Ketik disini

Headline Kriminal

Pengakuan Tersangka Pencurian di Permata Indah Selagalas : Bantah Mencuri, Mengaku Hasil Judi

Bagikan

Kehidupan penjara sudah tak asing lagi bagi Ro (Inisial, Red). Pria asal Lingkungan Karang Kemong ini bahkan sudah empat kali bolak-balik masuk penjara. Aksi kejahatannya selalu terkait dengan pencurian. Tindak pidana itu juga yang membuat Roman ditangkap Polsek Cakranegara untuk kali kelima, akhir Maret kemarin.

== == == == == == ==

Siang, sekitar pukul 14.45 Wita, (Rabu, 21/3), satu unit rumah di Perumahan Permata Indah, Lingkungan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, dibobol maling. Uang tunai sebanyak Rp 33 juta dan perhiasan emas raib.

Brina, korban sekaligus pemilik rumah, mengetahui kediamannyaA� disatroni maling sepulang menjemput anaknya. Pintu samping rumahnya terbuka. Kaca pintunya pun pecah. Dari sana diduga menjadi jalan masuk maling hingga leluasa menggasak harta bendanya.

Pencurian itu langsung dilaporkan ke petugas piket Polsek Cakranegara. Laporan lantas diteruskan ke tim opsnal reskrim. Mereka langsung melakukan penyelidikan dengan mencari sejumlah petunjuk di TKP.

Satu hari penyelidikan, petugas mendapat petunjuk. Polisi menuding Ro, 36 tahun, dalang A�pencurian ini. a�?Ada yang melihat pelaku berada di TKP sebelum aksi pencurian terjadi,a�? kata Kapolsek Cakranegara Kompol Haris Dinzah mengungkapkan salah satu petunjuk sebelum penangkapan pelaku.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ order=”desc”]

Polisi lantas mendatangi rumah Ro di Lingkungan Karang Kemong, Kelurahan Cakra Barat, Kecamatan Cakranegara.

Menurut pengakuan Dinzah, Roman yang saat itu berada di rumah ternyata mengetahui kedatangan polisi. Pria pengangguran ini mencoba untuk melarikan diri. a�?Pelaku kabur, kita kasih peringatan tidak digubris. Akhirnya petugas lakukan tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan pelaku,a�? tuturA�dia.

Dalam penangkapan itu, petugas menyita sejumlah barang yang dianggap polisi terkait dengan peristiwa pencurian itu. Antara lain, satu sound system, satu unit handhphone, lima sak semen, 40 kotak keramik, dan uang Rp 1,2 juta.A�Dinzah menuding A�hasil pencurian digunakan Ro A�untuk membeli sejumlah barang.

a�?Barang bukti itu hasil kejahatan,a�? terangnya.

Penangkapan ini menambah panjang catatan kejahatan Ro. Di Polsek Cakranegara sendiri, Ro sudah lima kali ditangkap. Spesialisasinya adalah mencuri rumah yang ditinggalkan pemiliknya.

Dari hasil olah TKP, polisi menduga pelaku masuk ke dalam rumah setelah memecahkan kaca pintu. Dari sana,A� pelaku berhasil membuka pintu. a�?Masuk lewat pintu samping, kacanya dipecahin sama pelaku,a�? kataA�mantan Kasat Reskrim Polres Mataram ini.

Dari dalam rumah pelaku membawa kabur uang sejumlah Rp 33 juta, satu unit handphone, dan sejumlah perhiasan emas. Peristiwa ini mengakibatkan kerugian bagi korban hingga Rp 110 juta.

Sementara itu, seraya menahan sakit dari kakinya yang ditembak polisi, Ro membantah telah mencuri di Perumahan Permata Indah. Dia mengaku tak melakukan aksi kejahatan yang dituduhkan. Bahkan ia mengklaim barang bukti yang didapatkan polisi bukan dibeli dari hasil pencurian namun hasil peruntungannya di arena judi.

a�?Gak pernah saya ambil di rumah itu. Handphone itu saya beli sendiri, bukan saya ambil,a�? aku Roman.

Begitu juga dengan barang bukti lainnya. Seperti semen dan beberapa kotak keramik. Roman menceritakan dari mana asal usul barang tersebut dia peroleh.

Beberapa hari sebelum penangkapannya, Ro mengaku telah menipu pamannya. Dari siasatnya itu, pria yang telah bercerai ini mendapatkan uang sebesar Rp 1,3 juta. Uang tersebut kemudian digunakan untuk begocek (sabung ayam, Red).

Rabu malam (21/3) Ro mengaku nasibnya sedang baik. Di salah satu tempat begocek di kawasan Cakranegara, dia mampu melipatgandakan uang hasil menipu pamannya. Dari semula Rp 1,3 juta menjadi Rp 6,5 juta.

Uang itu kemudian digunakan untuk membeli satu unit handphone. a�?Saya beli di tempat gocekan itu dah,a�? katanya.

Sisa uangnya, kemudian digunakan untuk membeli semen dan keramik. Hasil pembelian itulah yang dituduhkan polisi, diduga sebagai hasil kejahatan dari pencurian rumah di Permata Indah. a�?Semen itu saya pakai dari uang gocekan juga. Belinya kurang dari Rp 2 juta,a�? ujar Roman.

Roman mengaku tak mengerti kenapa dirinya yang ditangkap polisi. Ketika koran ini menyinggung mengenai dia yang terlihat di sekitar TKP sebelum peristiwa pencurian terjadi, tak dibantahnya.

Pria yang sudah menduda dari 2015 ini mengatakan, setelah menipu pamannya, dia kabur dari rumah. Tak berani pulang. Selama pelariannya itu, Roman menumpang di rumah temannya. Kebetulan, tempat tinggal sementaranya itu tak jauh dari TKP.

a�?Memang saya ke sana. Waktu kejadian itu saya jalan pulang ke rumah Antok, teman saya itu. Jalurnya ya lewat jalan itu,a�? tutur dia.

Roman memang memiliki catatan kriminal yang cukup panjang. Aksi pertamanya adalah menggelapkan motor milik warga Karang Taliwang, lima tahun silam. Setelah itu, Ro mengaku tobat.

Tetapi, dia kembali mengulangi perbuatannya setelah bercerai dengan istrinya di 2015. Ro juga tak membantah kalau dia kerap mencuri di rumah kosong. Tetapi, aksinya itu tidak lebih hanya mencuri peralatan elektronik.

a�?Biasa ambil di wilayah Cakra. Kadang berdua sama teman ambil televisi. Barang curiannya ya saya jual untuk kebutuhan sehari-hari,a�? beber pria pengangguran ini.

Mengenai pencurian di Perumahan Permata Indah, menurut Roman, jika dia yang mengambil, tentu dirinya sudah kabur jauh. Tidak lagi berada di Mataram. a�?Kalau memang saya yang ambil, dong banyak saya punya uang, sudah saya pergi jauh. Sudah saya beli baju, isi rumah saya semua, apalagi uangnya sampai Rp 33 juta, belum lagi dengan perhiasan emasnya,a�? pungkas Roman.(wahidi akbar sirinawa/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka