Ketik disini

Headline Selong

Tahun Lalu Gagal, Pengerukan Labuhan Haji Dilelang Lagi

Bagikan

SELONG-Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) tahun ini akan kembali melakukan pengerukan kolam labuh Pelabuhan Labuhan Haji. Anggaran sebesar Rp 38 miliar disiapkan untuk mengeruk kolam labuh yang sempat gagal dikeruk tahun 2016 lalu.

a�?Pengerukan dermaga sampai saat ini masih dalam proses penyusunan dokumen UKL-UPL. Ini merupakan persyaratan administrasi agar bisa diterbitkan Surat Izin Kerja Keruk (SIKK),a�? kata Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP) Lalu Muliadi.

Dalam artian, saat ini pihak ULP tengah melengkapi dokumen lingkungan. Karena persoalan ini yang sebelumnya sempat membuat terhambatnya proses pengerukan. Hingga mengakibatkan gagal terlaksananya pengerukan kolam labuh di tahun 2016 lalu. Akibat persyaratan administrasi yang tidak dipenuhi oleh Pemkab Lotim.

Sehingga pada tahun ini persyaratan administrasi tersebut disiapkan lebih awal. Termasuk segala persoalan teknis menyangkut persiapan pengerukan. a�?Misalnya hasil pengerukan itu akan terbuang kemana, itu sudah dideteksi sejak dini,a�? ucap pria yang juga menjabat Kabag Administrasi Pembangunan Setda Lotim tersbut.

Setelah dokumen lingkungan diselesaikan, Muliadi mengaku baru pihaknya akan melakukan lelang proyek ini. Karena saat ini konsultan publik sedang merencanakan proses pengerukan berkoordinasi dengan Bappeda, Dinas PU selaku leading sektor higga OPD terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan. a�?Mei sudah bisa dilelang,a�? ungkap Muliadi.

Ia mengaku pihaknya mempersiapkan persyaratan administrasi dengan matang agar tidak mengulang kegagalan sebelumnya. a�?Nanti fisiknya sudah siap mulai bekerja, tapi persyaratan administrasinya belum lengkap. Kita ingin begitu fisik siap semua tidak ada persoalan,a�? terangnya.

Sehingga segala kekurangan-kekurangan tahun sebelumnya disiapkan lebih awal saat ini. Semua proses pelelangan dilakukan berdasarkam instruksi presiden Nomor 1 tahun 2015. Muliadi mengaku pihaknya akan bekerja sesuai ketentuan yang ada.

a�?Awal Mei dilelang dan kita harapkan Mei itu juga sudah kontrak. Kapal keruk datang jadi sudah mulai langsung bekerja,a�? tandasnya.

Di tempat terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Lotim Lalu Hasan Rahman punya padangan berbeda. Ia menilai belum dilelangnya proyek pengerukan kolam labuh Pelabuhan Labuhan Haji ini akibat ada permasalahan perencanaan yang belum belum matang. a�?Kalau saya kayaknya nggak akan dilelang, karena kemungkinan menunggu APBD perubahan,a�? bebernya.

Hasan menilai untuk proyek pengerukan kolam labuh ini tidak ada Pejabat Pembuat Koitmen (PPK) yang berani mengambil tanggung jawab ini. Akibat pengalaman proyek yang selalu gagal di tahun sebelumnya. Sehingga ia meminta agar proyek pengerukan ini dikaji ulang.

a�?Kalau menurut saya harus dikaji lebih mendalam. Dipastikan dulu status dermaganya, biaya serta keuntungan yang nanti didapatkan dari Pelabuhan ini,a�? ucap dia. Politisi Golkar ini berharap jangan sampai anggaran daerah habis untuk pembangunan pelabuhan namun dampak yang ditimbulkannya tidak seberapa. a�?Supaya nggak sia-sia uang rakyat,a�? ucapnya.

Sedangkan Bupati Lotim Ali BD kepada Lombok Post menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan pembangunan Pelabuhan Labuhan Haji. Salah satunya dengan menganggarkan kembali pengerukan tahun ini. A�Pelabuhan dikatakan Ali BD merupakan gerbang pusat aktivitas ekonomi. Sehingga harus menjadi perhatian pemerintah daerah

a�?Tidak ada daerah yang maju tanpa kehadiran pelabuhan yang mendukung. Lotim satu-satunya daerah yang punya pelabuhan, belum jadi saja (dikeruk, Red) Pelabuhan Labuhan Haji sudah mendatangkan PAD miliaran, apalagi sudah dikeruk nanti,a�? pungkasnya. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags: