Ketik disini

Tanjung

Kasus Dugaan Pemalsuan Marianto P21

Bagikan

TANJUNG-Kasus yang membelit calon kepala Desa Sokong Marianto terus berproses. Setelah dilakukan penahanan beberapa waktu lalu, penyidik Polres Lombok Utara pun menuntaskan penyelidikan dengan melimpahkan tersangka ke jaksa penuntut umum (JPU). a�?Hari ini (kemarin) tahap dua yakni penyerahan tersangka dan barang bukti ke JPU,a�? ungkap Kasatreskrim Polres Lombok Utara AKP Kadek Metria, kemarin (16/4).

Dijelaskan, pelimpahan ke JPU ini dilakukan setelah berkas-berkas lengkap dan dinyatakan P21. Selain menyerahkan tersangka, polres juga menyerahkan barang bukti. a�?Tugas kami sudah selesai, sekarang tinggal JPU yang melaksanakan sidang,a�? katanya.

Marianto mulai ditahan pada 7 Maret lalu. Penahanan dilakukan A�dengan mempertimbangkan alasan subjektif yakni tersangka dikhawatirkan menghilangkan barang bukti, melarikan diri, dan mengulangi perbuatan pidana.

Sementara secara objektif, penahanan dilakukan sesuai pasal 21 KUHP perkara dengan ancaman hukuman lima tahun atau lebih bisa dilakukan penahanan.

Metria menambahkan, kasus yang menjerat Marianto adalah diduga memberikan keterangan palsu di atas akta otentik dalam surat pengganti ijazah sebagaimanan dimaksud dalam Pasal 266 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Untuk diketahui, Marianto merupakan calon kades yang terpilih pada Pilkades Sokong Oktober 2017. Marianto berhasil meraih suara tertinggi dibandingkan empat calon kades lainnya. Namun, Marianto dilaporkan lantaran diduga telah memberikan keterangan palsu saat proses pendaftarannya yakni tidak bisa membuktikan bahwa dirinya tamat dan memilki ijazah Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan mengganti dengan surat keterangan yang diduga palsu. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys