Ketik disini

Praya

Upaya Pemkab Loteng Mempertahankan Pesisir Nambung Dipertanyakan

Bagikan

PRAYA-Sengketa wilayah Nambung antara Lombok Tengah melawan Lombok Barat, kembali menggelinding. Kalangan aparatur pemerintah desa dan dewan menilai, SKPM terkait lemah dalam mempertahankan wilayahnya.

a�?Jangankan Nambung, tanah pecatu desa saja bisa lepas. Kalah di tingkat pengadilan,a�? sesal Kepala Desa (Kades) Pengembur Supriadi Yusuf, kemarin (20/4).

Salah satu contoh, ungkapnya tanah pecatu Desa Pengembur seluas delapan hektare (ha). Warga yang mengklaim, memenangkan gugatan melawan pemerintah. a�?Ternyata, kita tidak memiliki alas hak hukum yang kuat,a�? keluhnya.

Ia pun memastikan, hal yang sama menimpa Dusun Nambung Desa Montong Ajan, Praya Barat Daya, yang kini berubah nama menjadi Dusun Pengantap Desa Buwun Mas, Sekotong Lobar. a�?Pertanyaan kami sekarang, apakah pemerintah sudah mengajukan judicial review ke MA, atau belum,a�? cetus Ketua Komisi II DPRD Loteng Samsul Qomar, terpisah.

Ia tidak ingin, pemerintah hanya gertak sambal saja. Seharusnya, sejak keputusan Kemendagri Nomor 93 Tahun 2017 diterbitkan, maka pemerintah bergerak cepat. Khususnya, bagian hukum Setda Loteng dan atau SKPM yang merasa bertanggung jawab menyelesaikan perkara yang dimaksud.

Yang pasti, tekan Qomar Pemkab Lobar memiliki Perda RTRW. Begitu pula, Pemkab Loteng. Di Perda tersebut, tertuang batasan wilayah, pemanfaatan wilayah dan sebagainya. a�?Yang menjadi pertanyaannya lagi, kok bisa Lobar berhasil mengklaim Nambung,a�? ujarnya.

a�?Kami menduga, ada oknum yang bermain dibalik sengketa batas wilayah ini,a�? sindir Qomar.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags: