Ketik disini

Headline Pendidikan

Ini Cara Dikbud Jaga Generasi NTB

Bagikan

MATARAM-Narkoba, hoax, radikalisme, dan korupsi menjadi musuh utama bangsa ini dalam beberapa tahun terakhir. Parahnya, empat penyakit ini mulai menyerang para pelajar. Terutama narkoba.

Karena itu, di momen hari pendidikan nasional (Hardiknas) 2018 yang akan berlangsung 2 Mei mendatang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB mengajak seluruh pelajar untuk memerangi narkoba, hoax, radikalisme, dan korupsi.

Sebagai langkah kongkret, deklarasi anti radikalisme, narkoba, korupsi, dan anti hoax pun dilakukan Sabtu (28/4) lalu di halaman kantor Dikbud NTB. Ribuan siswa-siswi SMA, SMK, dan SLB sederajat se-pulau Lombok hadir dalam acara tersebut. Tidak ketinggalan Direktur Reserse Narkoba Polda NTB Kombes Pol Yus Fadillah, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik NTB Tribudi Prayitno, Kadispora NTB Hj Husnanidiaty Nurdin, dan  Kabag Umum BNNP NTB Tasripin. Sejumlah guru juga turut hadir menyaksikan acara deklarasi tersebut.

Kepala Dikbud NTB H Muhammad Suruji mengatakan, deklarasi ini bertujuan menjaga para pelajar dari pengaruh narkoba dan radikalisme yang jauh dari ajaran agama. “Ini salah satu upaya kita menjaga generasi penerus di NTB. Butuh dukungan semua pihak, baik itu pemerintah, rekan-rekan guru, serta masyarakat semuanya,” kata Suruji di hadapan ribuan siswa.

Sementara itu Kepala Dinas Kominfotik NTB Tribudi Prayitno meminta para pelajar menjauhi narkoba, radikalisme, korupsi, dan berita-berita hoax yang belum tentu kebenarannya.  “Lihat dan kroscek sebelum disebarluaskan,” pesan Tribudi.

Ia meminta kepada siswa untuk menyebarkan berita-berita baik. Jangan sampai menyebarkan berita hoax yang membuat situasi gaduh.

Direktur Reserse Narkoba Polda NTB Kombes Pol Yus Fadillah terus melakukan kordinasi dengan BNNP memerangi narkoba. Diakuinya, sejumlah pelajar kecanduan narkoba. Ia ingin, penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar tidak menyebar. “Kami tidak ingin jumlah pemakai narkoba di kalangan pelajar meningkat,” tuturnya.

Menurut Yus, momen ini sangat bagus. Jangan sampai para pelajar terjebak. “Ingin tahu membuat kita terjebak. Narkoba membuat ketagihan,” imbuhnya.

Untuk mencegah pemakaian narkoba di kalangan pelajar, pihaknya melakukan sosialisasi bersama BNNP. Tak hanya pelajar, pegawai, bahkan polisi juga mendapat sosialisasi bahaya narkoba. “Selain itu,  kami mekakukan tes urine berkala,” imbuhnya.

Sementara itu Kabag Umum BNNP NTB Tasripin meminta agar pelajar menjauhi narkoba. Jika pelajar ingin tahu narkoba, bisa datang ke BNNP. Narkoba menurut dia, setan yang akan meracuni pemuda. “Ini akan mengincar kalangan pelajar,” kata pria berjenggot ini.

BNNP terus melakukan desiminasi untuk pencegahan narkoba. Memberikan pencerahan terus menerus akab bahaya narkoba. Terutama di lingkungan pelajar.

Saat ini, lanjut Tasripin, narkoba banyak disalagunakan para pelajar. Jika pelajar punya masalah akan lari ke narkoba. Begitu juga dengan pergaulan. Jika teman bergaulnya  pemakai narkoba, maka akan jadi pemakai juga. “Sebaliknya jika teman kita alim maka kita juga akan alim,” sebutnya.

Selain itu, BNNP terus memberikan edukasi kepada guru terkait bahaya narkoba. Bahkan membentuk satgas anti narkoba di lingkungan pendidikan. “Ini kita bentuk untuk menjaga para pelajar dari penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.

Deklarasi ini diapresiasi para pelajar. Salah satu siswi SMAN 3 Mataram Mardiana menuturkan, kegiatan ini luar biasa. Ia menganggap ini salah satu edukasi bagi dirinya untuk menjauhi narkoba.

Hal senada juga diungkapkan Mohammad Zulfikar, siswa SMAN 1 Mataram. Kegiatan semacam ini sangat bagus untuk para pelajar. Sebagai generasi penerus bangsa, siswa harus berpikir bagaimana cita-cita kedepannya bisa terwujud. Bukan mengkonsumsi narkoba.

Di sela-sela deklarasi, para pelajar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melihat pameran berbagai produk SMK. Baik itu dari sekolah pertanian, teknologi, dan lain sebagainya. (jay/r5/adv)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka