Ketik disini

Metropolis

Pantainya Cantik, Sayang Parkirnya Masih Kacau!

Bagikan

MATARAM-Revitalisasi eks pelabuhan Ampenan berhasil membuat kawasan wisata andalan Kota Mataram ini tampil menawan. Walau masih harus ada perbaikan dan penataan di sana-sini, tapi perubahan tersebut setidaknya cukup enak dipandang mata.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram H Mahmuddin Tura pernah menyampaiakn ada anggaran sekitar Rp 800 juta untuk terus mempercantik kawasan tersebut. a�?Dibagi dalam empat paket,a�? kata Tura, beberapa waktu lalu.

Empat paket itu antara lain melanjutkan lapak kuliner di tanggul pantai, penataan pedestrian yang sudah rusak karena hilir mudik kendaraan dan alat berat saat proses revitalisasi 2017 lalu, pembangunan fisik ruang publik, dan pengecatan. a�?Dalam rangka menyambut kegiatan MNEK itu,a�? terangnya.

Sehingga targetnya bisa selesai jelang kegiatan internasional itu dimulai. Tapi cantiknya kawasan eks Pelabuhan Ampenan tak sebanding dari sisi layanan parkir.

Tidak hanya pengunjung yang kerap mengeluh, karena ditarik parkir tak wajar dari juru parkir (Jukir) di sana. Tapi dewan hingga Plt Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana juga menyesalkan soal penanganan parkir tersebut.

a�?Karena (Dishub) belum masuk aja di situ!a�? cetus Mohan.

Ia melihat Dishub masih setengah hati mengelola persoalan parkir di tempat-tempat wisata pantai. Tak terkecuali di eks pelabuhan Ampenan. Jika saja Dishub bisa lebih serius lagi berkerja, apalagi dengan potensi kawasan wisata yang dapat mengundag banyak tamu ke sana, maka sektor parkir akan jadi potensi yang baik bagi daerah.

a�?Sebenarnya yang penting mereka mau menangani itu, masuk ke sana dan urus parkir!a�? kritiknya tajam.

Ia membadingkan dengan daerah lain. Di mana persoalan parkir selalu jadi andalan PAD yang signifikan bagi daerah. Termasuk menggenjot potensi dari parkir di tempat wisata. Berbeda halnya dengan di kota di mana Mohan secara terbuka melihat ini masih belum serius ditangani.

a�?Sekarang kan yang penting dinas perhubungan turun di sana. Parkir ini kalau di kota-kota lain kan selalu jadi primadona,a�? tegasnya.

Dari catatannya, 70 persen ruang publik yang ada di tempat wisata dimanfaatkan untuk aktivitas bisnis. Ini tentu indikator yang cukup untuk menggambarkan, betapa kunjungan dan perputaran uang di sana sudah lebih di banding tempat lain. Tapi hasilnya masih jauh dari harapan.

a�?Tingkat kunjungan keluar masuk kendaran cukup tinggi, itu sebenarnya yang harus dikelola, dikelola. Tak hanya pantai Ampenan, Termasuk Loang Balok, dan pantai Gading,a�? cetusnya. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka