Ketik disini

Selong

Masih Banyak Jukir Nakal, Pjs Bupati Minta APH Bertindak

Bagikan

SELONG-Potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pengelolaan parker di Lombok Timur (Lotim) cukup besar. Namun, pengelolaannya belum optimal. Buktinya, masih terdapat juru parkir (jukir) nakal yang tidak mematuhi aturan.

Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas perhungan (Dinas) Perhubungan Lotim Wayan Tarta  mengakui masih terdapat pemungutan retribusi di luar ketentuan. Dia mengaku sudah beberapa kali memperingati para pengelola, namun para jukir tak juga sadar. ”Kita sudah sosialisasikan dan menegur mereka. Tapi, masih saja terjadi,” kata Tarta kepada media, Jumat  (15/4).

Ia mengingatkan, pengelola parkir yang menarik retribusi melebihi ketentuan, itu sudah masuk dalam ranah pungli atau melanggar aturan yang ada. Artinya, perbuatan yang dilakukan Jukir tersebut sudah masuk ke dalam ranah pidana. ”Jangan macam-macam,” ancamnya.

Dia mengaku, pihaknya seringkali melakukan pengawasan terhadap para pengelola tukang parkir tersebut,dengan memberikan penekanan untuk menarik retribusi sesuai yang tertera dalam perda.

Dia mengimbau masyarakat tidak memberikan uang lebih diluar ketentuan parkir. Seringkali dilihat dilapangan, masih banyaknya masyarakat  yang berikan uang parkir lebih. “Seharusnya masyarakat menyiapkan uang parkir yang pas,dengan tidak memberikan uang lebih sehingga inilah yang membuat petugas parkir seenaknya melakukan pungutan,” tandasnya.

Terpisah Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Lotim H Ahsanul Khalik mengatakan jika ada pengelola atau petugas parkir yang melakukan penarikan retribusi diluar ketentuan perda itu sudah melanggar aturan yang ada. Seharusnya apapun alasannya harus melakukan penarikan sesuai aturan yang ada.

” Kami minta agar Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera menyikapi permasalahan ini, karena dianggap sudah masuk pelanggaran,” tandas Ahsanuk Khalik. (arl/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka