Ketik disini

Headline Tanjung

Penertiban Bangunan di Sempadan Pantai Molor Lagi

Bagikan

TANJUNG-Rencana penertiban sempadan pantai Gili Air dan Gili Meno disusun kembali. Setelah sempat direncanakan dilaksanakan 12 April hingga 20 April mendatang, kini dimundurkan menjadi 24 April 2018.

Kabag Administrasi Pengendalian Pembangunan Setda Lombok Utara Lalu Majemuk mengatakan, rencana pelaksanaan 24 April ini setelah tim melakukan survei ke dua gili tersebut usai rapat penertiban terakhir beberapa waktu lalu. a�?Pimpinan juga meminta tim mengklirkan dulu usulan-usulan di lapangan sebelum penertiban,a�? ujarnya.

Ditambahkan Majemuk, tim penertiban juga sudah mengirim surat teguran ketiga untuk seluruh pengusaha yang memiliki bangunan di sempadan pantai Gili Air dan Gili Meno. a�?Pengusaha pada intinya setuju tetapi minta mundur waktu,a�? katanya.

Alasan pengusaha meminta tambahan waktu ini, karena mereka ingin membongkar sendiri bangunannya. Tetapi Majemuk menegaskan penertiban bangunan akan dilakukan di April ini. a�?Banyak pertimbangan yang sudah dilakukan. Kalau ini mundur lagi kita khawatir sudah masuk high season,a�? tandasnya.

Untuk itu, bupati meminta tim segera merampungkan tahapan sebelum penertiban dilakukan. Apalagi agenda pemerintah di bulan Mei sudah mulai padat termasuk adanya agenda kegiatan MNEK. a�?Kita upayakan tidak meleset lagi dan tetap dilaksanakan April ini,a�? imbuhnya.

Jumlah bangunan yang akan ditertibkan di Gili Meno sebanyak 41 unit dan Gili Air 93 unit. Sejauh ini sudah ada yang membongkar sendiri. Di antaranya, 16 bangunan di Gili Air dan lima bangunan di Gili Meno.

Dalam penertiban ini tidak ada pengusaha diberi kelonggaran dengan alasan apapun. Namun diakui ada sejumlah bangunan yang masuk sempadan pantai tidak ditertibkan. Seperti bangunan PLN dan penangkaran penyu di Gili Meno. Kemudian pemakaman dan ruang tunggu wisatwan di Gili Air. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka