Ketik disini

Selong

DPRD Lotim : Jangan Sampai Proyek Pemkab Gagal Lagi

Bagikan

SELONG-Memasuki triwulan kedua 2018, Pemkab Lombok Timur (Lotim) terus merampungkan pelelangan maupun kontrak proyek pembangunan di tahun 2018. Sejumlah proyek saat ini memang masih belum dilelang seperti pengerukan kolam labuh Pelabuhan Labuhan Haji. Namun demikian, Kabag Adiministrasi Pembangunan Lotim sekaligus Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP) Lotim Lalu Muliadi memaparkan, 60 persen proyek telah dilelang.

a�?Kalau sudah dilelang dan kontrak sudah banyak. Yang lelang dan kontrak itu rata-rata sudah 60 sampai 70 persen,a�? terangnya kepada wartawan ditemui di ruang kerjanya.

Misalkan saja proyek di Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Lalu Muliadi mengaku sejumlah proyek di dinas ini sudah dilelang dan penandatanganan kontrak. Bahkan saat ini sudah mulai memasuki tahap pengerjaan fisik. a�?Itu sudah selesai kontrak dan sudah dalam proses pembangunan seperti pembangunan Pasar Montong Gading, Montong Biak, Kotaraja, dan Pasar Kelayu,a�? terang pria yang baru pulang menunaikan ibadah umrah tersebut.

Selain di Disperindag, sejumlah proyek yang juga sudah dilelang yakni proyek di Dinas PUPR Lotim. Dimana proyek hotmix jalan baik dari Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun Dana Alokasi Umum (DAU) itu sudah selesai pelelangannya dan sudah kontrak. Termasuk juga dengan proyek pembangunan saluran irigasi saat ini di jelaskan Muliadi sudah dilelang.

a�?Di triwulan kedua ini kami sudah 60 persen lebih pelelangan dan kontrak.Tinggal bagaimana di bagian keuangan harus memakai Permenkeu yang baru. Artinya setiap kontrak inanti kami akan kirim ke pusat,a�? ucapnya.

Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya, pihak ULP dikatakan Muliadi sebisa mungkin melaksanakan setiap proyek lebih cepat. Hal ini untuk mengantisipasi adanya proyek yang gagal . a�?Dengan percepatan tentunya mengacu pada aturan yang ada. Supaya masyarakat bisa cepat merasakan hasil pembangunan,a�? ucapnya.

Namun demikian, ada juga sejumlah proyek yang saat ini masih belum dilelang. Selain proyek pengerukan Labuhan Haji, proyek lainnya yang belum dilelang yakni pengadaan paket sandang pangan bagi masyarakat miskin. a�?Karena kami saat ini masih menunggu usulan dari OPD terkait dalam hal ini Dinas Sosial Lotim,a�? jelasnya.

Setiap tahun proyek ini diketahui selalu mengalami keterlambatan dalam penyalurannya. Namun Muliadi menjelaskan pada nomenklatur itu tidak ada ketentuan paket sandang pangan harus dibagikan saat hari raya Idul Fitri bagi warga miskin. a�?Setelah lebaran pun tidak ada masalah, karena nomenklaturnya ini adalah paket sandang pangan bagi warga miskin. Jadi bukan parsel lebaran. Tapi kalau dari kami lebih cepat lebih baik. Tinggal kami menunggu usulan dari OPD terkait untuk segera pelelangan,a�? tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPRD Lotim Lalu Hasan Rahman meminta kepada pihak ULP untuk bisa belajar dari pengalaman tahun sebelumnya. ULP diminta agar jangan sampai kembali terulang sejumlah proyek pemerintah yang gagal tahun ini. Melihat tahun lalu sejumlah proyek tak bisa diselesaikan seperti revitalisasi Taman Rinjani Selong. a�?Ya harus belajar lah dari tahun sebelumnya. Jangan sampai karena proyek pemerintah gagal, rakyat yang dirugikan dan uang rakyat sia-sia,a�? pintanya. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka