Ketik disini

Praya

DPRD Loteng Sorot Perkembangan Budidaya Ikan Air Tawar

Bagikan

PRAYA-Panitia Khusus (Pansus) DPRD Lombok Tengah tentang, LKPJ tahun anggaran 2017, menyorot kinerja Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat. Mereka melihat, kinerja dinas bersangkutan tidak sesuai target.

a�?Khususnya, menyangkut kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD),a�? kata Ketua Pansus M Humaidi, kemarin (19/4) saat melakukan tinjauan lapangan.

Kalau berbicara potensi perikanan, diakui Humaidi cukup melimpah, baik perikanan tangkap A�maupun budidaya. Hanya saja, hasilnya tidak bisa dirasakan secara menyeluruh.

Dalam bentuk, lanjut Ketua Komisi III DPRD tersebut, PAD. a�?Yang kami sorot kali ini, yaitu budidaya air tawar,a�? kata Humaidi didampingi para Anggota Pansus Lalu Muhiban, Samsul Qomar, Sukatmi, Lalu Arabiah dan HM Bintang.

Kalau melihat data lima tahun terakhir ini, bebernya budidaya air tawar terus mengalami peningkatan. Ditahun 2012 lalu mencapai 727,20 ton. Kemudian, tahun 2013 sebanyak 5.944,29 ton, tahun 2014 sebanyak 4.819,99 ton, tahun 2015 sebenyak 4.426,30 ton dan tahun 2016 lalu mencapai 29.864,05 ton.

Angka tersebut, kata Humaidi seharusnya menghasilkan pendapatan yang besar, bagi masyarakat dan pemerintah. Terlebih, DKP mengelola dua Balai Benih Perikanan (BBI) sekaligus. Lokasinya di Desa Pemepek, Pringgarata dan Kelurahan Gerunung, Praya. Per tahunnya mereka berjanji akan memberikan kontribusi PAD sebesar Rp 25 juta. Sayangnya, sejak berdiri hingga sekarang tidak menghasilkan apa-apa.

Yang menjadi pertanyaaannya sekarang, ungkap Humaidi apakah produksi benih ikan dan budidaya ikan, jalan atau tidak. a�?Karena faktanya di lapangan, sumber daya ikannya banyak. Bagaimana ini,a�? ujarnya.

Senada dikatakan Anggota Pansus Lalu Muhiban. Ia meminta pertanggung jawaban dinas bersangkutan, atas pengelolaan dan pemanfaatan BBI. Jika dipihak ketigakan, maka tetap yang bertanggung jawab DKP. a�?Kami pun akan memanggil dinas bersangkutan. Segera,a�? sambung Anggota Pansus lainnya Samsul Qomar.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka