Ketik disini

Metropolis

Mohan: Mataram Metro Ide Provinsi

Bagikan

MATARAM-Jalan terjal nan berliku Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Mataram makin berat. Jika dihitung-hitung sejak pleno di kementerian ATR/BPN tenggat waktu 20 hari sudah berlalu. Tapi sampai saat ini titik temu antara pemerintah kota dengan pemerintah provinsi soal Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (lp2b) belum ada titik terang.

Plt Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana tak bisa menyembunyikan raut gundah saat ditanya soal ini. Sekalipun demikian Mohan, tetap yakin persoalan ini pasti selesai. a�?(Soal 20 hari itu) Itu kan formalnya untuk mencari titik temu. Tentu kalau belum ada kesepakatan ya masih ada kesempatan membahas lagi. Bukan berarti RTRW ditolak atau harus dibahas ulang,a�? kata Mohan.

Lombok Post mencoba meminta pendapat Mohan, soal selentingan kabar. Provinsi disebut-sebut sudah tidak setuju LP2B sebesar 1800 hektare (ha) dibagi ke daerah penyangga. Hal ini terlihat dari sikap provinsi yang justru mau membuka dan menambah jumlah lahan pertanian di NTB.

a�?Ndak mungkinlah di kota, mungkin maksudnya di daerah penyangga. Masa kita mau hancurkan gedung-gedung yang sudah terbangun ini,a�? cetusnya.

Menurut Mohan kota ini sudah a�?takdirnyaa�� menjadi daerah dengan core ekonomi dari pedagangan dan jasa. Justru aneh jika memaksakan kota menjadi kawasan lumbung pertanian, padahal luas provinsi hanya 61,31 kilometer (km) persegi.

a�?Ingat konsep Mataram Metro ini juga bukan kami yang buat, tapi kan provinsi,a�? tegasnya.

Jika komitmen konsep Mataram Metro diingkari, tentu ini akan menyulitkan kota. Sebab Mataram saat ini sudah kadung melaju menjadi kawasan dengan core ekonomi dari perdagangan dan saja. Ini sudah barang tentu akan membuat kota semakin dilema. Di tengah nafas investasi sangat kencang, justru terganjal oleh peresoalan LP2B.

a�?Angka 509 ha itu sudah harga mati bagi kami yang bisa kami siapkan, kalau dipaksakan sebesar itu lalu investasi mau masuk lewat mana?a�? cecarnya.

Investasi yang sudah masuk di kota, sampai saat ini dampaknya sudah sangat riil memberi lapangan pekerjaan. Hingga pada capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Mataram berhasil mencetak angka 77,84. Jauh melampaui 9 kabupaten kota yang lain.

a�?Capaian IPM ini tidak lepas juga dan merupakan bagian dari proses pembangunan kota dari pola investasi,a�? terangnya.

Di dalam IPM ada standar penghitungan yang juga melibatkan dampak investasi. Seperti standar hidup. Disamping ada komponen perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, dan pendidikan.

Sementara itu Ketua Pansus Revisi RTRW Kota Mataram HM Nur Ibrahim belum mau berkomentar panjang. Ia menjanjikan akan memberikan statement usai menghadiri undangan kementerian ATR/BPN menyangkut pembahasan RTRW kota yang buntu.

a�?Besok setelah saya kembali dari kementerian akan saya sampaikan pandangan saya,a�? janji Nur. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka