Ketik disini

Headline Selong

Puri Rinjani Tak Dikomersilkan

Bagikan

SELONG-Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) saat ini memiliki sejumlah penginapan di wilayah Sembalun. Mulai dari Puri Rinjani hingga Cemara Siu. Sayangnya, keberadaan aset ini belum bisa dioptimalkan lantaran tidak terkelola dengan baik. Meski tidak dikomersilkan oleh Pemkab Lotim, dua aset ini justru diduga disewakan oleh oknum tertentu.

“Padahal pemerintah ngakunya aset ini kan tidak disewakan. Tapi kenyataannya justru disewakan untuk umum. Makanya ini yang kami pertanyakan,” beber LM (inisial, Red), salah seorang warga Sembalun kepada Lombok Post.

Ia mengaku tidak mempersoalkan apakah aset ini disewakan. Asalkan jelas, apakah uang hasil sewa masuk ke kas daerah. Jangan sampai, pemerintah berdalih tidak menyewakan namun kenyataan di lapangan berbeda. Aset tersebut dikomersilkan kemudian masuk ke kantong oknum pribadi. “Kami hanya tidak ingin seperti itu terus terjadi. Karena baik di Puri Rinjani ataupun Cemara Siu kondisi yang kami lihat seperti itu,” bebernya.

doxycycline over the counter, Zoloft withoutprescription

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Lotim M Juhad dikonformasi mengenai hal ini memberikan penjelasan. Ia membantah aset Pemkab Lotim dikomersilkan. Untuk itu, ia mengaku akan menindaklanjuti informasi dari warga ini dengan mengkonfirmasi penjaga aset tersebut.

“Karena kami tidak pernah menyewakan. Mungkin diberikan jasa kebersihan penunggunya di sana,” akunya.

Karena, jika memang aset tersebut dikomersilkan, ia mengaku pihaknya akan menindak tegas hal ini. Karena sesuai arahan kepala daerah, aset pemerintah tersebut saat ini tidak dikomersilkan melainkan hanya digunakan untuk tempat peristirahatan para pejabat. “Makanya Sekarang ini juga sedang ditata kembali, tembok, gapura dan musalanya. Nanti juga rencananya akan dibuatkan kamar seperti bungalow,” beber Juhad.

Terkait usulan agar Puri Rinjani dan Cemara Siu disewakan agar bisa menyumbang PAD, Juhad mengaku semua tergantung pada keputusan bupati. Meskipun saran tersebut dinilai cukup bagus dari dewan, tetapi kebijakan apakah akan disewakan untuk umum atau tidak tergantung keputusan kepala daerah.

 “Nanti kita lihat saja, kami perbaiki fasilitasnya dulu karena itu merupakan cagar budaya dan harus dirawat. Ini menjadi inventaris pariwisata,” terangnya.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Lotim Lalu Hasan Rahman tetap menyarankan agar Cemara Siu ataupun Puri Rinjani disewakan agar menyumbang PAD. Terlebih, saat ini Rinjani telah ditetapkan sebagai Geopark dunia. Sehingga ini tentu akan berdampak terhadap makin meningkatnya kunjungan ke Sembalun yang merupakan jalur pendakian Rinjani.

“Saya pikir Pemkab harus bisa menangkap peluang ini. Karena saya pernah komunikasi dengan salah satu pelaku wisata, mereka bahkan siap sampai Rp 250 juta per tahun untuk mengelola aset ini,” beber Hasan Rahman. Dalam artian, jika dikelola secara profesional, baik Puri Rinjani dan Cemara Siu diyakini bisa menyumbang PAD ratusan juta bahkan miliaran per tahun.

Apalagi, jika fasilitas dan sarana prasarananya diperbaiki, maka aset ini bisa dimanfaatkan untuk bisa jadi PAD yang nantinya akan kembali untuk mensejahterakan rakyat. “Kalau saya lebih baik dipihak ketigakan atau dikelola profesional. Agar tidak disalahgunakan lebih baik dimaksimalkan untuk menghasilkan PAD,” tegas politisi Golkar tersebut.

Apalagi, ia dulu menuturkan bahwa aset ini sempat disewakan pada periode kepemimpinan bupati HM Sukiman Azmy. Dan itu dikatakannya mampu menyumbang PAD ratusan juta. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:
 wholesale jerseys