Ketik disini

Giri Menang

150 Pekerja Anak di Lobar Harus Kembali Bersekolah

Bagikan

GIRI MENANG-Sebanyak 150 anak putus sekolah asal Lombok Barat (Lobar) mengikuti program Pengurangan Pekerja Anak dan Program Keluarga Harapan (PPA-PKH) dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB. Mereka rata-rata berusia 13 hingga 17 tahun.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB Syarif Lutfim mengatakan, kegiatan ini bagian upaya pemerintah mengurangi angka pengangguran yang diawali dari anak-anak putus sekolah. Sebab, tak sedikit terjadi perdagangan dan perbudakan anak, bahkan mempekerjakan anak dengan pekerjaan berisiko tinggi.

a�?Jangan sampai kasus ini menghilangkan harapan dan masa depan anak-anak,a�? ungkap Syarif usai membuka pelatihan program PPA-PKH Tahun 2018 di aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Gunung Sari, Lobar, kemarin (20/4).

Ia menjelaskan, program pengurangan pekerja anak dalam rangka mendukung program PPA-PKH, menjadi salah satu program yang dapat dijadikan solusi untuk mengurangi jumlah pekerja anak yang berasal dari tumah tangga sangat miskin (RTSM). Program ini di desain sebagai program yang terintegrasi dengan PKH.

Program PPA-PKH, kata dia, diharapkan dapat mengurangi jumlah pekerja anak terutama yang bekerja pada jenis pekerjaan terburuk untuk anak.A�Terutama dalam meningkatkan angka partisipasi belajar bagi anak usia wajib belajar yang putus sekolah dan bekerja. Agar mereka tetap berada pada sistem persekolahan.

a�?Sehingga masa depan anak-anak dapat tertata kembali lebih baik. Sebab, tak sedikit di luar sana masih banyak anak-anak yang tidak mendapatkan kesempatan serupa,a�? katanya.

a�?Dan di sini mereka akan ditampung di sebuah shelter, untuk mengikuti pendidikan singkat dengan pendampingan selama sepuluh hari ke depan,a�? tambah Syarif.

Kepala Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Pulau Lombok Lalu Wijaman menambahkan, pendampingan akan diberikan pada anak-anak putus sekolah hingga masuk ke bangku sekolah. Dalam pelatihan ini satu pendamping membimbing sepuluh anak. Untuk Lobar sendiri, dari 150 anak putus sekolah diberikan pendamping sebanyak 10 orang.

a�?Mereka akan diberikan pendidikan sesuai strata terakhir, kalau masih di SMP kelas dua akan diingatkan kembali pelajaran-pelajarannya. Sedangkan anak-anak yang sudah usia 17 tahun, kita berikan keterampilan,a�? tutupnya. (ewi/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka