Ketik disini

Giri Menang

OPD Minim Inovasi, Capaian PAD Mengecewakan

Bagikan

GIRI MENANG-Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lobar di triwulan kedua mencapai 19,4 persen atau Rp 58 miliar. Angka ini sangat jauh dari harapan. Karena target PAD Lobar Rp 300 miliar. Rendahnya capaian ini lantaran inovasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil PAD yang masih kurang.

a�?Ini yang perlu kita tekan juga (PAD), karena ada yang sangat rendah, ada dari Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) juga,a�? kata Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Lobar H Lalu Saswadi, kemarin (24/4).

Ia meminta kepada OPD yang bersangkutan untuk memaksimalkan sumber PAD. Menurut Saswadi, adanya regulasi baru yang membuat beberapa sumber pajak atau PAD tidak bisa dipungut oleh daerah, bukan menjadi alasan. Sebab jika dari awal sudah mengetahui aturan itu muncul, tentunya sudah memiliki langkah untuk menyiasatinya.

a�?Tidak mungkin kan tiba-tiba aturan itu muncul, tetapi itu saya tekan kemarin (saat Rapim), kalau memang itu ada, regulasi apa itu. Kira-kira berapa persen dampaknya untuk PAD itu,a�? ujarnya.

Menyinggung rendahnya capaian PAD dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Lobar, menurut Saswadi, harusnya dinas terkait tidak beralasan dengan pindahnya kantor pelayanan mempengaruhi perolehan PAD.

a�?Katanya, karena sedikit yang datang ke Gerung mengurus perizinan, ini bukanA� alasan,a�? tegas Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB ini.

Ia tidak menginginkan dinas terkait hanya menunggu pengurusan perizinan. Namun mestinya, jika ada masa perizinan dari hotel atau restoran yang sudah kedaluwarsa harus segera didatangi untuk diperpanjang. a�?Itulah tugas yang harus dilakukan, atau ada antisipasi pendataan untuk dilakukan penagihan,a�? sambungnya.

Mantan Sekretaris DPRD Lobar ini menilai, tentunya bukan tanpa alasan kenapa banyak orang yang enggan datang mengurus perizinin. Salah satunya, pelayanan dan lamanya prosedur kepengurusan. Sehingga ia menyarankan, untuk segera memperbaiki dan mempercepat prosesnya sesuai dengan SOP.

a�?Terkait alasan pindah kantor itu, semestinya bisa disiasati dengan adanya pelayanan yang ditempatkan di daerah utara,a�? katanya. a�?Karena kita berasumsi, kondisi tiap tahun itu harus sama,a�? pungkas Saswadi.

Sementara itu, Asisten III Setda Lobar H Faturrahim mengaku, pihaknya terus memantau perkembangan capaian PAD dari ke-13 OPD penghasil PAD. a�?Memang capaian PAD di 13 OPD melamban, tetapi masih bisa dipahami itu dan kita tetap pantau setiap bulan,a�? ungkapnya.

Sedangkan Kepala Badan Penggelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lobar Joko Wiratno menganggap, capaian PAD awal tahun biasa terjadi seperti itu. Namun akan meningkat di pertengahan dan akhir tahun, seperti PAD dari penyertaan modal dan sewa lahan. a�?Nanti akan naik pada pertengahan dan akhir tahun, karena banyak pembayaran pada saat itu,a�? pungkasnya. (ewi/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka