Ketik disini

Headline Pendidikan

Jangan Ada Gangguan Server Lagi! UNBK Hari Kedua Dilaporkan Lancar

Bagikan

MATARAM-Pemprov meminta gangguan server tidak terjadi lagi selama Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) berlangsung. Para siswa tidak boleh diganggu dengan insiden seperti lampu padam atau server ngadat.

”Kita harap tidak terjdi lagi,” kata  Sekda NTB H Rosiady Sayuti usai meninjau pelaksanaan UNBK di SMKN 4 Mataram, kemarin (3/4).

Sekda mengatakan, hasil pantauannya di Pulau Sumbawa dan Lombok, sebagian besar UNBK SMK berjalan lancar. Hanya SMKN 1 Labuapi saja yang sempat terganggu di hari pertama karena server ngadat. Sesuai Standar Operasional Prosedur maka satu rombongan belajar yang gagal itu akan mengikuti ulangan susulan.

”Tapi yang lain belum ada laporan, kemarin di Sumbawa saya pantau berjalan lancar, tidak ada kendala,” katanya.

Untuk memastikan ujian berjalan lancar, sejak awal pemprov sudah berkoordinasi dengan PLN dan panitia teknis. Terkait listrik menurutnya tidak ada masalah. Sebab, PLN sudah menjamin tidak akan ada pemadaman. Hanya yang perlu dijaga saat ini jangan sampai ada gangguan server.

”Setiap sekolah sudah ada teknisi yang dilatih untuk menjaga,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMKN 4 Mataram Bakriyanto mengatakan, jumlah siswa yang mengikuti UNBK 363 siswa terbagi dalam empat ruangan. Kondisi ruangan ujian lumayan padat,  ruang yang digunakan juga sudah tua, dan saat ini UNBK beberapa tukang bangunan sedang bekerja memperbaiki ruang belajar.

”Tapi tidak sampai menganggu,” katanya.

Pelaksana UNBK di SMKN 4 Mataram hari kedua berjalan lancar. Tapi hari pertama 30 komputer tiba-tiba logout, itu karena ada gangguan pada server lokal. ”Tapi bisa kita atasi,” ujarnya.

Sekda Rosiady menambahkan, dengan 100 persen UNBK, diharapkan masalah kecurangan bisa dikurangi.  Dengan sistem yang ada akan sulit para siswa bekerja sama, kecuali guru yang membiarkan. Selama guru dan pengawas menjalankan tugas sesuau aturan, ia yakin hasil ujian para siswa betul-betul murni.

”Itu yang sangat penting dalam UNBK ini, tidak ada lagi soal bocor,” tegasnya.

Saat ini soal baru bisa diketahui 15 menit sebelum UNBK dilaksanakan, sehingga akan sangat sulit untuk curang. Sehingga bisa dijamin tingkat kecurangan sangat sedikit.

Selain memantau UNBK, Sekda Rosiady juga meninjau bangunan gedung Edotel atau edukatif hotel yang dipakai praktik siswa jurusan pariwisata. Ia meminta bangunan-bangunan yang belum rampung segera diselesaikan. Bangunan itu harusnya selesai 2017, tetapi proyek perbaikan senilai Rp 3 miliar dari pusat itu belum rampung hingga saat ini. (ili/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka