Ketik disini

Headline Politika

Bawaslu Dalami Indikasi Kampanye Terselubung

Bagikan

MATARAM – Calon wakil gubernur nomor dua H Mori Hanafi tampil dalam sebuah tayangan TVRI, Kamis malam (10/5). Kala itu, ia menjabarkan aneka program serta ide dan gagasan untuk membangun NTB.

“Pemerataan pembangunan antara Lombok dan Sumbawa itu yang penting,” ucap Mori di dalam acara yang tayang pukul 20:00 Wita tersebut.

Di dalam acara tersebut, diputarkan juga video-video kondisi sebuah lembaga pendidikan. Dan di sesi lainnya, ada tanya jawab dari panelis kepada Mori Hanafi. Tak berselang lama, acara ini kemudian ramai diperbincangkan lantaran hanya menampilkan satu kandidat.

Terkait apa yang dilakukan tersebut, Bawaslu NTB mengatakan langsung melakukan pendalaman. Ketua Bawaslu NTB  M Khuwailid mempertanyakan landasan diadakannya acara penyampaian visi dan misi itu.

“Apakah sudah boleh dilaksanakan,” katanya melempar pertanyaan.

“Apakah sudah diatur,” katanya menyambung pertanyaan.

Dia menegaskan pihaknya langsung mengaktifkan radar pengawasan begitu mengetahui hal itu. Bahkan Bawaslu NTB selaku pengawas juga berencana berkoordinasi dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTB. Tujuannya jelas, menanyakan serangkaian aturan terkait batasan yang ada.

“Kita akan koordinasi,” ucapnya.

Dikatakannya secara aturan bisa saja tak melanggar. Namun pihaknya juga akan melihat durasi, materi, dan aneka variabel lainnya.

Ketua KPU NTB L Aksar Ansori menambahkan, yang tidak dibolehkan aturan adalah iklan kampanye yang dibiayai pasangan calon. Itu karena dalam aturan iklan kampanye dibiayai oleh KPU. Waktunya selama 14 hari, terhitung 10-23 Juni.

Dia menambahkan, apa yang dilakukan TVRI merupakan salah satu bentuk siaran monolog dan dialog. Ruang itu diberikan pada semua pasangan calon secara berimbang.

“Sudah dikoordinasikan dengan KPU dan komisi penyiaran juga,” ucapnya.

Perihal hanya ada satu pihak saja yang hadir, info yang diperolehnya, TVRI sudah mengundang semua pihak bergantian. Namun hingga kini baru paket nomor duaTGH Ahyar Abduh dan H Mori Hanafi yang hadir memenuhi undangan.

“Debat publik kan juga bukan iklan kampanye, tapi salah satu bentuk kampanye melalui media elektonik baik dengan cara live, siaran ulang atau siaran tunda,” katanya memberi perbandingan. (yuk/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka