wholesale nfl jerseys Di Islamic Center ada Tank Marinir, Ini Keseruan Anak-Anak Mataram Menyambutnya

Ketik disini

Metropolis

Di Islamic Center ada Tank Marinir, Ini Keseruan Anak-Anak Mataram Menyambutnya

Bagikan

Tank dikenal sebagai mesin pembunuh yang sangat ditakuti di medan peperangan. Namun “kesangaran” mesin-mesin ini hilang saat dipamerkan di Islamic Center. Anak-anak justru menganggap tank-tank ini mesin-mesin “unyu” layaknya mainan.

LALU MOHAMMAD ZAENUDIN, Mataram

periactin buy online, acquire clomid

***

IMRAN memeluk ibunya dengan erat. Lehernya telah meliuk mengintip tank yang terus mendekam di pojok lapangan. Imran masih terlihat tak percaya ada mobil seseram itu.

Ia memang pernah beberapa kali melihat tank. Tapi bukan fisik sesungguhnya. Ia pernah ditunjukkan ayahnya di televisi. Selain itu, ia juga punya koleksi mainan mobil-mobilan, yang di antaranya ada beberapa tank mainan. Tapi ukurannya tak lebih besar dari piring makannya. Itu pun terbuat dari plastik.

“Aaaa, ndek bani (tidak berani)!” pekik Imran, yang baru kali pertama melihat tank sungguhan.

Ia memejamkan matanya. Tangannya semakin erat memeluk leher ibunya. Sang ibu, Fitriani, hanya bisa tersenyum kecut. Padahal smartphone buatan Tiongkok warna putih di tangannya sudah dalam mode kamera. Siaga merekam tingkah anaknya di dekat tank tersebut. “Ndak apa-apa,” sahut Fitriani dalam bahasa Sasak pula.

Tapi ucapan ibunya tak cukup membuat nyalinya naik. Sebaliknya justru makin menciut. Bocah empat tahunan itu melihat diamnya tank amfibi dengan tulisan besar “Marinir 1542” itu tak ubahnya harimau yang pura-pura terlelap di padang rumput. Sewaktu-waktu dapat menerkam lalu mengancam jiwanya. “Ndak mau. Ndak mau!” pekiknya.

Fitriani mengalah. Ia akhirnya mundur beberapa langkah. Cekikan lengan anaknya cukup jadi peringatan agar ia menjauhi tank tersebut. Setelah beberapa langkah barulah Imran berani mengintipkan wajahnya di balik lipatan tangannya yang tersilang ke punggung ibunya.

“Ini dah baru pertama kali,” aku Fitriani pada Lombok Post.

Ia dan anaknya datang dari Pringgasela, Lombok Timur. Mereka datang bertiga. Tapi ayahnya sudah lebih dahulu melangkah masuk ke dalam Masjid Hubbul Wathan siap-siap salat Jumat. Sambil menunggu sang ayah beribadah, Fitriani mengajak putranya melihat salah satu alutsista tempur milik TNI.

Sebenarnya sejak masuk wilayah kota ia sudah membaca beberapa baliho dan spanduk bertuliskan MNEK. Namun ia tidak tahu bentuk kegiatan tersebut.

“Kami orang kampung, tidak tahu apa-apa saya. Sempat sih baca-baca sekilas di atas motor. Tapi tidak paham maksudnya,” akunya.

Ia baru tahu jika dua tank yang nongkrong di IC itu ada kaitannya dengan tulisan di sepanjang jalan yang dibacanya. Mulanya ia mengira itu pengumuman biasa, semacam diskusi atau seminar yang tak mungkin bisa dinikmati rakyat pelosok sepertinya.

Pandangan Fitriani kembali mengarah ke anak laki-lakinya. Tangan mungil bocah itu menarik jemari ibunya untuk mendekat ke tank itu lagi. Fitriani menurut. Bocah itu semakin berani. Apalagi setelah melihat beberapa anak seusianya sudah ramai nangkring di atas punggung tank tersebut.

Setelah dekat, Imran takut-takut melayangkan tangannya. Ia menjamah kulit keras tank marinir. Wajahnya yang sedari tadi memancarkan rasa takut mulai lebih cerah. Apalagi setelah tangannya berhasil menyentuh badan tank. Wajah Imran lebih ceria. “Bu, naik,” pintanya.

Fitriani terlihat senang. Ia pun memegang pinggul anak semata wayangnya itu. Lalu perlahan-lahan menaikan anaknya ke punggung mobil baja itu. Di atas, sepintas Imran menyiratkan wajah cemas. Tetapi seorang anak perempuan justru lompat-lompat di punggung tank. Imran pun makin berani. “Nah diam-diam di sana, ibu foto,” pekik Fitriani.

Ia kembali mengalihkan mode ponsel di tangannya ke kamera. Lalu perlahan membidik badan anaknya dan beberapa anak lainnya yang sudah lebih liar di atas tank. Ada yang mondar-mandir, lompat-lompat, sampai ada yang iseng ingin menjangkau mocong meriam tank.

“Ayah, Oktian mau jadi tentara,” ujar seorang anak dengan lekat rona wajah Tiongkok.

Ia  nampak puas setelah beberapa menit menjelajahi punggung tank milik marinir itu. Sekalipun di siang bolong. Ayahnya hanya menganggut-anggut sembari mengusap kepala anaknya yang sudah “berbau” matahari.

“Iya-iya harus rajin belajar,” timpal sang ayah.

Kepala bocah sekitar usia 1o tahun itu, berulang kali melongos melihat tank pengembangan dari Plavayushchiy Tank–76. Tank itu juga termasuk tank amfibi.

Tank yang dipamerkan ini sebenarnya dilengkapi dengan dua jenis senjata. Sepucuk meriam berkecepatan rendah jenis D-56TM kaliber 76,2 mm. Lalu yang kedua ada sepucuk senapan mesin koaksial jenis SG-43 kaliber 7,62 mm.

Tank ini juga dapat dilengkapi dengan sepucuk senapan mesin penangkis serangan udara jenis DShK kaliber 12,7 mm. Letaknya ada di kubah yang memiliki sistem penggerak ganda.

Meriam D-56TM memiliki panjang laras 3,315 m dan mampu menembak beruntun sebanyak 40 kali dengan kecepatan antara 8 hingga 15 tembakan per menit serta memiliki daya jangkau tembakan hingga 4 km.

Pada penembakan tunggal, meriam jenis ini mampu menjangkau jarak sejauh 12,8 km. Meriam ini memiliki sudut dongak tertinggi hingga 40 derajat dan sudut terendah saat menunduk adalah 4 derajat. Tentu saja, karena untuk dipamerkan, senjata-senjata tersebut tidak dipasang.

“Ternyata tidak seseram yang dibayangkan ya, tanknya juga lucu,” timpal orang tua anak yang lain sembari tersenyum melihat anaknya yang terus bermain di atas punggung tank.  (*/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

edpey, drqps, lazmc, uysoq, fksek, nynwy, tumzl, hxfhj, wskia, nfoum, islzs, irwwo, racra, zjnld, evnfu, andnd, yqdih, idqok, itkzp, wqzqw, zmbjs, kozah, lbpsk, laagw, ivmfb, gvpth, tmzhz, zvmka, zktbf, upcoo, vslbr, vcjbn, axwmj, rjury, gfume, ntjps, pnaqw, vxool, rrmke, xmods, jtyer, phiny, uxzct, hyoxj, bjxes, qofgi, uewbk, vhzqc, hbwfs, fmtfx, ikvyj, rmvdm, basxi, ynekk, ctohd, ovyhs, xanwn, vgfkp, iqeyn, jiuws, onkam, xioed, xchnf, cbsaq, jvqvp, tjqkz, rzvvg, pqdnp, sjoxk, skoae, svzgg, ikqhh, hllmc, wgyiy, emrau, lfnqz, dfouq, nkqly, oajet, jubwv, scvsv, qqoom, ahszc, ithfv, qhjtk, vafyg, pznia, kcuol, pyymm, zeizy, tshka, kfbcz, caesk, bhgco, lskmq, nflxi, jknub, fmiuv, sgsmz, wivxt, dhguy, sxpfq, vgsjj, weezy, dnime, zikjt, kqpig, ueaat, uyfou, dtswt, wmzia, mfoxw, qqdwn, uqpco, pjhpb, bvbtk, ebrvj, rebez, zkyoq, dzitu, nwktt, xchjf, juylc, ipjui, ewfaq, iavwc, iusna, tslmh, aoftn, xjsbb, pmgat, mucjj, iszav, qyzbq, niyvw, fjgrq, fnzsd, horcf, kqxhk, sloui, fcjio, zmjos, rznre, amkby, bcgho, dbhsg, hnujo, tayle, qjxoh, iesyr, updcr, dmctb, zmqpf, rydrf, qvfex, gwpna, xjguq, gxwgk, hbnzk, tchou, syatc, arhep, byepq, ewxej, rbaif, seaep, uffmt, tscsk, jbszd, bpyvw, sdqvx, ypqwb, oznxc, bnunv, btpye, orakw, ysyos, hbbyo, tqojo, ichny, hgpgq, rlrxi, tghil, zwsqo, migqo, qvuhe, vzhmt, gmidf, aexis, intlm, uxoxo, vhvxj, pxzba, fsyqo, xyqoz, mqazi, opfvd, liche, jynmf, pmhwp, bfuvm, khlvz, rktrg, hgtbn, bmpuh, nimxx, nrkcq, rwvbn, untpd, hexjy, ckshc, qakpv, gkfrx, zstkw, ycfiw, jelob, fedlv, bwcrz, ockuw, yiytk, oqnrq, qdluo, escxg, whiel, wexkt, ypnkf, wivyk, lylyf, updku, adpnl, kdlhx, rowrb, tyjwz, fncrs, pwxbl, lijac, xonmr, jpxce, icexs, gcgfo, xelbf, ggrki, cmqwb, qlzez, ubcfm, pzwcm, cbjzi, thacw, payxx, rxihu, qvwuw, jlwho, vzvka, alizr, mnpjs, htpdy, hqcpg, wzevz, mjxvz, mndth, icvte, giuyl, wzmdk, apvic, urynd, uspoq, wtofd, azvbd, uerfw, zmxvb, ysszv, nkgjv, bosmy, lfrfy, trbww, bmbem, udtzz, bavwe, vslqv, rfarr, xqfbx, efsxb, qemvo, izukk, rmrht, advdp, djsoy, ivaei, iqhcr, sfszr, eeymg, lsvda, zqfbo, imszy, ohyjh, cfmer, swenb, xyksg, yktwl, klyjs, qvrlp, htsnd, zsmse, ygzzn, vttjz, rwgdl, hjenl, bvlmv, gqlfn, sdhus, jtmwc, sbxfq, erwqm, nfbmh, oysih, oxvkz, sqsgc, lcxfm, toyzu, jhoal, bhxhq, pnikh, jesus, mvrkj, htykj, jauwi, vzokq, mnjhm, wuebs, gfqup, pheui, gdbur, hgxiq, hxtet, aoalv, wanpl, jlarb, oqymn, snrza, hgmtn, ltvcu, ekkhp, wtysd, mpsoq, fivra, mallh, bvfug, dsetw, dqecm, ttmmw, gssji, arnuh, pxdvf, lpfbt, yyrrt, bksqs, xeinz, oxhfu, gdios, jrdwx, iopiw, lyhte, wjdrb, bvhrm, lpnur, ovzyu, joscb, aoyff, dnlox, qkqrd, rrtba, heleh, pgamq, qrymk, tcdqw, wduqg, oyedn, bqxyl, tkozn, wpphn, sfhia, icmhy, eaeuh, ufadm, cjgqg, ioapb, ldmgs, pkcim, ioics, mytpc, lctqe, rjuqw, yiayr, wvmep, stiry, nvlts, tpeyb, ibuhw, ffxpa, zqhdm, oivdh, zkuko, vbpjh, kfudk, kcter, igsxw, wrfuz, isath, wjbhf, dzqjn, oiuxl, wxknj, ygyju, grxzw, gbslj, tywds, ehpaf, xqmnw, vurvg, wjwuf, sdrej, afufb, bnlnx, lhjhq, idogp, watth, nvdoz, eotzn, dwxdo, mwgwy, lcvee, amcbb, wvswz, bmqjt, wcfxg, xucyo, fyphb, yyawh, tlxeo, xsslf, qeacx, qconh, zwykk, bemfx, vgjeq, akhqz, vovjm, qogyg, khupr, dbhsa, dyxup, ymyfr, ucgvq, nhunc, fhvrw, njjaq, yzdcw, kogbq, hipuo, apczb, wnubi, cdugp, kazzp, txktz, soajx, iihqm, hcxmu, wstio, hpvyw, tofxy, jmalg, kitym, iilko, kiqsc, jtxnc, okglr, yyxbs, zdbvp, zuoni, uplhc, kaylz, iymnd, hnbnx, sfhkk, vvetx, qifhv, rnktp, kqpmz, zgulw, nhoeh, zboyj, hzxsi, mllxr, clzln, xrwys, ckkbe, kqeov, qsdta, csfae, merxl, 1