Ketik disini

Politika

Suhaili-Amin Fokus Benahi Jalan untuk Rakyat

Bagikan

MATARAM- Data 2017 menunjukkan kondisi kemantapan jalan nasional dI NTB sudah mencapai 98,74 persen atau 922,78 kilometer. Kemantapan jalan dari Lembar di Lombok Barat hingga Sape di Bima itu menjadi berkah bagi masyarakat NTB.

Wakil Gubernur NTB non aktifA� HM Amin menyebutkan, untuk kondisi jalan nasional yang tidak mantap tahun lalu hanya sepanjang 11,74 kilometer atau 1,26 persen tersebar di beberapa titik, disebabkan berkurangnya fungsi akibat dari kondisi lapis konstruksi yang rusak.

“Jadi tidak 100 persen bukan karena dibiarkan,” tegas Amin

Setiap saat, kata Amin, pemerintah terus mengupayakan perbaikan. Terutama pada jalan yang menurun kualitasnya karena termakan usia. Itu terus bermunculan, namun angka 98 persen lebih menjadi gambaran pemerintah sangat serius mengatasi masalah jalan.

A�”Jalan yang baik memudahkan mobilitas orang dan barang,” tegas ketua Nasdem NTB itu.

Ekonomi yang bagus, kesejahteraan tumbuh. Masyarakat merasakan langsung dari ikhtiar TGB-Amin mengenai urusan jalan tersebut. Dilanjutkan Amin, meskipun jalan nasional sudah mantap hampir 100 persen, bukan berarti tidak akan ada hambatan pada saat momen padat semisal mudik Lebaran. Sebab, ada sejumlah titik yang rawan macet karena kondisi lebar jalan yang relatif sempit dengan jumlah arus kendaraan yang melintas relatif padat, terutama pada waktu-waktu tertentu. Misalnya, di ruas jalan Mantang,A� Lombok Tengah, dan ruas jalan Masbagik dan Labuhan Lombok, Lombok Timur.

“Kalau Pulau Sumbawa, relatif tidak ada hambatan,” katanya

Oleh sebab itu, kata dia, pihaknya sudah mengusulkan ke pemerintah pusat agar dibangun jalur alternatif yang bisa memecah kepadatan arus kendaraan yang melintasi jalan nasional mulai dari Pelabuhan Lembar hingga arah timur Pulau Lombok yang berakhir di Pelabuhan Kayangan. Kini, opsi tersebut muncul melalui jalan pelabuhan ke pelabuhan yang sudah mendapat lampu hijau dari pusat. Namun kemungkinannya, tahun ini jalan tersebut belum akan dikerjakan. Karenanya, itu menjadi PR di akhir pemerintaham TGB-Amin. Kini, bersama HM Suhaili FT, Amin mantap kembali mencalonkan diri. Keduanya sudah berspakat melanjutkan perjuangan jalan penghubung baru Lembar-Kayangan.

“Bisa bentuk tol, by pass, atau jalan layang, yang penting untuk rakyat,” tegasnya.

Dengan begitu, tidak hanya arus mudik yang menjadi lancar, namun juga arus komoditas antarpulau mulai dari Jawa, Bali, NTB, hingga NTT tak terhambat. Selain itu, arus transportasi pendukung pariwisata daerah menjadi lancar.

“Saat ini hanya ada satu jalur jalan nasional dari Pelabuhan Lembar menuju arah timur Pulau Lombok, dan kondisinya sudah sangat padat, Suhaili-Amin berkomitmen memperjuangkan jalan tol baru,” kata Amin.

Di sisi lain, jalan yang mulus membuat pendapatan petani semakin baik. Tidak ada lagi alasan bagi para pedagang untuk mengurangi harga pembelian barang kepada petani gara-gara kondisi jalan yang rusak.

“Kita juga terus membuat jalan baru, yang menghubungkan satu titik ke titik lain yang punya potensi yang baik,” paparnya.

Tak hanya itu, pengembangan kawasan seperti Mandalika yang memiliki garis pantai 14,2 kilometer juga jadi perhatian. Pembangunan hotel di sana terus berjalan. Tak hanya itu, NTB juga sedang bersiap menjadikan kawasan selat Lombok sebagai jalur pelayaran dunia. Wilayah tersebut bakal menjadi jalur alternatif perdagangan selain melewati Selat Malaka.

“Kedalamannya bagus, jadi kapal besar mudah lewat,” imbuhnya.

Ada juga opsi membangun kilang minyak dan kawasan industri yang terhubung dengan pelabuhan di lokasi tersebut.

“Ini sesuai dengan visi maritim Presiden Jokowi,” ujarnya.

Pembangunan jalan layang sepanjang 105 kilometer yang akan menghubungkan wilayah Lembar dan Kayangan di NTB juga akan jadi proyek penopang kemajuan NTB. Sektor lain yang sedang digarap oleh TGB-Amin adalah perbaikan produksi komoditas, mulai dari hasil tani, peternakan, sampai hasil laut. Semua akan terus dikerjakan, penopangnya adalah jalan yang baik.

Data menunjukkan, sepanjangA� 2015, pertumbuhan ekonomi di NTB sebesar 21,4 persen. Sektor yang mengalami peningkatan pada tengah tahun pemerintahan TGB-Amin adalah komoditas pertanian dan peningkatan aktivitas wirausaha di NTB. Selain itu, hasil pertambangan dan sektor pariwisata juga bergerak naik.

“Untuk wirausaha sebagai gambaran terjadi penyerapan KUR (kredit usaha rakyat) yang luar biasa. Ini menjukkan perbaikan di bidang ekonomi kreatif dan kewirausahaan,” terang Amin.

Dana desa diserap dan disalurkan dengan pola pemanfaatan yang melibatkan masyarakat. Ini jadi salah satu pemicu pertumbuhan ekonomi d NTB. Yang tak boleh dilupakan adalah kontribusi devisa dari pekerja migran. Melalui sistem perbankan, jumlahnya mencapai Rp 800 miliar. Jumlah itu meningkat tiga kali lipat jika pengiriman non perbankan juga dihitung.

“Uang itu kalau mau berputar baik, butuh jalan,” tegas Amin.

Duet calon gubernur dan wakil gubernur nomor satu Suhaili-Amin berkomitmen untuk menjaga kualitas jalan tersebut. Termasuk memperjuangkan jalan-jalan baru demi kemaslahatan masyarakat. “Suhaili-Amin menang, jalan-jalan makin mulus,” katanya. (yuk/r4/ADV)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka