Ketik disini

Giri Menang Headline

Lima Bulan, Honor Guru Tidak Tetap di Lombok Barat Tertahan

Bagikan

GIRI MENANG-Sudah lima bulan lamanya gaji atau honor Guru Tidak Tetap (GTT) belum dibayarkan Pemda Lobar. Padahal, kas daerah yang ada, sangat mencukupi untuk pembayaran tambahan penghasilan bagi guru honorer tersebut.

Wakil Ketua III DPRD Lobar H Sulhan Muchlis Ibrahim menuturkan, jumlah guru honorer yang diangkat menjadi GTT tahun 2017 lalu sebanyak 1.100 orang dengan besaran honor masing-masing Rp 400 ribu per bulan.

Menurut dia, pembayaran tambahan penghasilan itu sangatlah penting, mengingat sebentar lagi akan memasuki bulan puasa. Yang berarti kebutuhan para guru honorer itu cukup banyak.

paxil online, order clomid

“Karenanya kita minta eksekutif untuk segera mencairkan tambahan penghasilan itu. Terlebih sudah dekat puasa, sementara kebutuhan tenaga guru honorer itu cukup banyak,” jelasnya, kemarin (4/5).

Ia pun menganalogikan, jika saja para guru honorer itu meminjam uang untuk menutupi gaji yang belum terbayarkan selama lima bulan, maka beban yang dirasakan para GTT itu akan cukup besar.

“Kami tidak tahu kendalanya apa, akan tetapi kalau bicara tentang saldo kas daerah, saya pikir saldo kas daerah menurut informasi dari Badan Pengelola Aset dan Keuangan Daerah itu masih besar, artinya bisa menutupi,” tambah Sulhan.

Tak hanya honor para GTT, ada juga beberapa kegiatan rutin yang tidak bisa dilaksanakan akibat keterlambatan pembayaran. Sebab ia khawatir, akan terjadi penumpukan jumlah beban yang harus dibayarkan. Mengingat sistem yang dipakai ada batasan-batasan pengeluaran bagi SKPD dalam setiap bulannya.

“Jangan sampai menumpuk untuk membayar satu item kegiatan, sementara di bulan itu ada kegiatan yang lainnya tidak bisa terbayarkan,” imbuh politisi PKB ini.

Sehingga dia menyarankan, agar eksekutif segera menyampaikan ke penerima manfaat terkait hal itu. Jangan sampai membiarkan pegawai bertanya-tanya.

“Jangan-jangan bermuatan politis. Bahkan bisa saja dimanfaatkan dan dipolitisasi,” dugaannya.

“Harusnya pemda tidak boleh membiarkan hal ini terjadi dan membuat pegawai bingung,” tegas Sulhan.

Jika dihitung, lanjut Sulhan, tambahan penghasilan bagi guru honor sebanyak 1.100 orang itu hampir menembus angka Rp 4 miliar.

“Itu yang harus diselesaikan. Jangan sampai dibiarkan berlarut-larut,” sarannya.

Sejauh ini, kata dia, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak eksekutif. Baik itu terkait saldo kas daerah dan sebagainya.

“Sampai kita rapat koordinasi yang dihadiri langsung Pjs Bupati Lobar beberapa waktu lalu ditemani BPKAD Lobar, dan memang banyak kegiatan yang terhutang,” tutup Sulhan. (ewi/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka