Ketik disini

Politika

Di Sakra, Ahyar-Mori Sindir Kepemimpinan Ali BD

Bagikan

SELONG-Pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur NTB nomor urut dua, TGH Ahyar Abduh dan H Mori Hanafi (AMAN) mengunjungi masyarakat Sakra, Lombok Timur (Lotim), Senin pekan lalu. Meski bertajuk pertemuan terbatas, acara dihadiri oleh ribuan pendukung, relawan, dan simpatisan paslon yang didukung oleh sembilan partai politik tersebut.

“Saya selalu bangga dengan masyarakat Lotim, mereka tahu mana yang terbaik,” kata Tuan Guru Ahyar (TGA) disambut riuh masyarakat.

Dalam berbagai kunjungan di Lotim, dari Keruak, Jerowaru, Sakra, Terara, Sikur, Masbagik, Aikmel, Sembalun, Pringgabaya, hingga Sambelia.Termasuk Labuhan Haji dan Selong dan kecamatan-kecamatan lain, duet AMAN selalu mendapat resposn positif. Tokoh-tokoh masyarakat berpengaruh,A� serta tokoh pemuda, dan tokoh agama melengkapi lautan massa di mana-mana pasangan ini berkampanye di Gumi Selaparang.

“Ada kesamaan dari banyak daerah ini, banyak yang kecewa dengan bupatinya,” kata TGA dan langsung diiyakan massa kala itu.

Pada pidato politiknya TGA menyampaikan beberapa hal yang terjadi di Lombok Timur. Pertama, dia menyayangkan pembangunan di daerah terpadat di NTB itu hanya dirasakan oleh segelintir kalangan saja. Itu dibuktikan dari angka kemiskinan yang masih cukup tinggi. Begitu juga dengan angka kesenjangan sosial yang menganga di Gumi Selaparang.

“Jangan mentang-mentang berasal dari kecamatan x, terus itu saja yang dibangun, dibuatkan pelabuhan dan rumah sakit,” sindirnya.

Rilis terbaru BPS NTB menunjukkan IPM Kabupaten Lombok Timur masih terpaku pada posisi delapan dari 10 kabupaten/kota di NTB. Lotim hanya sedikit lebih baik dari Lombok Tengah (Loteng) yang ada di urutan sembilan, dan Lombok Utara sebagai kabupaten baru pada urutan buncit.

“Bapak dan ibu, kalau Mataram itu peringkat satu,” katanya.

Data itu menggambarkan daerah yang dipimpin Ahyar lebih baik dalam berbagai aspek. Secara sederhana, IPM menggambarkan kondisi pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat. Dengan berada di daftar bawah, artinya masyarakat Lotim masih menghadapi tiga persoalan dasar terkait kehidupan itu.

“Kalau Ahyar-Mori terpilih, Lotim akan kami selamatkan,” tegasnya.

“Masalah pembangunan itu adalah prioritas. Mau atau tidak mau sebagai pemerintah dalam membangun daerah, jika kami terpilih, dengan janji kerja yang berpihak kepada masyarakat, permasalahan yang ada kita bisa selesaikan bersama,” kata Ahyar.

Pasangan Mori Hanafi itu juga menyoroti kondisi Lotim bagian selatan yang seolah dianaktirikan bupati. Sakra, Sakra Barat, Sakra Timur, Keruak dan Jerowaru menjadi yang paling menderita. Padahal daerah itu punya potensi dari segi pertanian dan pariwisata.

“Kalau pemimpinnya tak suka pariwisata, jangan rakyat dong yang dikorbankan,” katanya.

Pariwisata tetap harus dibangun. Terlepas siapapun bupatinya. Tidak boleh pembangunan dihalangi hanya karena keinginan pribadi.

“Semua orang harusnya suka wisata, termasuk orang tua sebenarnya butuh juga,” ujarnya.

Untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di bagian selatan Lotim, terutama permasalahan kekeringan yang sering melanda daerah ini setiap tahun, Ahyar-Mori berjanji akan membangun bendungan besar. Dua bahkan sudah disiapkan, yaitu bendungan di Pujut dan Mujur. Pemerintah siap melakukan pendistribusian air bersih dari Lombok bagian utara sampai ke bagian selatan.

“Masalah pertanian juga akan tuntas,” ujarnya.

“Permasalahan yang sering kita hadapi adalah kekeringan, kalau kita berniat untuk menyelesaikannya, ya pasti bisa. Selain bendungan kami juga siap memasang pipa untuk memanfaatkan keberlimpahan air di utara untuk dialirkan ke daerah Lombok bagian selatan,” sambungnya.

Masih menurut Ahyar kunci pembangunan ada pada pemimpin. Dia menegaskan dirinya bukanlah pemimpin yang mau menang sendiri, dia juga bukanlah pemimpin bertangan besi. Pemimpin haruslah mau mendengar dan terutama introspeksi diri.

“Jangan mentang-mentang jadi pemimpin, terus orang lain kita sebut bodoh,” katanya.

Mengatasi masalah pertanian dan kekeringan memang menjadi salah satu program dan janji kerja yang terus dicanangkan oleh pasangan Ahyar – Mori. Dalam setiap kesempatan kunjungan ke wilayah-wilayah Lombok Tengah dan Lombok Timur terutama bagian selatan, hal ini memang menjadi perhatian serius. Itu lantaran masyarakat sangat bergantung pada hasil pertanian, sementara masalah kekeringan terus saja terjadi setiap tahun, terutama di musim kemarau.

“Makanya, kalau melihat masalah harus dengan kaca mata yang terang,” katanya.

Sejumlah masyarakat yang hadir pada pertemuan terbatas ini, sangat antusias dengan rencana Ahyar-Mori dalam membangun wilayah bagian selatan ini.A� Mereka berharap, Ahyar-Mori dapat memenangkan pilgub, sehingga masalah kekeringan di selatan Lombok bisa teratasi.

“Ingat, pasangan nomor dua siap mengatasi masalah bapak dan ibu,” pungkasnya. (yuk/r4/ADV)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka