Ketik disini

Headline Metropolis

Tak Perlu Nyontek, Soalnya Mudah! Hari Ini 53.183 Siswa SMA/MA Mulai UN

Bagikan

MATARAM-Sebanyak 53.183 siswa SMA dan Madrasah Aliyah (MA) di NTB akan mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) mulai hari ini hingga Kamis (12/4). Evaluasi tahunan ini dilaksanakan secara online di semua SMA/MA.

Sayangnya, Dikbud NTB tidak berani menjamin ujian ini bisa berjalan lancar. a�?Kita tidak bisa menjamin ujian ini berjalan lancar. Siapa tahu pas ujian ada kebakaran atau pohon tumbang yang membuat lampu padam dan gangguan internet,a�? kata Kepala Dikbud NTB H Muhammad Suruji, pekan lalu.

Apa yang dilontarkan Suruji ada benarnya. Pada UNBK SMK pekan lalu saja terjadi gangguan server yang membuat sejumlah siswa di NTB tidak bisa mengikuti UNBK utama. Kini, kejadian tersebut bisa saja terulang. Apalagi UNBK dilaksanakan SMA/MA jumlah pesertanya jauh lebih banyak dari SMK.

Pelaksanaan UNBK di 303 SMA dan 499 MA negeri dan swasta digelar dalam tiga sesi. Sebab, rasio perangkat komputer dan jumlah siswa di masing-masing sekolah tidak sama.

Suruji mengaku sudah melakukan kordinasi dengan pihak PLN agar tidak ada pemadaman selama ujian berlangsung. Begitu juga dengan gangguan fasilitas internet dan server sudah ada proktor dan teknisi yang akan menangani di masing-masing sekolah. a�?Jika ada gangguan maka dua orang ini akan mengatasi,a�? ucapnya.

Ujian ini, kata Suruji, merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan tiap tahun. Anggap saja UNBK ini seperti ujian sekolah atau ulangan umum. Peserta jangan sampai tegang dan panik. Begitu juga dengan guru jangan sampai melakukan hal yang aneh-aneh yang membuat konsentrasi siswa terganggu. a�?Soal UNBK tidak sulit kok, paling yang sulit hanya 20 persen. Sisanya mudah semua,a�? tutur mantan Kepala BKD NTB ini.

Pelaksaaan UNBK di NTB fasilitas komputer terbatas. Sehingga sekolah menerapkan tiga sesi pada ujian tersebut. Rasio perangkat komputernya masih satu berbanding tiga. Teknisnya, pelaksanaan ujian mata pelajaran dibagi tiga sesi dalam satu hari. Hari pertama UNBK akan menguji mata pelajaran Bahasa Indonesia, hari kedua Matematika, ketiga Bahasa Inggris, dan terakhir mata pelajaran pilihan siswa sesuai dengan jurusan masing-masing.

Setiap harinya ujian sesi pertama akan dimulai pukul 07.30 Wita sampai 09.30 Wita, kemudian dilanjutkan sesi dua pukul 10.30 Wita sampai 12.30 Wita. Dan terakhir sesi tiga pukul 14.00 Wita sampai 16.00 Wita.

a�?Pada hari terakhir siswa dibebaskan memilih mata pelajarannya sesuai jurusan. Seperti jurusan IPS bisa memilih Geografi, Ekonomi, atau Sosiologi. Begitu juga dengan jurusan IPA bisa memilih mapel Fisika, Kimia, atau Biologi,a�? kata Suruji menjelaskan.

Sementara itu Ketua Panitia UN NTB H Sukran mengatakan, seluruh SMA dan MA mengikuti UNBK. Meski demikian, masih ada sekolah yang harus berbagi sarana dan meminjam laptop di wali murid atau sekolah lain.

a�?Tahun ini kita UNBK semua, tapi masih ada yang pinjam komputer di wali murid dan sekolah lain,a�? kata Sukran.

Dari data Dikbud NTB, sebanyak 33.171 siswa yang terdiri dari 303 SMA di NTB melaksanakan UNBK. Rinciannya,A� 153 SMA negeri dan 150 SMA swasta. Sementara jumlah siswa MA yang akan mengikuti ujian sebanyak 20.012 orang yang terdiri dari 499 MA. Rinciannya 17 MA negeri dan 482 MA swasta.

Guna menghindari kendala pada UNBK, Sukran sudah melarang pihak sekolah menyambungkan internet ke komputer server. Tujuannya agar komputer tersebut tidak terkena virus. a�?Kita minta offline kan dulu,a�? terang Sukran.

Komputer Sekolah Dicuri

Sementara itu, jelang ujian, salah satu SMA di Dompu kehilangan komputer dan server. Kondisi ini tentunyaA� membuat sekolah panik. a�?Ya memang kami dapat informasi dari Whats App (WA) SMA Arrahmah Dompu kemalingan beberapa waktu lalu,a�? aku Sekretaris Panitia UN NTB H Aidy Furqan.

Meski demikian, permasalahan fasilitas laptop di SMA Arrahmah Dompu sudah teratasi dengan meminjam di sekolah lain. Sekadar diketahui, laptop dan server SMA Arrahmah Dompu digondol maling menjelang ujian yang membuat pihak sekolah dan dinas panik. Sebab, kejadian ini terjadi menjelang ujian.

a�?Kita sudah meminta sekolah lain di Dompu agarA� membantu SMA Arrahmah,a�? kata pria yang juga menjabat Kabid GTK Dikbud NTB ini.

Kehilangan komputer menjelang ujian bukan kali ini terjadi. Namun tahun-tahun sebelumnya juga terjadi di beberapa sekolah di Mataram. Seperti di SMKN 8 Mataram.

Menurut Aidy, gawe nasional ini sebagian besar masyarakat tahu. Bahkan beberapa orang memanfaatkan gawe nasional ini untuk melakukan hal yang tidak-tidak. Jadi ia meminta agar sekolah melakukan penjagaan ketat di ruang ujian yang ada komputer dan laptop. a�?Harus ada yang jaga komputer tempat ujian di setiap sekolah,a�? ujarnya.

a�?Bila perlu tambah dia, sekolah melakukan penjagaan berlapis, terutama pada malam hari. Pegawai harus berjaga di sekolah untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Kita kerja ekstra lah minggu ini,a�? tukas Aidy. (jay/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka