Ketik disini

Headline Politika

Ali BD: Keikhlasan membuahkan Iman dan Ilmu

Bagikan

SELONG-Calon gubernur NTB independen Ali BD terus mendapat undangan bersilaturahmiA� dari masyarakat. Terlebih saat ini memasuki Bulan Rajab atau yang identik disebut sebagai bulan Isra Mia��raj. Dari satu tempat ke tempat lain, mulai dari Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, hingga Kota Mataram. Ali BD mengaku ia tidak pernah lelah, keikhlasan untuk menyambung silaturahmi dengan masyarakat dikatakannya akan memberi kekuatan.

a�?Saya ke Gereneng, ke Sayang-Sayang, Banyumulek, Lombok Tengah, saya tidak pernah istirahat. Inilah yang disebut keikhlasan. Hanya karena dengan keikhlasan inilah kita mendapat kekuatan dan mendapatkan hadiah dari Allah SWT yakni iman dan Islam yang kuat,a�? ungkap Ali BD ketika menghadiri acara Isra Miraj di Desa Semaya kemarin (10/4).

Keikhlasan ditegaskan pria yang akrab disapa Amaq Asrul menjadi modal penting yang harus dimiliki oleh umat Islam. Khususnya Suku Sasak dan masyarakat NTB. Karena inilah yang membuat umat Islam Suku Sasak dikatakannya menjadi yang terbaik di dunia. Karena mereka ikhlas dalam berbuat kebaikan tidak pernah mengharapkan imbalan apa pun.

Bagaimana pun kesulitan hidup atau ekonomi yang mereka hadapi, keikhlasan masyarakat Muslim dikatakannya tetap kokoh dan melekat. Mereka dibentengi oleh ulama, tuan guru dan tokoh masyarakat yang selalu berbuat ikhlas menuntun jamaahnya. a�?Tidak ada dari kita yang menjual agama. Karena berkat keikhlasan kita, Allah membayarnya dengan iman dan ilmu yang kuat,a�? ucap Amaq Asrul.

Menjalin silaturahmi dikatakan Ali BD tidak mesti karena diniatkan momentum pilkada. Namun demikian, tidak lantas karena momen Pilkada masyarakat justru takut menyambung silaturahmi dengan pihak manapun. Di manapun ia berada, Ali BD selalu mempersilakan kepada masyarakat mengundang siapa pun untuk bersilaturahmi.

Ia tidak ingin masyarakat takut ketika salah satu calon kepala daerah hadir bersilaturahmi dengan masyarakat, maka calon lain tidak boleh datang. Justru, masyarakat dikatakan Ali BD harus menerima semua calon dengan baik. a�?Karena itu adalah tata krama dan adat istiadat kita sebagai masyarakat Sasak. Siapa pun yang datang harus kita terima dan sambut dengan baik,a�? jelasnya.

Baginya, pilkada adalah nomor sekian tetapi ukhuwah islamiyah dan jalinan silaturahmi yang utama. Pria yang akrab disapa Sang Pendobrak tersebut tidak ingin hanya karena pilkada, masyarakat tercerai berai. Sebaliknya, ia mendorong momentum pilkada justru harus menguatkan agama masyarakat.

a�?Di manapun saya berada, saya tidak pernah meminta untuk dipilih. Masyarakat sudah cerdas menentukan siapa pemimpinnya. Yang terpenting adalah silaturahmi harus terjaga,a�? ujar pria yang juga dikenal dengan sebutan Amaq Kake itu.

Begitu juga ketika Ali BD beramal untuk pembangunan masjid, atau lembaga pendidikan atau yayasan tertentu. Ia meminta itu jangan disalahartikan karena akan merusak amal jariah seseorang yang sudah ikhlas berbuat.

a�?Sekalli lagi, apa pun yang kita lakukan harus kita ikhlas. Karena jika kita tidak ikhlas itu akan sia-sia. Sebaliknya, jika semua dilakukan dengan ikhlas, itu akan membuahkan iman dan ilmu,a�? tegasnya mengingatkan kembali kepada masyarakat.

Momentum Pilkada juga dikatakan Ali BD bukan ajang untuk saling menjatuhkan. Yang jauh lebih penting justru untuk mencari yang terbaik dari semua figur yang dikatakannya baik. Kalah menang menurutnya adalah persoalan hal yang biasa dalam Pilkada. Tidak perlu disikapi dengan berlebihan.

a�?Saya pernah nyalon bupati dan kalah, tahun 1999 saya jadi Calon Wali Kota Mataram, saya kalah dua suara, saya biasa saja. Nggak kita buat sakit hati, nggak buat dendam dan permusuhan ketika kita kalah,a�? jelasnya.

Hati yang ikhlas dikatakan Ali BD selain akan membuahkan iman dan Ilmu justru akan memberikan ketenangan batin dan jiwa. Sehingga tidak perlu ada yang terlalu dihebohkan dalam pilkada.

a�?Karena semuanya adalah semeton saya. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita menjaga kemurnian jiwa dan niat yang baik,a�? tandasnya. (ton/r8/*)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka