Ketik disini

Politika

Janji AMAN untuk Pemerataan Pembangunan di Pulau Sumbawa

Bagikan

MATARAM- Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTB nomor dua TGH Ahyar Abduh dan H Mori Hanafi (AMAN) berjanji meratakan pembangunan di Pulau Sumbawa. Dengan demikian, konsep NTB untuk semua akan dirasakan semua kalangan dari Lombok hingga Sumbawa.

“Kami akan buat Sumbawa dan Bima mengejar ketertinggalan dari Lombok,” ujar Ahyar.

Karena itu dia memasukkan peningkatan status dua bandara dalam program yang akan diperjuangkan. Dua bandara itu adalah Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Ill di Sumbawa, dan Bandara Sultan Muhammad Salahudin di Bima.

“Ke depan kedua bandara yang ada di Pulau Sumbawa itu harus juga berkembang seperti Lombok International Airport,a�? tegas Ahyar.

Dikatakannya, Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III di Sumbawa Besar saat ini masih merupakan bandara kelas III, yang hanya melayani penerbangan dari Sumbawa ke Lombok dan sebaliknya. Tidak dapat disinggahi pesawat besar sama sekali. Sementara di Bima, hal serupa juga terjadi. Walaupun sejatinya pesawat besar sudah ada yang bisa mendarat di bandara ini, namun runway yang kurang panjang membuat bandara ini hanya mampu melayani penerbangan antara pulau dalam provinsi saja.

“Program peningkatan kapasitas bandara di Bima dan Sumbawa milik pasangan Ahyar-Mori adalah solusi yang tepat atas permasalahan tersebut,” tegas Ahyar.

Dikatakan sang tuan guru, potensi alam di Pulau Sumbawa sangat besar. Banyak hasil laut dan bumi yang dikirim ke berbagai daerah, bahkan diekspor. Namun karena kendala transportasi itu, saat ini penjualan hasil olahan khas Pulau Sumbawa dilakukan secara estafet. Pilihannya jalur darat, laut, atau jalur udara yang sambung menyambung.

“Itu membuat beban yang dikeluarkan pengusaha meningkat, harga jadi tidak kompetitif,” ujarnya.

Dengan adanya peningkatan kapasitas dua bandara di Pulau Sumbawa tentu akan mempermudah pengiriman. Muaranya aktivitas ekonomi berjalan lebih cepat.

“Jika diberi restu oleh rakyat untuk memimpin, kami akan perjuangkan hal ini ke pusat sekuat tenaga,” ujar politisi Golkar itu.

Solusi yang datang dari program Ahyar Mori ini juga akan menjadi kabar baik bagi perkembangan dunia pariwisata di Pulau Sumbawa. Dengan peningkatan level dua bandara itu, akses wisata tentu akan menjadi lebih baik.

“Lima kabupaten dan kota di Pulau Sumbawa itu potensi pariwisatanya luar biasa, tinggal benahi sarana saja, salah satunya bandara,” kata Ahyar.

Hal itu juga sejalan dengan konsep pengembangan desa-desa wisata di seluruh penjuru Lombok dan Sumbawa. Bandara yang representatif menjadi solusi atas masalah saat ini. Dengan adanya peningkatan kapasitas bandara di Pulau Sumbawa maka seluruh masyarakat Pulau Sumbawa dapat melakukan aktivitas penerbangan ke luar provinsi dengan lebih mudah dan nyaman, juga lebih murah.

“Ini juga bentuk keberpihakan kita untuk masyarakat Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima,” jawabnya.

Wujud komitmen lain ditambahkan Mori adalah dengan rencana membangun islamic center di Pulau Sumbawa. Dengan jumlah penduduk lebih dari satu juta jiwa, 90 persen lebih pemeluk Islam, akan menjadi hal yang wajar jika dibutuhkan sarana dan prasarana peribadatan yang representatif. Pada era pemerintahan Ahyar-Mori nanti jika terpilih, islamic center juga akan dihadirkan di Pulau Sumbawa.

“Masyarakat Samawa dan Mbojo jelas membutuhkannya,” tegas Mori.

Dengan begitu tercipta kesetaraan antara kedua pulau besar di NTB ini, sesuai dengan tagline Ahyar Mori NTB untuk semua. Bangunan besar, area luas, disertai fasilitas penunjang yang memadai mulai dari tempat salat, pertemuan, ataupun kajian adalah hal penting yang akan menjadi perhatian Ahyar-Mori. Sesuai namanya, islamic center dapat menjadi pusat kegiatan Islam di Pulau Sumbawa mulai dari ibadah wajib, kajian rutin, pertemuan organisasi, sampai dengan pertemuan besar para ulama dan pemimpin.

“Pulau Sumbawa tak boleh lagi kita belakangi,” tegasnya.

Selain sebagai pusat kegiatan Islam, pembangunan islamic center di Pulau Sumbawa dipercaya akan mendatangkan berbagai keuntungan. Mulai dari menaikkan pendapatan pemerintah melalui sektor pariwisata, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan pendapatan bagi masyarakat sekitar.

Keberadaan islamic center akan menjadi daya tarik baru yang sangat besar untuk pariwisata dan memperkuat label wisata halal untuk NTB. Paling utama adalah melalui pembangunan islamic center di Pulau Sumbawa nantinya akan terjadi pemerataan pembangunan fisik dan infrastruktur.

“Itu karena komitmen Ahyar-Mori adalah NTB untuk semua,” katanya.

Program lain untuk Pulau Sumbaa adalah pengadaan rumah sakit provinsi cabang di sana. Selama ini, masyarakat lima kabupaten/kota di Pulau Sumbawa harus menempuh perjalanan panjang jika hendak memperoleh pengobatan yang lebih baik. Tak jarang banyak pasien makin menurun kesehatannya kala menempuh perjalanan beratus-ratus kilometer itu. Dengan adanya rumah sakit provinsi di sana, harapannya masalah itu bisa teratasi. Karena berstatus rumah sakit provinsi, tentunya standar dan kualitas akan dibuat terbaik.

“Ini untuk masyarakat Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Kota Bima, dan Kabupaten Bima,” tegas politisi Gerindra itu.

Dengan rumah sakit itu, diskriminasi pelayanan kesehatan akan dipangkas, bahkan dihilangkan. Karena bagi pasangan Ahyar-Mori, hak masyarakat Lombok dan Sumbawa sama.

“Semua berhak sehat, dan pemerintahan kami akan menghadirkan itu, kesehatan untuk semua,” tegasnya. (yuk/r4/adv)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka