Ketik disini

Praya

Pembanguna Wajib Libatkan Warga Miskin

Bagikan

PRAYA-Tahun ini, pembangunan sarana dan prasarana pertanian di Lombok Tengah, tidak boleh lagi menggunakan sistem proyek, apalagi main tunjuk. Melainkan swakelola, setiap warga wajib dilibatkan. Khususnya, kategori miskin.

        “Tolong ini diperhatikan dan dilaksanakan, jangan sampai tidak,” seru Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Loteng Lalu Iskandar, kemarin (4/5).

        Pembangunannya pun, ungkapnya disiapkan dinasnya, aspirasi dewan, pihak ketiga, provinsi dan pusat. Bentuknya, ada embung rakyat, jalan usaha tani dan jaringan irigasi pertanian. Anggarannya pun dari ratusan juta, hingga puluhan miliar.

        Jika anggaran tersebut berputar disetiap desa, menurut Iskandar maka cepat atau lambat, angka kemiskinan bisa ditekan. Agar tepat sasaran dan tepat tempat, Dispertan pun telah meminta para penyuluh melakukan pengawasan dan pembinaan. Dibantu aparatur pemerintah desa setempat, para Babinsa dan Babinkamtibmas.

        “Apalagi, program tersebut dicetuskan langsung Bapak Presiden Joko Widodo. Jadi, mau tidak mau harus dilaksanakan,” kata mantan Kepala BKP3 Loteng tersebut.

        Jika berani melanggar, ancam Iskandar maka akan berhadapan dengan aparat hukum. Terlebih, Dispertan akan menggandeng tim pengawal dan pengaman pembangunan pemerintah daerah (TP4D), dalam hal ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya.

paxil without prescription, cheap clomid

“Begitu pula, pembangunan dari dana desa maupun alokasi dana desa,” tambah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Loteng Jalaludin, terpisah.

        Sekarang, tekannya warga miskin wajib dilibatkan, baik sebagai tenaga kasar hingga tenaga ahli. Kalau mereka tidak memiliki keahlian membangun misalnya, maka paling tidak mereka mengangkat batu dan bata. “Intinya, pembangunan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat,” tegas Jalaludin.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka