Ketik disini

Bima - Dompu

Hakim Tolak Eksepsi Darussalam

Bagikan

KOTA BIMA – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bima menolak eksepsi yang diajukan penasehat hukum  (PH) terdakwa kasus tindak pidana pemilihan umum (Tipilu) Darussalam. Keputusan hakim itu disampaikan pada sidang Jumat sore, kemarin (4/5).

Sebelumnya, dalam eksepsi PH terdakwa meminta hakim untuk membebaskan terdakwa dari dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) yang dinilai palsu atau tidak benar. Berdasarkan penalaran hukum yang telah diuraikan, PH terdakwa Darussalam menilai, ketentuan pasal 72 ayat 32 UU tentang Pemilihan harus lebih diutamakan dari ketentuan Pasal 187 ayat 3 UU tentang Pemilihan. Dengan demikian, perbuatan terdakwa melakukan kampanye di tempat ibadah dan pendidikan sebagaimana yang didakwakan oleh JPU kepada terdakwa bukan merupakan tindak pidana pemilihan.

Namun, alasan tersebut tidak dapat diterima hakim dan memutuskan melanjutkan persidangan. Jaksa penuntut umum selanjutnya  mengajukan 12 saksi, namun hanya 11 yang hadir.

Saksi pertama yang dihadirkan adalah Koordinator Divisi Pengawasan Panwaslu Kota Bima Idhar. Dalam keteranganya, Idhar menerima laporan hasil pengawasan dari Panwascam Raba dalam bentuk form A. Laporan disertai dengan bukti rekaman video dan foto.

Dalam sidang tersebut, saksi memutar video rekaman yang diduga merupakan kegiatan kampanye yang dilakukan terdakwa. JPU, saksi, terdakwa dan PH terdakwa menyaksikan rekaman video yang disalin ke laptop. Karena suara tidak jelas dan saksi tidak bisa menjelaskan skrip rekaman video, sehingga jaksa meminta hakim menskorsing selama 15 menit.

Saat sidang dilanjutkan, PH meminta agar saksi menjelaskan pengertian silaturahmi dengan kampanye. Juga menanyakan mengapa tidak melakukan pencegahan secara tertulis ketika menerima surat undangan kegiatan silaturahmi.

Saksi menyampaikan tidak melakukan teguran tertulis karena dalam surat itu silaturahmi, bukan kegiatan kampanye.  Sedangkan pengertian antara silaturahmi tidak dapat dijelaskan dan JPU menyela jika itu hanya bisa diterangkan oleh ahli.

PH terdakwa juga mempertanyakan video tersebut, apakah benar suara itu adalah terdakwa Darussalam. Karena dalam dunia IT, dapat dilakukan manipulasi, sementara saksi bukan ahli tersebut. Pantauan Radar Tambora (Lombok Post Group), sidang tersebut berlangsung hingga Jum’at malam. buy viagra, buy lioresal online (yet/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka