Ketik disini

Headline Politika

Ali BD Jawab Persoalan Air Bersih, Pendidikan, Hingga Pariwisata Lotim Selatan

Bagikan

LOMBOK TIMUR-Tidak ada kemajuan tanpa kebebasan. Kalimat tersebut menjadi dasar pemikiran calon gubernur NTB Ali BD untuk maju melalui jalur independen. Ia tidak ingin terpengaruh kepentingan politik apa pun, tekanan dari pihak mana pun hingga pengaruh siapa pun.

Seorang pemimpin ditegaskannya harus memiliki kemandirian, cita-cita dan visi dari dirinya sendiri untuk membangun daerah dan masyarakat yang dipimpinnya. Hal tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Amaq Asrul tersebut kala menggelar kampanye dialogis di Desa Rensing, Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur, kemarin (5/4).

a�?Itulah artinya independen. Tidak ada kepentingan partai di dalamnya, kelompok, organisasi atau apa pun namanya. Yang mengusung calon ini adalah rakyat sehingga yang memiliki pemimpin ini adalah rakyat, bukan dimiliki partai,a�? ucap Ali BD di hadapan massa pendukung, relawan, dan simpatisan pasangan independen yang ada di Sakra Barat.

Kewajiban sebagai seorang pemimpin dikatakan Ali BD adalah harus adil. Namun, keadilan akan sulit diwujudkan seorang pemimpin jika dia mendapat tekanan dari berbagai pihak. Entah itu kepentingan partai, golongan, organisasi atau kelompok yang mendukungnya.

a�?Bagaimana mungkin seorang pemimpin bisa adil ketika dia mendapat tekanan dari kiri kanan. Keadilan hanya bisa diwujudkan jika dia tidak terpengaruh kepentingan apa pun,a�? ucap pria yang juga dikenal sebagai Sang Pendobrak tersebut.

Seperti yang ia lakukan dalam setiap kampanye dialogisnya, Ali BD pun kemarin menjawab sejumlah pertanyaan yang diajukan warga Desa Rensing maupun Sakra Barat pada umumnya. Mulai dari persoalan air bersih. Warga Lotim bagian selatan ini mempertanyakan apa yang dilakukan Ali BD untuk mengatasi persoalan kebutuhan air bersih di wilayah selatan.

Menjawab pertanyaan warga, Ali BD mengakui kalau saat ini memang sejumlah warga wilayah selatan mungkin masih ada yang mengalami persoalan terkait air bersih. Namun, ia meminta warga bersabar karena tidak lama lagi, air bersih yang bersumber dari air baku Bendungan Pandanduri bisa segera dinikmati.

a�?Tahun 2004 saya sediakan anggaran Rp 5 miliar untuk Pandanduri. Saya mempelopori pembangunan bendungan ini. Walau kemudian nanti ada pihak lain yang mengakuiA� atau tidak mengakui apa yang saya lakukan tidak apa-apa. Saya tidak masalah,a�? terang Ali BD.

Bendungan ini jauh sebelumnya ia pikirkan untuk menjawab persoalan kebutuhan air warga di wilayah selatan yang memang sejak puluhan bahkan ratusan tahun lalu sudah terbelit dengan krisis air bersih. Tidak hanya untuk kebutuhan air irigasi pertanian, sumber air Bendungan Pandanduri juga disiapkan untuk bisa diminum menghilangkan rasa haus dan dahaga masyarakat selatan selama ini.

a�?Pemerintah siap mengolah air dari Pandanduri untuk air bersih. Anda bisa lihat pipanya sudah ditanam tahun lalu di sepanjang jalan ke wilayah Lotim selatan,a�? bebernya dijawab anggukan warga.

Sehingga, setelah selesai dibangun Instalasi Pengolahan Air yang akan ditangani PDAM Lotim, maka air bersih yang selama ini dikeluhkan warga dalam waktu dekat bisa dinikmati.

Namun Ali BD juga menyayangkan ada salah satu calon gubernur yang memanfaatkan kesulitan warga akan air bersih untuk kepentingan politik. Ia menjanjikan warga untuk menyediakan air bersih dengan memasang pipa bawah laut di wilayah ke Pulau Maringkik.

a�?Pacuan juluq semeton. Kan belum dilihat, kalau pipanya sudah kita pasang. Masyarakat di sana juga tidak kesulitan air bersih. Kita sudah atasi persoalannya,a�? papar Amaq Asrul.

Justru, jauh lebih penting menurutnya pemerintah mulai memperhatikan kesulitan air warga kota. Karena, ia sendiri mulai merasakannya saat berada di rumahnya yang ada di Karang Baru, Mataram. Dimana, beberapa kali ia mengalami kesulitan dengan ketersediaan air bersih di kota.

a�?Setelah air pengolahan air baku dari Pandanduri siap, maka persoalan akan air bersih di wilayah selatan ini bisa teratasi. Justru air kita di selatan akan jauh lebih baik daripada di kota,a�? lugas pria yang juga akrab disapa Amaq Kake tersebut.

a�?Saya tidak suka berbicara yang tinggi-tinggi. Saya juga tidak suka menjanjikan. Siapa yang suka dijanjikan pergilah ke orang yang suka menjanjikan. Siapa yang suka bekerja pergilah kepada orang yang suka bekerja,a�? sambungnya.

Selain masalah air bersih, warga juga mengeluhkan persoalan Pasar Montong Beter yang dibangun pemerintah tidak sesuai harapan. Akibat tidak ada koordinasi pemerintah pusat dengan pemerintah daerah untuk pembangunan pasar yang dibutuhkan para pedagang.

a�?Ini (pasar, Red) bantuan dari Kementerian Perdagangan. Ini program mereka tapi tidak nyambung dengan keinginan pemerintah daerah,a�? bebernya.

Inilah yang selama ini menjadi kekesalan Ali BD. Karena kurang kuatnya otonomi daerah menyebabkan terjadinya hal seperti ini. Dimana pemerintah pusat atau provinsi menyiapkan program atau membuat tindakan tanpa berkoordinasi dengan pemerintah daerah yang lebih mengetahui persoalan masyarakat.

a�?Ini harus diselesaikan secepatnya,a�? tegasnya.

Tak hanya itu, warga juga menanyakan terkait bagaimana program unggulan Ali-Sakti terkait beasiswa SI, S2, dan S3 jika ia terpilih menjadi gubernur. Ali BD menegaskan itu adalah program prioritasnya bersama TGH Lalu Gede Sakti. Karena NTB saat ini dikatakannya masih jauh tertinggal dari provinsi lain yang ada di Indonesia. Persoalan kualitas pendidikan ini kemudian tidak bisa hanya diserahkan ke kabupaten. a�?Tapi provinsi harus lebih besar perannya nanti,a�? ujar dia.

Ali BD menyiapkan 5.000 beasiswa yang diprioritaskan bagi mahasiswa yang kurang mampu untuk mengenyam bangku kuliah. Dengan rincian Rp 10 juta bantuan untuk masing-masing mahasiswa S1, Rp 20 juta untuk mahasiswa S2 dan Rp 30 juta untuk mahasiwa S3.

a�?Itu kita sudah pikirkan dan kalkulasikan akan kita anggarkan Rp 60 miliar per tahun,a�? aku Bupati Lotim dua periode tersebut.

Namun kemudian ia mengaku apa yang dilakukan pemerintah sebelumnya sudah baik. Tidak lantas kemudian masyarakat menganggap bahwa gubernur sebelumnya tidak bekerja keras.

a�?Kita hanya harus menyempurnakan apa yang belum dilakukan. Kita tidak boleh menjatuhkan atau menjelekkan pemimpin lain atau terdahulu. Justru kita harus menjunjung tinggi sopan santun dalam politik,a�? ajaknya.

Sementara untuk menjawab terkait persoalan konsep pengembangan pariwisata, Ali BD mengaku lebih memilih membiarkan perkembangan pariwisata berjalan alami. Tidak lantas meledak secara besar-besaran untuk mengontrol dampak negatif dari pariwisata itu sendiri.

a�?Itu konsep pariwisata saya. Kita tidak sama dengan Bali dan daerah lain karena agama Islam kita kuat. Jadi berbeda penanganan kulturnya di sini. Tetapi pariwisata harus tetap kita majukan dengan mengutamakan nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat kita,a�? ungkapnya.

Menguatkan pernyataan Ali BD, Calon Wakil Gubernur NTB TGH Lalu Gede Sakti juga memaparkan demikian. Ia menjelaskan bahwa sosok Ali BD adalah figur pemimpin yang tidak suka menebar janji. Melainkan ia memberikan keteladanan yang sudah dibuktikannya saat memimpin Lotim.

a�?Apa yang beliau sampaikan berdasarkan pengalaman. Tidak hanya sekadar berjanji, jadi masyarakat bisa menilai sendiri,a�? terangnya.

Dalam agama, ia pun menjelaskan bahwa untuk memilih pemimpin dianjurkan untu memilih yang sudah pasti dan memberikan bukti. Masyarakat diminta untuk menjauhi keragu-raguan apalagi yang hanya bisa memberikan janji-janji. a�?Karena kalau janji semua orang bisa mengucapkannya,a�? terang sosok Rektor Universitas Nahdlatul Wathan Mataram tersebut. (ton/r8/*)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka