Ketik disini

Politika

Amin Bicara Data dan Fakta Bumi Sejuta Sapi

Bagikan

MATARAM– Program Bumi Sejuta Sapi (BSS) yang dicanangkan Pemerintah Provinsi NTB terbukti telah memberikan kontribusi besar bagi pembangunan daerah. Bahkan saat ini NTB merupakan daerah yang dijadikan sumber bibit sapi nasional.

a�?Kita patut bersyukur, lima tahun ini perkembangan BSS sangat signifikan,a�? kata Wakil Gubernur NTB HM Amin.

Amin yang kini tengah dalam masa cuti karena kembali maju sebagai calon wakil gubernur mengatakan capaian itu harus dijaga bahkan ditingkatkan terus. Bersama HM Suhaili FT, pasangan nomor satu berjanji melakukan hal itu. Meneruskan capaian positif dibarengi pembenahan lebih lanjut.

A�a�?Kita harus melanjutkan yang sudah baik dan memperbaiki yang masih kurang,a�? kata ketua Nasdem NTB itu.

Mengingat NTB sebagai sumber bibit sapi nasional, maka hampir seluruh daerah di Indonesia membeli bibit sapi dari daerah ini. Hal itu salah satunya karena bibit asal NTB relatif aman dan bebas dari berbagai penyakit hewan. Data menunjukkan 2017 lalu populasi sapi telah mencapai 1.489.539 ekor. Data meningkat hampir 400 ribu dari 2016 saat populasi sapi hanya mencapai 1.092.719 ekor. Tidak hanya sapi, populasi kerbaupun meningkat menjadi 120.000 ekor. Setiap tahunnya NTB mengirimkan sapi bibit sebanyak 12.000 ekor dan sapi potong rata-rata 16.500 ekor ke berbagai provinsi di seluruh Indonesia.

a�?Angka-angka itu menjadi gambaran linier bahwa kesejahteraan pengembala sapi tentunya juga meningkat,a�? tegasnya.

A�Ya, tidak hanya jumlah populasi sapi yang meningkat, namun juga kesejahteraan masyarakat ternak terus mengalami peningkatan. Tingkat kesejahteraan masyarakat ternak di NTB tercermin dalam indeks nilai tukar petani sub sektor peternakan, yang rutin dirilis BPS NTB. Lagi-lagi data menunjukkan fakta bahwa 2016 indeks nilai tukar petani sebesar 117,98 poin. Sedangkan 2017, meningkat menjadi 120,60 poin. Bahkan pada bulan Januari-Maret 2018, nilai tukar petani meningkat menjadi 121,10 poin. Total nilai transaksi perdagangan dari peternakan ini mencapai Rp 3,01 triliun.

a�?Potensi besar ini sudah bisa kita manfaatkan, saatnya dijaga terus dan dipelihara,a�? ujarnya.

A�a�?Tepatlah apabila NTB dipilih sebagai pusat kajian pengembangan peternakan sapi di Indonesia,a�? ujarnya.

Dia menegaskan untuk meningkatkan pertumbuhan populasi ternak sapi di Indonesia diperlukan komitmen kuat dari semua pihak untuk melakukan programA�breedingA�secara berkelanjutan dan menggunakan pendekatan potensi kawasan. Sebab katanya, bagi daerah daerah yang memiliki potensi ruminansia cukup prospektif seperti NTB, perlu mendapat prioritas perhatian untuk dikembangkan. Terlebih beternak sapi bagi masyarakat NTB, khususnya di Pulau Sumbawa, telah menjadi bagian dari tradisi yang hidup secara turun temurun.

a�?NTB memiliki sejarah yang cukup gemilang dalam perdagangan sapi antarpulau sejak ratusan tahun yang silam,a�? kata Amin.

Karena itu, orang nomor dua di Pemprov NTB ini menegaskan pusat memilih NTB sebagai salah satu daerah kajian pengembangan peternakan sapi di Indonesia bukan hanya pilihan yang tepat. Lebih dari itu, akan sangat berarti dalam membangkitkan kembali kejayaan daerah itu sebagai pusat peternakan, khususnya produksi sapi guna menyokong peningkatan jumlah populasi sapi di Indonesia.

Di samping populasinya banyak, sapi-sapi di NTB sangat bagus dan sehat-sehat. Tidak ada gangguan penyakit kuku, gigi dan sebagainya. Tapi tidak hanya cukup sampai disana, beberapa persoalan seperti mahalnya harga daging sapi asal NTB juga harus dicarikan solusi. Salah satunya dengan membuat tol laut yang khusus dibuat untuk pengiriman sapi ke luar daerah. Sehingga harga daging bisa dijual lebih murah, dan bisa bersaing dengan daging dari Australia.

Termasuk masalah pengiriman sapi yang masih berpotensi tidak terdata, juga harus ada solusinya. Apakah ada oknumA� yang bermain atau tidak, perlu juga dicarikan solusi. Agar data pengiriman benar-benar valid. Dengan potensi peternakan sapi yang dimiliki, angka kemiskinan di NTB mestinya dapat ditekan. Tapi faktanya, angka kemiskinan NTB masih di atas rata-rata nasional dengan persentase 16,07 persen. Karena itu, perlu pencocokan data yang didapatkan di atas meja dengan kondisi di lapangan. Apakah peternak benar merasakan kesejahteraan dengan menjadi peternak. Sebab saat ini, rata-rata peternak hanya memiliki satu sampai dua ekor sapi. Hasilnya mungkin tidak seberapa. Namun bila memiliki lima sapi, mereka tidak punya tempat untuk memelihara. Karena itu perlu semacam tempat pengumpulan sapi-sapi tersebut sehingga bisa lebih efektif.

Amin tampak sangat mengerti kondisi terkini. Lima tahun memimpin, ia memang dengan segenap kemampuan mengkaji, menganalisa, dan menelurkan beragam kebijakan. Masalah-masalah yang juga sudah terpetakan menurutnya akan bisa diselesaikan jika diberi kesempatan untuk melakukan sejumlah pembenahan.

a�?Izinkan saya bersama Pak Suhaili memperbaiki yang masih kurang, dan melanjutkan capaian ini,a�? pungkasnya. (yuk/r4/ADV)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka