Ketik disini

Metropolis

Pol PP a�?Berulaha�?, Kabag Pemerintahan Kaget

Bagikan

MATARAM-Sejumlah kendaraan berhasil mencuri perhatian Kamis (5/4) kemarin. Bukan karena mewah atau tampilannya yang unik. Tapi sebuah selebaran ditempeli di bagian pintu mobil menggunakan selotip bening.

Pada selebaran itu tertulis peringatan bagi pemilik kendaraan agar tidak memarkir lagi kendaraanya di sana. a�?Perhatian agar tidak lagi parkir kendaraan di sini lagi,a�? bunyi kalimat dalam selebaran itu.

Sebelaran itu disebutkan diterbitkan oleh Satpol PP Kota Mataram. Dengan stempel basah langsung juga dari instansi penegak perda itu.

Yang menarik dari dua mobil yang berhasil dipantau Lombok Post terpasang stiker itu, salah satunya adalah milik Kepala Bagian Pemerintahan Kota Mataram I Made Putu Sudarsana.

a�?Kaget juga, loh kok ada stiker (selebaran),a�? gerutu Putu.

Putu malah balik bertanya. Bagaimana asal muasal aturan pemasangan selebaran itu. Sebab selama ini ia tidak pernah menerima imbauan atau peringatan sebelumnya dari pihak manapun. Termasuk dari Satpol PP. Tiba-tiba saja selebaran itu akhirnya ditempeli di mobil dinas miliknya. a�?Ndak ada (peringatan),a�? cetusnya.

Selama menggunakan kendaraan dinas, Putu mengaku baru kali ini dapat teguran semacam itu. Apalagi ia juga berkantor di kantor Wali Kota. Secara pribadi ia mengatakan kurang sependapat dengan cara seperti itu. Toh, jika diperingatkan atau dikomunikasikan dengan baik, dirinya tak akan menolak pengaturan, selama tujuannya baik.

a�?Tapi saya mau parkir di mana (halaman) saya juga berkantor di sana. Saya juga harus cepat karena ada rapat. Jadi bagaimana ndak sempat atur,a�? tuturnya.

Tapi saat hendak istirahat, ia sudah mendapati selebaran tertempel persis di gagang pintu mobil. Ia sempat kaget tapi tak punya banyak waktu untuk mencari tahu apakah benar selebaran itu berasal dari Satpol PP atau hanya kerjaan orang iseng.

a�?Kalau saya sih nggak apa-apa, cuma saya ya sempat kaget. Itu saja,a�? cetusnya.

Ia menambahkan jika dilihat dari kewenangan pengaturan soal parkir di halaman kantor wali kota, idealnya bukan kewenangan Satpol PP. Tapi seharusnya menjadi tugas dan tanggung jawab bagian umum.A� Lagi pula tak hanya kendaraan dinasnya saja yang parkir di sana. Tapi banyak kendaraan lain juga kerap berderet di sana.

a�?Oh seharunya bukan Satpol PP, tapi bagian umum yang mengatur itu,a�? ujarnya.

Pada dasarnya ia tak terlalu mempersoalkan penempelan selebaran itu. Keadaan kantor wali kota juga sudah tidak representatif lagi untuk ditata sedemikian rupa. Mengingat terbatasnya lahan parkir dan banyak juga pegawai dan pejabat yang ngantor menggunakan kendaraan pribadi.

Ia berharap ada solusi lebih baik. Tidak hanya sekedar menempeli kendaraan dengan selebaran, tapi berharap ada perubahan disiplin dari para pegawai dan pejabat.

Sementara itu Kasatpol PP Kota Mataram Bayu Pancapati membenarkan penempelan selebaran itu dilakukan oleh pihaknya. a�?Sebenarnya (menempeli selebaran) itu sudah lama, bahkan sejak saya masih jadi Kabid,a�? kata Bayu.

Penempelan itu berawal dari peringatan dan teguran yang dilakukan Satpol PP yang bertugas di sana tidak efektif. Bahkan Bayu mengatakan sudah ada sosialiasi agar kendaraan bisa diatur parkir dengan cara lebih tertib. Tapi kenyataanya masih ada saja yang parkir sembarangan.

a�?Lah kendaraan-kendaraan itu kan parkir di lajur keluar masuk mobil,a�? cetusnya.

Karena itu, kendaraan yang dinilai menghalangi jalan terpaksa ditempeli selebaran peringatan. Dengan harapan ada efek jera sehingga siapa pun yang ke kantor wali kota bisa lebih tertib lagi meletakan kendaraanya.

Saat dikonfirmasi soal salah satu kendaraan yang ditempeli kemarin adalah milik Kabag Pemerintahan, Bayu tegas mengatakan tidak jadi soal. a�?Oh kendaraan siapa pun. Termasuk (kendaraan) wali kota kalau tidak diletakan dengan benar akan kita tempeli,a�? tukasnya.

Namun, Bayu mengecualikan lokasi yang secara khusus memang digunakan untuk pemberhentian pejabat teras. Seperti wali kota dan wakil wali kota. Ia mencontohkan seperti di selasar depan utara kantor, area lobi masuk ke kantor wali kota. Tempat itu menurutnya bukan kategori yang harus ditertibkan, khususnya bagi kendaraan milik wali kota dan wakil wali kota.

a�?Oh kalau di sana tidak masalah, memang itu tempat khusus (pemberhentian dan parkir Wali Kota),a�? kilahnya.

Kendaraan yang mau berputar keluar bisa mengambil jalan menyamping. Ke arah tiang bendera di halaman kantor wali kota. Sehingga kendaraan yang kategori VIP atau VVIP bisa tetap terparkir tenang di sana.

a�?Kita berharap dengan cara ini disiplin pegawai dan pejabat pemrintah bisa lebih baik lagi,a�? tutupnya. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka