Ketik disini

Headline Metropolis

Jalan Terjal Si Anak Roti : Perjuangan Ardi Atlet Sepeda Downhill Asal Mataram

Bagikan

Ini bukti tekad membaja itu digdaya. Ini bukti prestasi bukan didominasi orang kaya!

——————–

JANUARDI barangkali tak pernah membayangkan. Ia bakal duduk di hadapan Kepala Daerah. Kepala tegak dan dada sesak oleh perasaan bahagia. Si anak roti yang doyan nonton video olah raga penuh nyali itu, kini telah bermetamorfosa sebagai salah satu putra kebanggaan kota.

Sekalipun begitu Ardi tetaplah pria pendiam. Ia lebih banyak menempelkan kedua telapak tangannya lalu menjepit dengan dua dengkulnya. Ia seperti sedang meredam grogi dan jantung yang berdegub kencang. a�?Bapak kerja hanya sebagai penjual roti,a�? kata Ardi.

Ucapannya pelan. Ia lebih memilih menekuk pandangan ke arah lantai. Sepertinya mencoba menghempaskan grogi yang sudah menggetarkan ubun-ubunnya. Anak asal Kekalik itu lalu bercerita awal mula ia mulai tertarik dengan olahraga yang tak cukup mengandalkan nyali. Tapi juga strategi! a�?Dulu suka nonton video,a�? tuturnya.

Waktu senggang ia habiskan untuk melahap video-video aksi para downhill profesional yang berhasil terekam kamera. Sekali waktu, lamunannya bergelayut, berfantasi seandainya saja ia salah satu diantara orang-orang yang berkarib dengan track maut itu.

Sampai akhirnya Ardi merasa hidupnya tak cukup hanya berhenti di hayalan. a�?Saya lalu bergabung dengan komunitas downhill yang sering latihan di bukit Korea (Gunung Sari, Lombok Barat),a�? ujarnya.

Tapi langkah Ardi nyaris terhenti saat baru pertama kali bergabung. Jangankan isi sakunya, tabungan orang tuanya pun tak cukup untuk membeli sepeda tangguh penakluk rintangan maut.

a�?Kalau yang lumayan bagus, harga sepeda downhill itu Rp 100 jutaan. Ada yang murah, Rp 35 juta,a�? tuturnya.

Ardi sempat patah arang. Lalu berpikir mencukupkan lamunannya hanya sampai menonton video downhill saja. Tapi beruntungnya Hari Purnomo pria berbadan berisi yang di kemudian hari menjadi manajernya mau meminjami ia sepeda. a�?Saya sangat senang,a�? ujarnya.

Ia kembali menata puing-puing cita-citanya yang sempat ambruk. Sekalipun bersatus sepeda pinjaman, pikiran Ardi yang sudah kadung penuh dengan aksi downhill profesional berusaha ia coba sendiri lakukan. Alhasil babak belur pun jadi kado selamat datang yang karib ia cicipi sepanjang latihan di Bukit Korea.

a�?Saya hanya berpikir pasti suatu saat bisa, saya tidak pernah berpikir saya akan celaka,a�? terangnya.

Tekad Ardi sudah kadung mengkristal bahkan membaja. Baginya track maut adalah teman. Dan teman kadang bikin bahagia, kadang pula nyakitin. Tapi karena track adalah teman maka sekalipun kerap nyakitin, ia tetap bahagia dan senang bertemu dengannya.

a�?Sebenarnya kalau sudah ketemu irama (tracknya) enak kok kayak lagi goyang,a�? jelasnya.

Cara unik berpikir si Anak Roti, justru membuat penampilannya gemilang di arena pertandingan. Pada perlombaan 76 Downhill Indonesian 2017 yang terdiri dari 5 seri, sekalipun bertatus pemain baru, Ardi berhasil menunjukan tren prestasi positif.

Ia memulai lomba dengan membawa bendera sebuah maskapai nasional, Batik Air. Mulai turun pada seri ke-3 di Kudus dan berhasil menempati posisi 8. Lalu di seri ke 4 Semarang keluar menjadi juara 5.

a�?Kemudian seri terakhir yakni seri ke 5 keluar menjadi juara 1,a�? timpal Manager Ardi, Hari Purnomo.

Sebuah catatan gemilang nan positif. Dengan raihan peringkat yang menggembirakan. Si Anak Roti tak lagi penghayal di depan video miliknya. Ia kini benar-benar seorang winner yang pantas dibanggakan di kelas kejuaraan open turnamen.

Hari sendiri mengaku iba sekaligus bangga dengan capaian Ardi. Anak emasnya itu kini punya masa depan yang bagus untuk meniti karir di open turnamen downhill yang akan dibuka lagi tahun 2018 ini.

a�?Sebentar lagi ia akan ikut turnamen seri ke-2 di Klemuk Batu Malang, Seri 2 di Subang, seri ke-4 di Wonogiri, dan seri terakhir 5 di Kudus Jawa Tengah,a�? terang Hari.

Sayangnya musim ini harus dilalui dengan berat. Ardi akan mengikuti turnamen tanpa sponsor. Ia mencoba mengadu nasib pada pihak-pihak yang punya atensi besar pada minat dan bakatnya itu. Karena itulah, kemarin Ardi bersama tiga rekannya yang lain Rangga, Firman, dan Bojes menghadap Plt Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana.

a�?Teruslah mengayuh sepeda jangan pikirkan hal-hal yang lain. Fokuslah pada prestasi,a�? pesan Mohan penuh makna.

Mohan sepertinya paham dengan baik. Dana yang dibutuhkan untuk sebuah turnamen profesional tidak sedikit. Apalagi saat ini Ardi belum punya sponsor yang tetap. KONI juga tidak bisa hanya berpikir soal downhill. a�?Karena ada cabang olahraga lain yang harus kita perhatikan juga,a�? kata Mohan.

Ardi memang harus mulai memasang kaca mata kuda. Ia harus terus menatap ke depan. Tidak boleh terganggu dengan berbagai kepentingan dan hambatan yang menghadang di samping. a�?Konsisten berbuat yang terbaik. Kalau ada turnamen berusahalah untuk jadi yang terbaik,a�? pesan Mohan.

Apalagi olahraga downhill belum punya organisasi kuat. Fakta itu menjadi ancaman sekaligus kuburan yang mematikan bagi olahraga ini. a�?Akhirnya prestasinya naik turun,a�? terangnya.

Ardi hanya perlu berpikir bagaimana mengokohkan kaki-kakinya mengentak pedal sepeda. Mengencangkan lengannya menahan stang yang menghantam terjalnya litasan downhill. Tutup mata dan telinga pada politik dan kepentingan yang justru kelak bisa mematikan presatasinya, lalu mengubur cita-citanya menjadi atlet downhill berkelas.

Lalu mengumpulkan lebih banyak nyali. Serta menyesakan pikirannya dengan strategi menaklukan lintasan. Hanya itu cara terbaiknya meniti jalan karirnya di downhill.

a�?Karena kami peduli dan tidak mau ada talenta potensial disia-siakan, karena itu saya mendorong agar Ardi dan teman-temamnya diperhatikan oleh KONI,a�? kata Firadz Pariska, Pengusaha Sukses di Kota Mataram.

Selain mendapat dukungan dari KONI, Firadz juga siap mendukung akomodasi Ardi dan teman-temannya. Sebagai pengusaha nalurinya tajam mencium aroma investasi yang bagus pada kemampuan Ardi. Sebagai warga biasa asal Kota Mataram, ia peduli akan talenta-talenta berbakat yang bisa mengharumkan nama baik Kota Mataram.

a�?Saya hanya support saja. Ya jangan sampai Ardi mengharumkan nama brand maskapai saja, tetapi kalau bisa mengharumkan nama daerah juga,a�? tutup raja advertising di Mataram ini. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags: