Ketik disini

Headline Metropolis

Tour de Lombok Mandalika Berakhir Manis, Pembalap Jepang Perkasa, Kolombia Juaranya

Bagikan

MATARAM-Etape ketiga Tour de Lombok Mandalika berakhir, kemarin (15/4). Rute yang dilalui para pembalap tidak terlalu menantang dibanding etape I dan II.

Di etape I, para pembalap menempuh jarak sejauh 84,4 kilometer (km) dengan rute Kuta Mandalika-Mataram. Sementara etape II tidak kalah seru. Pembalap menempuh start dari Islamic Center NTB Mataram lalu menuju Pemenang Lombok Utara, Praya Lombok Tengah, dan finish di Sembalun, Lombok Timur, dengan jarak tempuh 172,4 km.  Di etape terakhir, para pembalap mengelilingi Kota Mataram dengan jarak tempuh 110 km.

Di etape terakhir tersebut, para pembalap lebih banyak sprint. Maklum, tidak ada tanjakan yang terlalu menantang di rute terakhir ini. Finishnya pun dilakukan dengan bergerombol.

Start yang dimulai pukul 09.00 Wita itu berlangsung riuh. Terlihat, pemenang etape sebelumnya, M Zamawi Azman mengenakan jersey red and white di paling depan.

Setelah panitia menghitung mundur, 3,2,1 dan balapan dimulai. Sebanyak 86 pembalap dari 18 tim berlomba menjadi yang tercepat.

Di lap pertama, para pembalap masih seperti rombongan awal. Baru pada lap ketiga, satu persatu pembalap terpisah dari rombongan.

Terlihat hingga lap kelima, pembalap asal Indonesia Azman yang membela tim Sapura Cycling tim Malaysia berada paling depan. Posisinya bertahan hingga lap ketujuh.

Di lap kedelapan, persaingan semakin sengit. Semua pembalap saling membuntuti di belakang. Membentuk barisan ke belakang sesuai dengan timnya.

Saat final lap, terlihat dari Jalan Langko tepatnya di depan SMPN 1 Mataram, barisan itu bubar. Para pembalap melakukan adu sprint.

Hingga garis finish, pembalap asal Jepang Shiki Kuroeda yang membela Aisan Racing Tim dengan catatan waktu 2 jam, 39 menit, 39 detik. Diikuti pembalap Malaysia Anuar Manan dari AMSKIN Racing Forca yang selisih waktunya hanya berbeda 3 detik. Di posisi ketiga diraih Aiman Cahyadi dari Sapura Cycling Team dengan perbedaan waktu 6 detik dari peringkat pertama.

Berdasarkan hasil penilaian commisairre (wasit/tim penilai) juga mengeluarkan beberapa kategori lomba. Pada kategori Best Indonesia Team diraih tim KFC, disusul di urutan kedua Advan Customs Cycling Team, dan posisi ketiga PGN Road Cycling Team.

Di kategori Team General Classification, tim asal Malaysia Sapura Cycling Team  menjadi yang terbaik, disusul tim KFC asal Indonesia, dan tim Ukyo dari Jepang.

Sedangkan di kategori raja tanjakan, pembalap asal Indonesia M Zamawi Azman mendapatkan penobatan itu dengan mengemas 35 poin. Disusul pembalap Kolombia Wilmar Jahir Perez Munoz dari Sapura Cycling Tim dengan 20 poin, dan diurutan ketiga diraih pembalap Kolombia Alvaro Raul Duarte Sandoval dengan 16 poin.

Sedangkan pembalap yang menjadi raja sprinter atau mendapatkan Teal Jersey diraih Aiman Cahyadi asal Indonesia dengan 24 poin, disusul Alvaro Raul Duarte Sandoval dengan mengemas 21 poin, dan di posisi ketiga, diraih Shiki Kuroeda dari Jepang dengan mengemas 17 point.

Meski di etape III pembalap Jepang tampil perkasa, namun berdasarkan seluruh klasifikasi, tim commisierre menetapkan  pembalap Kolombia Alvaro Raul Duarte Sandoval sebagai juaranya. Dengan total catatan waktu 9 Jam 44 menit, 9 detik. Disusul pembalap Indonesia M Zamawi Azman dengan total catatan waktu 9 jam 45 menit 2 detik. Di posisi ketiga diraih pembalap Kolombia Wilmar Jahir Perez Munoz hanya selisih 1 menit 45 detik dari catatan waktu Azman.

Usai balapan, pembalap Kolombia Alvaro Raul Duarte Sandoval mengatakan, dirinya sangat senang bisa menyelesaikan semua etape di Tour de Lombok Mandalika. Dia mengaku, balapan tersebut cukup menantang dan memacu adrenalin. “Apalagi di etape kedua cukup berat. Tanjakan tajam harus dilewati,” katanya menggunakan bahasa Kolombia.

Selama pelaksanaan lomba, tidak ada persoalan yang mengganggunya. Jika balapan ini digelar lagi, dirinya memastikan akan kembali datang.”Saya akan persiapkan diri lebih matang lagi,” ucapnya.

Sementara pembalap Indonesia M Zamawi Azman mengatakan, dia sudah dua kali mengikuti balapan tersebut. Namun, tahun lalu dia belum bisa menjadi juara. ”Syukur tahun ini bisa mempersembahkan juara,” ujarnya.

Event tersebut cukup bagus. Pelayanan kepada pembalap semua terpenuhi. Tak hanya itu, jalanan juga mulus dan lancar. ”Ini event harus dipertahankan,” ujarnya.

Menjadi juara di Tour de Lombok Mandalika menjadi modal yang bagus baginya untuk menghadapi Asian Games 2018. Karena, salah satu agenda untuk mengukur hasil latihan adalah di event ini. “Bulan depan, kita akan ke Turki dan beberapa negara di Eropa untuk mengikuti lomba,” ucapnya. (arl/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka