Ketik disini

Metropolis

TGB dan Ustad Somad Duet di Sulsel

Bagikan

MAKASSAR-Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi menggelar kunjungan kerja dua hari di Sulawesi Selatan. Kemarin (25/3), Di provinsi penghasil kakao tersebut, TGB bahkan duet dengan Ustad Abdul Somad saat memberi tausiah dalam Tablig Akbar di Pondok Pesantren

As’ Adiyah, Sengkang, Kabupaten Wajo. Ribuan jamaah tumpah mendengarkan tausiah dua alumnus Universitas Al Azhar, Mesir tersebut.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Lombok Post tadi malam, TGB yang menempuh empat jam perjalanan darat dari Makassar ke Sengkang tiba lebih dulu dari Ustad Somad. Gubernur yang juga ulama kharismatik tersebut sudah ditunggu ribuan jamaah. Begitu turun dari kendaraan, TGB pun langsung diserbu jamaah. Sebagian besar dari mereka adalah para santri. Mereka rela berdesak-desakan, demi mendapat kesempatan bersalaman dengan TGB.

Gubernur TGB sendiri terlihat begitu bahagia dengan silaturahminya ke Sengkang, salah satu daerah penghasil tenun sutra terbaik di negeri ini. Tak lama setelah kehadiran TGB, Tablig Akbar dimulai.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ order=”desc”]

Di hadapan ribuan jamaah, dalam tausiahnya, TGB menceritakan menceritakan sejarah perjalanan hidupnya. Dia hendak memotivasi para santri di Ponpes tersebut. TGB antara lain bertutur soal masa-masa belajar di ponpes, hingga menjadi seorang gubernur.

“Jangan pernah minder menjadi seorang santri. Suatu saat, seorang santri akan menjadi apa saja. Yang penting sungguh-sungguh belajar,” tandas TGB.

Dia bertanya apakah para santri ingin bukti? “Sayalah bukti hidupnya,” ungkap TGB yang langsung disambut tepuk tangan riuh para santri.

“Belajarlah sungguh-sungguh. Suatu saat, akan ada santri di ponpes ini yang akan terbang ke Kairo, Mesir,” ungkap TGB.

Usai memberikan tausiah, TGB kemudian menunggu kehadiran Ustad Abdul Somad. Sembari menunggu, Sekjen OIAA Cabang Indonesia Mukhlis Hanafi melanjutkan tausiah selepas TGB. OIAA adalah organisasi alumni Al Azhar di Indonesia.

Sesaat kemudian, Ustad Abdul Somad tiba di lokasi Tablig Akbar. Seperti saat menyambut TGB, ribuan santri berdiri dan berebut untuk mendapat kesempatan bersalaman. Dan selepas itu, duet TGB dan Ustad Somad pun hadir di panggung tablig akbar tersebut.

Orang Bugis dan NTB Berkeluarga

Dalam dua hari kunjungan kerja di Sulses, TGB sendiri memiliki agenda yang padat. Sebelum tablig akbar di Sengkakng, TGB terlebih dahulu mengisi sejumlah tablig akbar di Kota Makassar. Rangkaian tablig akbar di Kota Angin Mamiri ini, dirangkai dengan peringatan Isra Mikraj.

Tiba hari Sabtu (24/3), TGB mengawali aktivitas di Makassar  dengan mengisi kuliah umum di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Usai kuliah umum, dari UIN, TGB kemudian memenuhi undangan tablig akbar dan Isra Mi’raj di Masjid Raya Makassar.

Di masjid yang terkenal sebagai Masjid Perjuangan itu, TGB disambut antusias masyarakat Kota Makassar yang sudah memadati seluruh area masjid. Hadir di sana, Kapolda Sulawesi Selatan Irjenpol Umar Septono, yang sebelumnya pernah menjadi Kapolda NTB.

Selepas tablig akbar, sore hari, TGB kemudian menyempatkan diri bersilaturahmi ke kediaman Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel Anregurutta (AGH) Sanusi Baco di Panakukang, Makassar. KH Sanusi Baco adalah ulama kharismatik di Sulsel yang juga alumni Universitas Al Azhar Mesir. Saat TGB datang, KH Sanusi sedang terbaring karena sakit.

Momen keakraban kedua tokoh ini begitu hangat. KH Sanusi mengaku berterima kasih kepada TGB yang sudah menyempatkan diri hadir di tengah kesibukannya selama di Makassar. KH Sanusi memberi perhatian dengan menanyakan siapa-siapa alim ulama di Sulsel yang mendampingi TGB selama berada di Sulsel. Kedua ulama tersebut pun saling mendoakan.

Kemudian, pada malam harinya, TGB kemudian menggelar sejumlah pertemuan dengan tokoh-tokoh Sulsel di Makassar.

Dari Makassar, TGB juga mengunjungi Kabupaten Soppeng. Juga menghadiri peringatan Isra Mikraj di sana. Kegiatan tersebut digelar Pemkab setempat. Bupati Soppeng H A Kaswadi Razak, menyambut langsung TGB.

TGB sendiri menegaskan, betapa masyarakat NTB dan masyarakat Bugis di Sulsel memiliki hubungan kekeluargaan yang sudah terjalin lama. Maka, kehadirannya di sana, ibarat bertemu keluarga sendiri.

“Saya undang bapak Bupati, ibu Bupati untuk juga datang ke NTB. Saya yakin, kalau bapak ibu ke NTB, maka ibarat sedang berada di rumah sendiri juga,” ungkapnya disambut tepuk tangan.

Lalu, dalam tausiahnya di Soppeng, TGB menguraikan ke-Islaman seorang muslim. Antara lain menjelaskan bahwa salah satu ciri seseorang  itu Islamnya baik, maka mereka akan selalu menebarkan kebaikan, saling membantu, mengucapkan dengan perkataan baik.

“Kalau dia membuat orang di sekelilingnya nyaman, maka itu tanda Islamnya baik”, jelas TGB. (kus/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka