Ketik disini

Giri Menang

Rahasia Panjang Umur Warga Dusun Kedondong Lombok Barat

Bagikan

Hidup menyatu dengan alam membuat sebagian besar warga dusun Kedondong diberkahi usia panjang. Salah satu di antaranya adalah Daisah. Usianya mencapai 100 tahun. Namun ia masih sanggup berkebun dan menjual sendiri hasil kebunnya dengan berjalan kaki.

Fatih Kudus Jaelani, Giri Menang

Daisah begitu banyak menyimpan cerita. Matanya masih kuat memandang, kakinya masih tahan berjalan. Di atas berugak, ia duduk sambil memandang rumah-rumah baru yang mulai dibangun warga.

“Dari lahir saya sudah ada di sini,” kata Daisah menegaskan usia Dusun Kedondong yang lebih tua darinya.

 Ia mengenang bagaimana warga Dusun Kedondong harus menuruni bukit  untuk menjual hasil kebunnya. Setiap hari. Tidak ada jalan setapak yang dirabat beton. Dulu, jalan menuju pasar hanya setapak tanah di pinggir tebing. Begitu sampai di bawah, tak ada juga angkutan umum yang siap membawanya ke Pasar Gunungsari. Sehingga dari Pusuk Lestari, ia harus berjalan kaki.

Daisah berjalan kaki dengan beban di kepala. Bakul yang membawa hasil berkebun. Pisang, pepaya, dan buah-buah lainnya. Begitu juga dengan sayur mayur. Semua hasil kebun yang bisa ditukarkan dengan beras, akan dibawanya ke pasar.

Daisah tentu tak mengetahui pada tahun berapa ia dilahirkan ke dunia ini. Ia mengatakan memiliki sembilan anak, puluhan cucu, dan seorang buyut.

Begitulah,Daisah percaya, bahwa tempat tinggalnya secara alami telah mengajarkan banyak hal tentang kesehatan.  Mulai dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari, sampai dengan olahraga yang tak pernah disadari.

Itulah Dusun Kedondong. Serupa dengan dusun-dusun asri lainnya yang terletak jauh dari kota. Kehidupan warga begitu alami. Tapi seiring perkembangan zaman, Dusun Kedondong kini sudah berkembang. Mulai dari bangunan rumah, sampai alat transportasi yang terus bertambah.

“Sekarang dan dulu berbeda. Anak-anak sekarang sudah bisa sakit pinggang di usia muda,” kata Kepala Dusun Kedondong H Abdul Qadir.

Qadir menjelaskan, di Dusun Kedondong, tidak hanya Daisah yang berusia panjang. “Di sini, banyak sekali warga yang usianya di atas delapan puluh bahkan sampai ratusan tahun,”  tambahnya.

Daisah merupakan satu di antara sekian banyak penduduk yang berusia panjang yang hari itu ditemui Koran ini. Selain warga, Qadir meyakini kalau masjid pertama yang dibangun di Pusuk Lestari berada di dusun yang kini dipimpinnya itu. Alasannya, warga Dusun Kedondong di zaman dulu, berinisiatif secepat mungkin membangun masjid sebab letaknya yang jauh.

Dusun Kedondong sendiri terbagi menjadi tiga bagian. Kedondong Bawah, Kedondong Atas, dan Kedondong Utara. Qadir mengatakan, jika ingin mengunjungi tiga bagian tersebut, maka satu hari tak akan cukup.

“Di atas sana masih banyak lagi rumah-rumah warga,” terang Qadir.

celebrex tablets buy, Zoloft withoutprescription

Tapi tak mudah bagi tamu untuk datang mendatangi ke tiga bagian dusun ini. Jalan menanjak, dengan lebar tak lebih dari satu meter akan membuat kebanyakan orang segera akan mengurung niatnya. Jika tidak mendesak sekali, maka bisa dipastikan, tak ada tamu di Dusun Kedondong.

“Kalau perayaan hari-hari besar Islam,  di sini ramai. Semua orang datang,” kata Qadir menerangkan Dusun Kedondong yang ramai dikunjungi sekali dalam setahun.  (*/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka