Ketik disini

Headline Politika

Dunia Berubah, Iman Harus Kuat

Bagikan

MATARAM-Perubahan adalah sebuah keniscayaan. Setiap saat dunia mengalami perubahan yang membawa tantangan hidup yang semakin berat. Khususnya bagi umat Islam. Hal ini diungkapkan Calon Gubernur NTB independen Ali BD saat bersilaturahmi dengan jamaah Ponpes Ittihadul Umam Desa Suka Makmur Lombok Barat (Lobar) dan Lingkungan Lendang Re Sayang-Sayang Kota Mataram, kemarin (1/3).

Untuk menghadapi perubahan dunia yang begitu keras, Ali BD menegaskan bahwa kuncinya adalah terus memperkuat iman. a�?Ini yang membuat saya selalu kagum dengan aktivitas di Pondok Pesantren. Bagaimana pun dunia berubah, saya selalu merasakan ada kesejukan setiap datang mengunjungi Ponpes,a�? ucap Ali BD dalam sambutannya.

Ia mengaku merasakan ketentraman batin dan jiwa saat berkumpul dengan para ulama dan tuan guru. Perasaan yang begitu sejuk inilah yang kemudian membuatnya nyaman menjalani pilihan hidupnya. Ali BD mengungkapkan telah lama bekerja sama dengan sejumlah Ponpes yang ada di NTB. Sekitar 35 tahun lebih jauh sebelum ia menjabat sebagai Bupati atau apapun.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ order=”desc”]

a�?Dari dulu saya mulai bekerja sama dengan TGH Safwan Hakim, TGH Muchlis Ibrahim dan yang lainnya. Saya senang dengan Ponpes yang memiliki pemikiran besar dan berkomitmen membangun ukhuwah Islamiyah,a�? ungkap pria yang karib disapa Amaq Asrul tersebut.

Tradisi silaturahmi para ulama dari dulu membuatnya merasakan ada kontak dan hubungan batin dengan para jamaah Ponpes di wilayah NTB. Kontak batin dan nilai sejarah tersebut dikatakan Ali BD terus hidup hingga saat ini. a�?Itu sangat hidup (kontak kebatinan, Red),a�? cetusnya.

Terlebih, Ali BD menceritakan kakeknya TGH Umar Kelayu sejak dulu juga sering mengunjungi saudaranya dan para ulama serta sahabat yang ada di Lobar. TGH Umar Kelayu sudah berkeliling dan menjelajahi Lobar, begitu juga dengan dirinya. a�?Sekarang saya melihat sudah terjadi perubahan besar di sekitar kita. Semua hal berubah, tapi yang tidak boleh berubah adalah keimanan kita,a�? tegasnya.

Penguatan iman harus dilakukan setiap umat Islam. Sehingga pengajian agama menjadi salah satu cara yang harus dilakukan untuk menghadapi perubahan dunia yang terlalu cepat. Karena saat ini, Ali BD merasa hampir tidak ada jendela rumah yang diibaratkannya sudah telanjang kalau tidak dikuatkan oleh nilai agama.

a�?Mari kita pertahankan dinul Islam. Karena ujian dan tantangan dunia Islam sekarang keras. Luar biasa kerasnya dibandingkan puluhan tahun lalu. Salah satunya media sosial yang sangat ganas,a�? ungkap pria yang juga biasa disapa Amaq Kake tersebut di hadapan Jamaah Ponpes Ittihadul Umam Desa Suka Makmur Lombok Barat.

Banyak perubahan yang terjadi tak jarang bertujuan mendiskreditkan agama Islam. Membolak-balikkan fakta dan memprovokasi umat Islam sendiri. a�?Di zaman ini, kadang lebih kuat medsos dari pengajian. Makanya ini harus kita bimbing jamaah dan keluarga kita. Jangan sampai ini di luar kontrol,a�? tegasnya.

Saat ini, banyak orang barat menjual senjata ke Negara Timur Tengah agar masyarakat itu sendiri mebunuh saudaranya. Terjadi penjualan ideologi dan senjata atas nama kebebasan. Ironisnya, umat Islam sendiri tidak sadar hal itu sedang mereka alami.

Beruntung, Ali BD menilai kemajuan dunia Islam di Indonesia patut diapresiasi. Karena masih banyak Ponpes yang dengan tulus membimbing generasinya untuk belajar pendidikan agama. a�?Pertahankan posisi ini terus. Insya Allah Indonesia tempat pertahanan paling kuat sekarang. Kiblat Islam akan ke Indonesia,a�? yakin Ali BD.

Timur Tengah malah dinilainya sebagai contoh kegagalan Islam. Negara Timur Tengah memiliki 65 persen minyak dunia. Hal ini yang membuat Negara Barat ingin menguasai Negara ini. Untuk itu Ali BD mengajak warga mencermati masalah yang dihadapi dunia Islam saat ini.

Selain itu, momentum peringatan Israa�� Mia��raj ini diminta Ali BD untuk dijadikan umat Islam untuk terus memperkuat keimanannya. Ia mengajak warga mengambil hikmah dan pelajaran dari peristiwa Israa�� Mia��raj. a�?Allah telah memperjalankan hambanya (Nabi Muhammad SAW) dan menunjukkan kekuasaan yang tak bisa dilakukan selain Allah,a�? terang Ali BD.

a�?Kepada Nabi Muhammad diperlihatkan tanda-tanda kekuasaan Allah SWT agar Rasulullah bisa belajar. Jadi kita juga harus bisa mengambil hikmah dari peristiwa ini,a�? sambungnya ketika berada di hadapan jamaah di Lingkungan Lendang Re Sayang-Sayang Kota Mataram. (ton/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka