Ketik disini

Headline Tanjung

Jangan Sampai Hanya Jadi Pajangan! Baru 11 Produk UKM Masuk BUMDes Mart

Bagikan

TANJUNG– Komisi II DPRD Lombok Utara meminta dinas terkait segera melakukan pembinaan terhadap usaha kecil A�menengah (UKM). Terutama yang belum memenuhi syarat agar produknya bisa dipasarkan melalui BUMDes Mart. Karena saat ini porsi produk lokal yang masuk di BUMDes Mart baru 10 persen.

Ketua Komisi II DPRD Lombok Utara Tusen Lasima mengungkapkan, produk UKM yang masuk di BUMDes Mart memang masih sangat sedikit. Hal ini disebabkan beberapa produk belum memenuhi syarat, misalnya dari segi pengemasan. a�?Mau dipaksakan masuk juga tidak bagus. Nanti malah hanya jadi pajangan saja dan tidak ada peminatnya,a�? ujarnya, kemarin (9/4).

Menurut Tusen, BUMDes Mart ini awalnya dibentuk untuk menampung produk UKM lokal. Ini sebenarnya sejalan dengan program wirausaha baru. Produk dari wirausaha baru ini diharapkan juga bisa mengisi BUMDes Mart. a�?Tidak bisa dipungkiri produk pabrikan juga harus masuk dan dikawinkan dengan produk UKM, karena kalau tidak pasti sepi,a�? tandasnya.

Politisi PDI Perjuangan ini berharap ke depannya porsi produk lokal UKM bisa lebih banyak masuk. Caranya dinas terkait sekarang menindaklanjuti produk-produk lokal yang belum memasuki kriteria layak jual. Beberapa kriteria yang perlu ditingkatkan dari produk lokal ini misalnya dari segi higienis, kemasan, tampilan kurang menarik, dan sejumlah sertifikasi lainnya.

Di tingkat masyarakat sekarang tidak ada inovasi. Jika ada makanan olahan yang laku, pelaku ikut menirunya. a�?Seharusnya ada terobosan, di sinilah peran pemerintah untuk memberi pelatihan terhadap produknya,a�? katanya.

Lebih lanjut, Tusen mengatakan, saat ini pasar atau tempat bagi pelaku UKM sudah disiapkan yakni BUMDes Mart. Sekarang tinggal bagaimana pelaku lokal memanfaatkannya. Dinas harus terus membina pelaku UKM lokal ini. Jangan sampai pelaku lokal ini justru memproduksi produk yang sama tanpa inovasi.

Terpisah, Kepala DP2KBPMD Lombok Utara Kholidi Halil mengungkapkan, dari 100 produk UKM lokal yang dipamerkan beberapa waktu lalu, baru 13 yang memenuhi syarat masuk ke BUMDEs Mart untuk dipasarkan. Hal inilah yang menyebabkan porsi produk lokal di BUMDes Mart masih kecil yakni 10 persen. a�?Target kami sebanyak-banyaknya produk lokal bisa masuk, minimal 50-50,a�? katanya.

Kholidi menjelaskan, dari 87 produk yang belum lolos terbagi dalam dua klasifikasi yakni kelas B dan C. Produk yang berada di kelas B, berarti masih ada beberapa syarat yang belum terpenuhi dan akan didorong untuk dipenuhi agar bisa masuk dalam kelas A seperti 11 produk yang lolos. a�?Sekarang tinggal ditindaklanjuti Diskop untuk produk yang masuk kelas B ini agar bisa masuk di BUMDes Mart,a�? katanya.

Diungkapkan Kholidi, dari lima BUMDEs Mart yang dibentuk pada 2017 lalu, baru tiga yang sudah beroperasi. Yakni BUMDes Mart Gondang, BUMDes Mart Pemenang Barat, dan BUMDes Mart Kayangan. Sementara dua unit lainnya yakni BUMDes Mart Sokong dan BUMDes Mart Anyar belum beroperasi.

Belum beroperasinya dua BUMDes Mart ini dikarenakan masih kesulitan pembiayaan dalam pengadaan barang. Karena anggaran pengadaan barang ini dianggarkan pada 2018, yang seharusnya dianggarkan pada 2017.

Pada 2017 lalu dua desa ini ada program lain sehingga baru dianggarkan 2018. Tapi ke depan untuk BUMDes Mart yang akan dibentuk, harus dibuatkan komitmen terlebih dulu terkait penganggaran modal barang. a�?Paling tidak desa yang akan dibangun BUMDEs Mart sudah menganggarkan belanja modal di anggaran perubahan tahun sebelumnya,a�? pungkasnya. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka