Ketik disini

Metropolis

OJK Pastikan Memilih Pucuk Pimpinan Terbaik Untuk Pengurus PT Bank NTB Syariah

Bagikan

DENPASAR-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan akan merekomendasikan ke pemegang saham dan memilih pucuk pimpinan terbaik untuk menjalankan PT Bank NTB Syariah. Hal ini untuk memastikan keberlanjutan operasional jangka panjang PT Bank NTB Syariah setelah konversi.

“Yang jelas pengurus Bank NTB Syariah harus lulus fit and proper test sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Kalau tidak qualified bisa digugurkan dan pemegang saham harus kembali merekomendasikan,” kata Kepala OJK Regional VIII Bali Nusra Hizbullah usai melakukan pengecekan pembekalan SDM Bank NTB di Bank Syariah Mandiri (BSM) Denpasar, kemarin (10/4).

Menurutnya dalam penentuan calon pengurus PT Bank NTB Syariah nantinya OJK tidak akan teroengaruh dengan keinginan pemegang saham. Ini untuk menjamin kualitas perbankan bisa baik dan tumbuh setelah konversi nantinya. “OJK selalu menginginkan yang nanti mengurus dan memimpin Bank NTB Syariah yang terbaik,” tambahnya.

Sejauh ini proses konversi Bank NTB terus dikebut dan mengejar bisa go live pertengahan tahun ini. Bahkan 29 Maret lalu Bank NTB telah melakukan pengajuan izin operasional ke OJK termasuk pengajuan nama calon pengurus PT Bank NTB Syariah dengan mengumpulkan semua berkas sebanyak empat koper besar.

“Pengajuan izin telah diterima akhir bulan lalu dan akan segera diperiksa untuk mempercepat proses,” kata Kepala OJK NTB Farid Faletehan saat diskusi dengan jajaran media terkait perkembangan pengajuan izin operasional PT Bank NTB Syariah di Denpasar.

Ia menerangkan setelah secara resmi Bank NTB mengajukan izin operasional konversi ke syariah maka jadwal perencanaan sudah terbentuk. Sambil menunggu perda prosesnya pun terus berlanjut dengan adanya jadwal. Proses pertama Minggu lalu telah dilakukan pelaporan konversi sudah sampai mana dan harus ada yang diperbaiki. Dimana dalam proses pertama ini ditemukan yang harus diperbaiki sampai dengan batas 20 April mendatang. Dilanjutkan dengan Manajemen diminta untuk mempresentasikan secara komprehensif proses sebelum konversiA� dan setelah konversi seperti apa yang dijadwalkan 16 April mendatang di Jakarta. Setelah di Jakarta hingga akhir Bulan April 2018 akan dilakukan pemeriksaan oleh OJK terkait IT, operasional, dan sistem kontrolnya untuk mengetahui kesiapannya. “Diharapkan semoga ini tidak molor,” terangnya.

Bila hasil hingga Akhir April OK dan siap setelah dilakukan perbaikan, maka akan dilanjutkan proses fit and proper test para pengurus yang direncanakan akan dilakukan awal Mei 2018. Pelaksanaan fit and proper test pengurus Bank NTB Syariah bisa dilakukan di Jakarta, Bali, dan daerah lainnya karena peserta banyak jadi harus paralel. Proses akhir ini yang panjang karena membutuhkan waktu satu bulan lebih. “Bila pemeriksaan dan fit and proper test tidak ada masalah maka diperkirakan awal atau pertengahan Juni 2018 sudah operasional,” imbuhnya.

Sejauh ini, calon pengurus PT Bank NTB Syariah yang diajukan ke OJK untuk fit and proper test sebanyak 18 orang. Di antaranya Direksi diajukan 9 orang dengan kebutuhan 5 orang. Komisaris diajukan 4 orang dari internal dan ekternal dengan kebutuhan 4 orang. DPS diajukan 3 orang dengan kebutuhan 2 orang, dan calon direktur utama ada 2 orang, dengan kebutuhan 1 orang. “Pokoknya OJK pilih yang terbaik,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Bank NTB H Komari Subakir mengatakan Bank NTB terus membangun kompetensi dari seluruh jajaran yang dimulai sejak beberapa bulan lalu. Peningkatan kompetensi dilakukan kepada front liner, tresury, dan analis pembiayaan. Program ini dilakukan di Bank Syariah Mandiri baik di Jakarta, Surabaya, Bali, dan Mataram. Dalam program intensif ini penambahan wawasan dilakukan kepada 75 karyawan yang mengikuti program dengan berkelanjutan. “Bulan April 2018 ini sudah bisa selesai semuanya peningkatan sumber daya insani,” katanya.

Sementara Dewan Komisaris Bank NTB H Muhammad Nur mengatakan esensi peran komisaris untuk memastikan proses konversi termitigasi dengan baik. Artinya tata kelola bank harus menjadi perhatian penting semuanya dan harus dimitigasi termasuk mengamati apa risiko yang bisa terjadi dengan konversi ini ke Bank NTB. Konversi ini diikhtiarkan untuk lebih baik maka persiapan berbagai instrumen terutama Sumber Daya Insani dan aplikasinya harus bisa diparipurnakan.

“Sehingga nanti begitu konversi sudah benar-benar siap. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung konversi ini,” tandasnya. (nur/r8/adv)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka