Ketik disini

Giri Menang

Sikapi Serius Stunting di Lobar !

Bagikan

GIRI MENANG-Angka stunting di Lobar cukup tinggi. Dari 65 ribu balita di Lobar, sebanyak 32 persen mengalami stunting. Dan angka ini sebuah masalah yang harus disikapi serius.

“Kalau dibiarkan akan terjadi lost generation di Lobar,” kata Kepala Dinas Kesehatan Lobar Rachman Sahnan Putra, kemarin (4/5).

Seperti diketahui, stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan asupan gizi yang kurang dalam waktu lama. Mulai dari dalam kandungan, dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun. Akibat lebih lanjut, otak anak kurang berkembang.

Begitu pula fisiknya akan kerdil, prestasi sekolahnya buruk. Sehingga ujung-ujungnya saat dewasa akan kesulitan mendapatkan pekerjaan. Untuk itu, pihaknya berupaya melakukan berbagai terobosan agar angka stunting ini bisa diturunkan.

Dikes sendiri membahas khusus masalah stunting ini dalam Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) di Senggigi 3 hingga 4 Mei lalu. Rakerkesda ini diadakan, guna membahas rencana aksi yang akan dilakukan untuk melakukan percepatan penurunan stunting, TB, dan pencapaian imunisasi.

“Sebenarnya dari pusat hanya 10 desa yang menjadi sasaran kegiatan ini. Tapi kami di Lobar akan mengintervensi dan garap semua desa ,” ujar Rahman.

Ia menjelaskan, menangani stunting, dilakukan dengan intervensi spesifik dan sensitif. Intervensi spesifik dilakukan dengan cara mengintervensi pada seribu hari pertama kehidupan.

Misalnya dengan memberikan penyuluhan tentang makanan bergizi selama kehamilan, pentingnya ASI, dan makanan tambahan untuk balita. “Pengaruh intervensi spesifik ini adalah 30 persen dari penurunan angka stunting,” katanya.

Sementara intervensi sensitif, dilakukan dengan cara menggerakkan peran dari lintas sektoral. Misalnya, untuk sarana air bersih dan sanitasi, maka itu menjadi tugas dari Dinas PU-PR. Mengenai ketersediaan pangan, menjadi tugas Dinas Ketahanan Pangan. Sedangkan menjamin perilaku hidup sehat dan bersih menjadi tugas Dinas Kesehatan.

“Ternyata pengaruh intervensi sensitif ini sangat kuat, yaitu 70 persen. Itu sebabnya kita perlu bersinergi dengan lintas sektoral menangani stunting ini,” terangnya.

Asisten III Setda Lobar H Fathurrahim mengharapkan, agar masalah stunting ini ditangani serius. Ia berharap agar semua pihak punya kepedulian tinggi terhadap masalah ini.

“Tugas kita adalah memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat. Begitu pula masyarakat hendaknya punya kepedulian,” katanya.

Menurutnya, secara nasional pada tahun 2019 angka stunting tertinggi adalah 28 persen. Sementara di Lobar, angka stuntingnya saat ini masih 32 persen. Ini artinya, Lobar punya “hutang” untuk menurunkan stunting sebesar empat persen dalam kurun waktu kurang dua tahun. Sehingga perlu dilakukan terobosan-terobosan, dan aksi percepatan penurunan angka stunting.

Meski demikian, progress penurunan angka stunting di Lobar dinilai sangat baik oleh pemerintah pusat. Terbukti, pada tahun 2017 lalu pemerintah pusat menetapkan empat daerah termasuk Lobar untuk dijadikan percontohan penurunan angka stunting.

buy periactin online cheap, buy clomid

Penunjukkan ini karena pusat menganggap komitmen dari kepala daerah dinilai sangat baik dalam menghadapi stunting. Tahun 2016 lalu, Lobar telah mampu menurunkan angka stunting sebanyak 16 poin, yakni dari 49 persen menjadi 32 persen. (ewi/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys