Ketik disini

Praya

Kades Aik Berik Dilaporkan ke Jaksa

Bagikan

PRAYA-Kepala Desa (Kades) Aik Berik, Batukliang Utara (BKU) Lombok Tengah, resmi dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya, kemarin (23/4). Itu setelah, pengurus Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan warga setempat, menerima hasil audit Inspektorat. Hasilnya, ada anggaran sebesar Rp 123 juta, yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.

a�?Ada empat program kerja yang diaudit. Sehingga, ditemukan kerugian sebesar itu,a�? kata Anggota BPD Aik Berik H Rohadi, usai diperiksa sebagai pelapor di Kejari Praya.

Keempat program kerja yang dimaksud, meliputi pendidikan dan pelatihan aparatur pemerintah desa dan BPD, dengan anggaran sebesar Rp 13 juta. Faktanya, ungkap Rohadi kegiatan tersebut tidak diselenggarakan. a�?Pertanyaan kami, kemana angggaran itu digunakan. Kalau dialihkan, kok kami tidak tahu,a�? sindirnya.

Kemudian, lanjutnya pembangunan sarana dan prasarana desa sebesar Rp 37 juta. Diantaranya, pembangunan musala, ruangan pajak, pagar kantor desa dan kantor BPD. Faktanya, program yang satu itu justru dialihkan untuk pembangunan rabat jalan di Dusun Selak Aik Atas.

Berikutnya, kata Rohadi program peningkatan kapasitas masyarakat sebesar Rp 99 juta dan terakhir pengadaan material bangunan sebesar Rp 13 juta. a�?Karena, hasil perhitungan kami, kerugian negara diduga mencapai Rp 800 juta, dari total APBDes ditahun 2017 lalu sebesar Rp 2 miliar,a�? ujarnya.

Ia pun berharap, jaksa mengusut tuntas kasus tersebut. Terlebih, diduga melibatkan sejumlah aparatur pemerintah desa lainnya. a�?Saya siap dikonfrontasi dengan siapa pun. Data dan fakta lengkap,a�? tantang Rohadi.

Lebih lanjut, pihaknya pun memastikan akan mengawal sampai tuntas, persoalan yang menimpa desanya tersebut. Jika diperlukan saksi lebih banyak lagi, maka pihaknya siap mendatangkannya. Dalam pemeriksaan awal, jaksa pun memanggil dua saksi. Dipimpin langsung Kasi Intel Kejari Praya Feby Rudy.

Pemeriksaan berlangsung tertutup, dari pukul 09.30 Wita- 13.30 Wita. a�?Kita tunggu saja perkembangnnya. Karena, kami masih sebatas klarifikasi ke pelapor saja,a�? cetus Feby.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka