Ketik disini

Selong

Selepas Wudu, Nur Gantung Diri

Bagikan

MATARAM– Nurhayati, 22 tahun ditemukan tewas tewas tergantung di kamarnya di Dusun Pedalaman, Desa Korleko, Labuhan Haji. A�itu tak mampu diselamatkan saat ditemukan gantung diri di kamarnya. Polisi menduga mahasiswi tersebut bunuh diri.

Kasatreskrim Polres Lotim AKP Joko Tamtomo mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, Nur meninggal setelah dilarikan ke Puskesmas. Menurut keterangan saksi kejadiannya sekitar pukul 04.50 WITA.

Saat itu, korban bangun untuk melaksanakan salat subuh di dalam kamarnya. Sedangkan Ayah Nur duduk di berugak depan rumahnya. a�?Saat duduk di berugak, ayahnya melihatA� dia (Nur,Red) sedang mengambil air wudhu,a�? jelasnya.

Namun, setelah 30 menit duduk, Nur tak kunjung keluar. Karena biasanya, jika ibunya sedang sakit, Nur selalu membuatkannya kopi.

Karena ingin sekali minum kopi, ayahnya teriak memerintahkan Nur membuatkannya kopi. Namun, tidak ada sahutan dari Nur.a�?Karena tidak ada sahutan, ayahnya langsung menghampiri ke kamarnya,a�? jelasnya.

Sontak, ayahnya kagetA� dan melihatA� kondisi Nur lemas tergantung menggunakan jilbabnya yang diikat di ventilasi kamarnya. Dengan sigap, ayahnya langsung menurunkan Nur ke atas kasur. a�?Ayahnya teriak meminta tolong,a�? ujarnya.

Teriakan ayahnya memancing warga. Seketika itu, Nur langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat. a�?Namun, Nur yang sudah lemas tidak bisa tertolong dan dia pun meninggal,a�? bebernya.

Dari hasil visum, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh Nur. Sehingga, disimpulkan ini murni bunuh diri. a�?Memang dia bunuh diri,a�? ujarnya.

Namun demikian motif bunuh diri tersebut A�belum bisa disimpulkan.

MATARAM– Nurhayati, 22 tahun ditemukan tewas tewas tergantung di kamarnya di Dusun Pedalaman, Desa Korleko, Labuhan Haji. A�itu tak mampu diselamatkan saat ditemukan gantung diri di kamarnya. Polisi menduga mahasiswi tersebut bunuh diri.

Kasatreskrim Polres Lotim AKP Joko Tamtomo mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, Nur meninggal setelah dilarikan ke Puskesmas. Menurut keterangan saksi kejadiannya sekitar pukul 04.50 WITA.

Saat itu, korban bangun untuk melaksanakan salat subuh di dalam kamarnya. Sedangkan Ayah Nur duduk di berugak depan rumahnya. a�?Saat duduk di berugak, ayahnya melihatA� dia (Nur,Red) sedang mengambil air wudhu,a�? jelasnya.

Namun, setelah 30 menit duduk, Nur tak kunjung keluar. Karena biasanya, jika ibunya sedang sakit, Nur selalu membuatkannya kopi.

Karena ingin sekali minum kopi, ayahnya teriak memerintahkan Nur membuatkannya kopi. Namun, tidak ada sahutan dari Nur.a�?Karena tidak ada sahutan, ayahnya langsung menghampiri ke kamarnya,a�? jelasnya.

Sontak, ayahnya kagetA� dan melihatA� kondisi Nur lemas tergantung menggunakan jilbabnya yang diikat di ventilasi kamarnya. Dengan sigap, ayahnya langsung menurunkan Nur ke atas kasur. a�?Ayahnya teriak meminta tolong,a�? ujarnya.

Teriakan ayahnya memancing warga. Seketika itu, Nur langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat. a�?Namun, Nur yang sudah lemas tidak bisa tertolong dan dia pun meninggal,a�? bebernya.

Dari hasil visum, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh Nur. Sehingga, disimpulkan ini murni bunuh diri. a�?Memang dia bunuh diri,a�? ujarnya.

Namun demikian motif bunuh diri tersebut A�belum bisa disimpulkan.A� (arl/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka