Ketik disini

Headline Metropolis

Gubernur Berbagi Tips dengan Gubernur Lampung

Bagikan

LAMPUNG-Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi, sedang menggelar kunjungan kerja ke Provinsi Lampung. Di provinsi paling selatan Pulau Sumatera tersebut, Gubernur TGB bertemu dengan Pejabat Sementara Gubernur Lampung Didik Suprayitno. Kedua kepala daerah sharing dan berbagi tips terkait program pembangunan dan penanganan konflik sosial.

Gubernur Lampung memang secara khusus mengundang TGB untuk berbagi. Dia tahu, bahwa pencapain NTB dalam sepuluh tahun terakhir semenjak dipimpin TGB memang sangat pesat. Karena itu, Lampung ingin belajar hal-hal baik dari NTB. Sementara pada saat yang sama, Lampung juga berbagi hal-hal baik di Lampung untuk NTB.

Gubernur TGB diterima Gubernur Didik di Kantor Gubernur Lampung kemarin (22/3). Saat TGB tiba, seluruh kepala organisasi perangkat daerah di provinsi yang terkenal dengan gajahnya tersebut juga telah menunggu di ruang rapat utama, tempat pertemuan digelar.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ order=”desc”]

Dalam keterangan tertulis yang diterima Lombok Post tadi kemarin, dalam pertemuan yang hangat dan penuh keakraban itu, TGB yang didaulat berbicara di hadapan seluruh kepala OPD Lampung memaparkan modal sosial yang ada di NTB untuk menopang pembangunan. Termasuk bagaimana menangani masalah konflik sosial yang pernah terjadi.

TGB menjalaskan setiap ada potensi pembangunan, biasanya akan berjalan seiring dengan tantangan. Karena itu, dalam setiap tahapan pembangunan itu lanjut gubernur yang juga ulama kharismatik tersebut, selalu dilakukan evaluasi setiap tahun. Hal ini kata TGB telah dilakukannya semenjak dia mulai memimpin NTB pada 2008 silam.

Dia mengatakan, NTB memiliki potensi yang besar. Terutama potensi pertanian yang disusul keindahan alam. Belum lagi modal sosial yang mumpuni, sehingga NTB kini menjadi daerah tumpuan pusat untuk pangan nasional.

Mengenai konflik sosial, TGB menjelaskan, sesuai hasil evaluasi dan rekapitulasi serta analisis, ada tiga unsur utama yang menyebabkan terjadinya konflik sosial. Pertama pemahaman keagamaan yang masih kurang. Kedua perebutan Sumber Daya Alam. Dan ketiga lemahnya penegakan hukum. Karena itu, untuk menangani masalah sosial, salah satu unsur penting adalah penegakan hukum yang adil. Hal itulah yang dilakukan di NTB sehingga keamanan daerah terjamin.

“Sebagaimana saya saksikan. Lampung juga punya potensi yang luar biasa pula,a�? kata Gubernur TGB.

Sementara itu, Gubernur Didik menyampaikan selamat datang dan terima kasih atas silaturrahim Gubernur NTB ke Lampung.A�Dia meyakini, silaturahmi tersebut akan membawa berkah.

Dia menjelaskan, Lampung adalah daerah dengan penduduk yang 32 persen berasal dari Jawa. Sementara 27 persen adalah penduduk asli Lampung. Sisanya dari dari etnis lain. Sedangkan penduduknya 80 persen beragama Islam. Pertanian menjadi potensi utama. Ia juga menjelaskan kalau di Lampung akan dibangun tol trans Sumatera. Kalau sudah selesai dibangun tol itu lanjutnya, maka produk pertanian akan lebih baik dan membawa kesejahteraan masyarakat.

Ia juga menyampaikan kalau Lampung relatif aman. Bahkan, selama 3 tahun mendapat penghargaan di Kemendagri, terkait penanganan konflik terbaik. Kalau terjadi konflik, rata rata karena lahan.

Tablig Akbar

Sementara itu, sebelum menggelar silaturahmi dengan Gubernur Lampung, Gubernur TGB juga memenuhi undangan sejumlah elemen masyarakat serta beberapa institusi perguruan tinggi negeri maupun swasta di Lampung. Gubernur rencananya akan berada di Lampung dua hari hingga Jumat hari ini.

Mengawali kunjungan Gubernur TGB bersilaturahmi di kampus Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya, Bandar Lampung. Tiba di kampus tersebut TGB langsung disambut ketua Yayasan Alfian Husin, H Andi Desfiandi dengan pengalungan selendang Siger, tenunan khas Lampung yang dikenal Sang Bumi Ruwai Juraih.

Kehadiran Gubernur TGB di perguruan tinggi tersebut untuk mengisi tablig akbar di hadapan ratusan mahasiswa kampus setempat. Pada tabligh akbar yang dihadiri juga istri Gubernur A� Lampung Yustin Ridho Ficardo itu, TGB menyampaikan materi dengan tema “Generasi Alquran Penyelamat Bangsa”.

Di Masjid Baitul Ilmi, kampus setempat, TGB menegaskan ketika mendapat banyak kesempatan belajar, maka bersyukurlah. Karena saat ini, sudah banyak sarana untuk belajar yang tentunya dimudahkan oleh Allah.

Pemuda kata TGB tidak hanya punya ilmu yang mumpuni tapi juga punya akhlak mulia. Dikatakan, tatkala meletakkan anak muda dalam panggung sejarah, apakah yang sudah tertulis lama, termasuk dalam kitab suci Alquran, maka anak muda menempati posisi sentral.

a�?Pemuda adalah pelaku perubahan dan peradaban. Maju mundurnya peradaban ditentukan oleh anak muda,” jelasnya.

TGB mengajak para mahasiswa untuk merenung pentingnya peran pemuda. Kalau suatu bangsa yang pemudanya dibekali ilmu dan akhlak, maka itu ciri bangsa akan maju. Kekuatan bangsa sering diukur dengan kekuatan dan kelemahan pemudanya. Ditegaskannya, negara yang punya keimanan, ada rasa takut, punya tanggung jawab besar, tidak hanya dunia tapi juga akhirat, adalah bangsa yang tidak mungkin dikalahkan oleh siapa pun.

Karena itu, kalau berbicara tentang Indonesia, suatu saat akan menjadi negara yang baldatun toyulibatun warabun gaafur. Hal itu tercapai dengan ilmu pengetahuan yang dilengkapi atau disempurnakan, bahkan dipondasikan dengan akhlak mulia berupa kesyukuran. Karena itu, TGB mengajak para mahasiswa untuk bersyukur dan berikhtiar untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama H Andi Desfiandi, menyampaikan, TGB merupakan salah satu tokoh muda dan pemimpin daerah sudah dikenal luas. Ia berharap kehadiran TGB dengan ilmunya yang luas dapat memberikan manfaat dan pelajaran bagi seluruh mahasiswa. Serta dapat menerapkan di kehidupan sehari-hari. Ia menyampaikan terima kasih atas kehadiran TGB memenuhi undangannya, di tengah kesibukan sebagai Gubernur NTB.

Wawancara Khusus

Sementara itu, sehari sebelumnya, di Jakarta, TGB juga memenuhi undangan TransMedia di Jakarta. Gubernur TGB juga berbagi pengalaman selama memimpin NTB dalam wawancara khusus dengan group media nasional tersebut.

Di sana, TGB menyampaikan sejumlah progres pembangunan selama satu dasawarsa memimpin NTB. Seperti pembangunan infrastruktur yang saat ini lebih mantap dan maju dibanding sepuluh tahun lalu. Salah satu kebijakan yang diambil Gubernur TGB untuk mendukung pembangunan infrastruktur itu adalah menerapkan pendanaan multi years. Sehingga, infrastruktur jalan, mulai dari ujung Sape Kabupaten Bima hingga Ampenan Kota Mataram, memiliki kemantapan di atas 85 persen. Selain kemantapan jalan, NTB mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat signifikan. Yaitu 7,10 persen di atas rata-rata nasional yang berkisar 5 persen.

Selain itu sharing pengalaman membangun NTB, juga diselingi TGB dengan bercerita tentang kehidupannya selama menempuh A�pendidikan di Kairo, Mesir. Gubernur yang juga ketua Alumni Organisasi Internasional Alumni AL-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia itu menjelaskan Kairo tidak hanya mengajarkan ilmu. Namun pola interaksi dengan mahasiswa dari berbagai negara mengajarkan banyak hal. Salah satunya adalah pola interaksi di tengah keberagaman pemikiran dan latar belakang.

“Hal itu yang mengajarkan saya memaknai perbedaan. Sehingga, ketika saya pulang ke Indonesia, saya tidak kaget,” ungkap TGB saat dalam pemaparan dan wawancara khusus tersebut. (kus/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys