Ketik disini

Headline Praya

Lahan KEK Kembali Bermasalah

Bagikan

PRAYA-Keluarga besar Minarni, eks pemilik hotel Lombok Baru di Desa Kuta, Pujut Lombok Tengah dan puluhan warga Dusun Gerupuk Desa Sengkol, menyerbu lahan ITDC. Mereka merobohkan pagar, hingga membangun tembok pembatas lahan. Itu dilakukannya, karenaITDC dianggap  belum menyelesaikan kewajibannya kepada pemilik lahan.

Aksi itu berlangsung, Sabtu (14/4) lalu. Pihak ITDC pun, tidak ada yang turun menemui mereka. Kecuali, Satpam ITDC saja. Pantauan Lombok Post, warga dengan leluasa merobohkan pagar-pagar yang berdiri diatas eks bangunan hotel Lombok Baru. Para personel keamanan ITDC pun, tidak bisa berbuat banyak. Mereka hanya bisa melihat saja.

Itu karena, keluarga besar Minarni membawa bukti dokumen sertifikat tanah, di atas eks hotel Lombok Baru, yang dirobohkan Pemkab tahun 2014 lalu. “Kalau ada yang berani menghalangi saya, maka saya laporkan ke Mabes Polri, bahkan KPK,” tegas Minarni, dengan nada berapi-api.

Ia menekankan, bangunan hotelnya boleh saja dirobohkan pemerintah. Namun, bukan berarti tanahnya seluas 1,71 hektare (ha) diambil begitu saja. Karena, tanah tersebut sudah memiliki sertifikat resmi, yang diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Praya, tertanggal 27 November 2004.

Karena ditemukan dua sertifikat, lanjut Minarni maka BPN pun melakukan penelusuran, hingga sertifikat yang menyebutkan penguasaan lahan seluas 6 are, dinyatakan batal demi hukum. Kecuali, sertifikat diatas 1,71 ha itu saja. “Pihak ITDC pun mengakui, sehingga mereka meminjam lahan kami untuk drop bangunan proyek,” bebernya.

Hanya saja, sesal Minarni ditengah perjalanan, pihak ITDC justru memagar lahan miliknya. “Apa-apaan ini,” cetusnya, didampingi kuasa hukumnya Nurdin SH dan tim advokasi Ikhsan Ramdhani.

Ia pun menantang ITDC, guna menunjukkan HPL di atas lahan miliknya tersebut. Ia juga menantang ITDC, agar bersama-sama menempuh jalur hukum. “Kami akan mengajukan gugatan perdata,” sambung Nurdin SH.

Bila perlu, tambahnya gugatan pidana. “Karena ini namanya dugaan penyerobotan lahan,” sambung Ikhsan Ramdhani, tim advokasi yang juga Ketua Formapi NTB tersebut.

Ditempat yang berbeda keluarga besar Sabarudin, warga Dusun Gerupuk Desa Sengkol memasang pagar dan tembok pembatas, antara lahan milik ITDC dengan lahan yang diklaimnya. Luasnya mencapai 85 are. Bagi Sabarudin, luas lahannya tersebut memang tidak seberapa, tapi lokasinya dekat pantai Aan.

“Kami punya bukti atas lahan ini. Kami pun siap melawan ITDC secara hukum,” tegas salah satu tokoh masyarakat Dusun Gerupuk tersebut.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka