakui Mujitahidin, terlihat adanya kesenjangan antara lulusan SMK yang ditujukan dengan dunia kerja. Kondisi dunia usaha yang belum mampu menyerap penawaran tenaga kerja lulusan SMK.

“Bisa juga kualitas lulusan SMK tidak memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan lapangan kerja,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, pasar kerja saat ini lebih mendominasi di bidang pariwisata, khususnya pada kapal pesiar. Kehadiran kapal pesiar itu tentu akan menyerap tenaga kerja lebih banyak. Sayangnya, dominasi lapangan pekerjaan itu belum dibarengi dengan ketersediaan tenaga kerja di bidang pariwisata yang berkualitas.

Melalui Job Fair ini, sambungnya, pihaknya menyediakan 15 perusahaan. Dengan jumlah lowongan pekerjaan bagi ratusan orang. Diharapkan jumlah ini dapat mengurangi pengangguran di Lobar.

“Job Fair ini sebagai bursa kerja bagi para pencari kerja, karena dapat memberikan ruang komunikasi dua arah secara langsung,” terang Mujitahiddin.

Perlu diketahui, pengangguran di Bumi Patut Patuh Patju terbilang masih tinggi. Sekitar 3,20 persen atau setara 10 ribu lebih orang menganggur di Lobar. Tingginya angka pengangguran ini pun menjadi perhatian Pemda Lobar. Menghadirkan belasan perusahaan swasta dan BUMN dengan menyiapkan puluhan lowongan kerja.

Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Pembangunan H Mahyudin mengatakan, pengangguran terbuka di Lobar memang lebih sedikit dibanding nasional. Namun secara kasat mata banyak yang susah mencari kerja. Bahkan lulusan SMK juga tidak banyak terserap.

Bahkan ia menilai, tidak cukup upaya Pemda menyerap tenaga kerja dengan menempatkan tenaga formal. Namun, masyarakat juga didorong terjun membuka wirausaha, guna memberikan lapangan kerja bagi masyarakat. Apalagi dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN.

“Inilah yang disiapkan oleh OPD untuk menyediakan tenaga terampil,” bebernya.

Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Penempatan Tenaga Kerja khusus PDKTN Ditjen Pembinaan Penempatan Bina Penta dan PKK Selviana menuturkan, Job Fair ini bertujuan untuk mempertemukan antara pencari kerja dengan pemberi kerja. Kegiatan ini  sejalan dengan komitmen Pemda Lobar untuk menurunkan tingkat pengangguran.

“Kami mengetahui komitmen Pemda Lobar menekan tingkat pengangguran melalui Job Fair ini,” katanya. “Meski tingkat pengangguran terbuka di Lobar lebih rendah dibandingkan nasional, tapi pemda harus terus berupaya menekan tingkat pengangguran itu,” tutupnya. (ewi/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka