Ketik disini

Giri Menang

DPT Ditolak, KPU Lobar Siap Digugat

Bagikan

GIRI MENANG-Hasil Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilbup Lobar 2018, mendapat penolakan dari pasangan HM Izzul Islam-TGH Khudari Ibrahim. Mereka berencana, melaporkan hasil tersebut kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lobar tak mempermasalahkan niatan dan langkah pasangan nomor urut satu itu. a�?Tidak masalah, orang mau gugat ya silakan,a�? ujar Ketua KPU Lobar Suhaimi Syamsuri, kemarin (23/4).

Ia menyarankan, agar pihak yang berniat melapor tidak berkomentar tak mendasar. Karena bisa menimbulkan hoax atau berita bohong. Menurutnya, siapa pun berhak menggugat, tapi hendaknya gugatan tersebut harus punya argumentasi. a�?Kalau dia punya argumentasi, itu bukan hoax. Tapi kalau dia menggugat tanpa alasan, itu hoax namanya,a�? jawabnya enteng.

Terkait data-data yang dimunculkan tim Zul-Khair di media, Suhaimi mengaku enggan menilai pemberitaan Koran. Karena sejauh ini, pihak yang kecewa tersebut belum menyampaikan ke KPU. a�?Kalau dia mau gugat KPU, (tunjukkan) ini masalahnya, maka kita akan klarifikasi,a�? imbuhnya.

Suhaimi justru mengungkapkan, pihak yang berkepentingan dengan DPT tersebut rata-rata a�?tidura�? saat penyusunan. Dan begitu ditetapkan, baru terbangun. a�?Padahal proses menjadi DPT ini sudah panjang, selalu saya imbau partai dan setiap penghubung paslon di setiap rapat. Kawal data ini, supayaA� jangan sampai ribut saat ditetapkan,a�? jelasnya.

Bahkan, dia pun menantang jika memang hasil DPT dianggap bermasalah. Pihak-pihak yang kecewa bisa menunjukkan hasil mana saja yang dianggap bermasalah.

a�?Malahan, saat penepatan DPT setiap masukan dari LO (penghubung) kita langsung kroscek dan perbaiki kalau dasarnya jelas. Kalau setelah DPT ini ditetapkan, maka itulah hasil dari daftar pemilih kita,a�? tegasnya.

Namun, jika setelah DPT ditetapkan masih ada pihak yang menganggap ada permasalahan, untuk pelaporannya dapat melalui mekanisme yang ada. Yakni, melalui Badan Pengawas Pemilu. Nantinya, Bawaslu/Panwaslu yang akan memberi rekomendasi kepada KPU untuk melakukan tindakan apa yang harus dilakukan. a�?Tapi sekarang sudah ditetapkan, maka tugas kami adalah mengumumkan DPT ini,a�? kata Suhaimi.

Terkait adanya data pemilih yang tidak sesuai dengan umur, pemilih ganda atau bahkan pemilih siluman, Suhaimi meminta tidak asal bunyi. Menurut dia, pihaknya sudah memperbaiki semua data. Begitu ada yang bermasalah, pihaknya langsung melokalisir menjadi pemilih yang masuk di model AC-KWK.

a�?Dan itu sudah terunggah di Sidalih (Sistem Data Pemilih), dan KPU RI sedang melakukan tindakan dengan Mendagri,a�? ujarnya mengklarifikasi.

Sebelumnya, Calon Bupati Lobar HM Izzul Islam memastikan tidak akan menerima hasil penetapan DPT Pilkada serentak tahun 2018 yang dilakukan KPU Lobar pada Jumat (20/4) lalu.

Alasannya, meski telah ada perubahan, kemudian ada koreksi data yang dilakukan pihak KPU setempat, namun tetap saja, data yang dijadikan rujukan berdasarkan yang dirilis oleh kepala desa.

Akibatnya, data itu masih saja mencantumkan KTP tanpa dilengkapi akta kelahiran. Parahnya lagi, tercatat banyak penerbitan KTP kepada mereka yang masuk kategori pemilih di bawah usia atau anak-anak.

a�?Dari temuan kami, itu masih merata terjadi di Lobar. Tapi, terbanyak adalah berada di dua kecamatan, yakni Kuripan dan Sekotong,a�? tegas Izzul.

Izzul menegaskan, pihaknya telah melaporkan praktek kecurangan itu pada Kemendagri di Jakarta beberapa hari lalu. Tak hanya itu, cara kerja KPU yang memvalidasi usulan penambahan pemilih melalui cek list dari kepala desa, bakal dilaporkan juga ke pihak Panwaslu Lobar.

a�?Di data kami, di Kecamatan Sekotong itu, ada kenaikan 100 pemilih setiap TPS. Ini juga sama modusnya di kecamatan Kuripan. Bukti, kami ada dan lengkap. Semuanya telah kita cek langsung di lapangan berikut pengakuan dari mereka yang masuk sebagai pemilih tambahan,a�? tandasnya. (ewi/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka