Ketik disini

Headline Kriminal

Polisi Sebut Pembacok Jamaah Masjid di Bima Gangguan Jiwa

Bagikan

MATARAM-Kasus penganiayaan jamaah masjid Raodatul Abrar, di Desa Kalampa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, akan dihentikan polisi. Alasan penghentian, karena pelakunya, Yahya, diyakini mengalami gangguan kejiwaan.

Kapolres Bima AKBP Bagus Satriyo Wibowo mengatakan, penyidik telah membawa pelaku ke Rumah Sakit Mutiara Sukma di Mataram.

”Kita bawa ke Mataram untuk diperiksa,” kata Bagus, kemarin (8/5).

Untuk hasil pemeriksaan, kata dia, telah diperoleh penyidik. Dari observasi yang dilakukan, kondisi kejiwaan Yahya menunjukkan adanya gangguan. Dia mengalami gangguan kejiawaan berat berupa gangguan psikotik.

Psikotik merupakan gangguan jiwa yang ditandai dengan ketidakmampuan untuk menilai kenyataan. Penderitanya kerap mengalami halusinasi hingga berperilaku  aneh.

Kondisi itu pula yang diduga melatar belakangi Yahya melakukan penganiayaan terhadap enam jamaah masjid, 14 April lalu. Peristiwa itu terjadi saat korban tengah menjalani salat Magrib di Masjid Raodatul Abrar, Desa Kalampa.

Pelaku membacok enam orang hingga mengalami luka robek di bagian kepala dan jari tangan. Enam orang korban sempat menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Bima. ”Kondisi korban saat ini sudah sembuh semuanya,” terang Kapolres.

Mengenai kelanjutan perkaranya, Bagus mengatakan, pihaknya akan melakukan gelar perkara. Gelar ini sebagai tindak lanjut hasil pemeriksaan kejiwaan Yahya. Dalam kasus ini, Yahya dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

”Kita gelar dulu, untuk penghentian penyidikan. Nanti ada SP3, orang yang mengalami gangguan jiwa tidak bisa di pidana,” ujarnya.

Lebih lanjut, penyidik juga akan menemui keluarga pelaku. Membicarakan upaya penyembuhan Yahya dari kondisi psikotik. ”Nanti diupayakan untuk rawat inap, agar pelaku bisa sembuh,” pungkas dia.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags: