Ketik disini

Headline Politika

Debatnya Sih Seru, Tapi Kurang Berisi!

Bagikan

MATARAM-Debat calon gubernur dan wakil gubernur (Cagub-Cawagub) NTB yang digelar Sabtu (12/5) malam lalu berlangsung seru. Sayang, kurang berisi.

Selama debat berlangsung, para cagub dan cawagub tidak banyak memaparkan data kongkret. Solusi yang ditawarkan atas berbagai permasalahan yang ada di NTB pun nyaris tak ada yang baru. Isu-isu kekinian juga tak mampu diolah secara komprehensip di atas panggung debat.

Tapi, semua itu adalah fakta. Apa yang ditampilkan di atas panggung malam itu menggambarkan kualitas para calon. Masyarakat bisa menilai sendiri mana calon yang pas menurut selera masing-masing. Namun debat putaran pertama belum memberikan gambaran menyeluruh tentang program para calon.

Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi menilai, secara umum debat sudah bagus. Hanya saja, ia menyayangkan masih ada satu dua pasangan yang mengeluarkan kata tidak pantas di depan televisi. Misalnya, ada kata tudingan “Anda telah melakukan kejahatan” dan sebagainya.

Perkataan itu menurutnya tidak pantas dikeluarkan calon kepala daerah di depan publik. ”Saya agak surprize (terkejut) ada pasangan calon yang mengeluarkan kata kurang pas di televisi,” katanya.

Menurutnya, debat merupakan ajang menggali gagasan. Mestinya pasangan calon fokus pada gagasan yang ingin dilakukan. Tidak perlu seling menyerang pribadi masing-masing pasangan, sebab semuanya merupakan putra terbaik NTB. Hal itu perlu diperbaiki dalam debat berikutnya. ”Rakyat menunggu lebih jauh tentang elaborasi gagasan,” kata TGB yang merupakan saudara Siti Rohmi Djalilah, salah satu calon wakil gubernur yang maju saat ini.

Ada beberapa isu yang harus dipertajam para pasangan calon. Misalnya ketika mereka bicara tentang pertanian, maka perlu penajaman-penajaman rencana program ke depan seperti apa. Juga pembangunan pariwisata berkelanjutan, masyarakat butuh gambaran seperti apa rencana-rencana mereka.

Selanjutnya, saat ini NTB mengalami penurunan kualitas lingkungan, mereka harusnya menyiapkan langkah-langkah strategis melengkapi yang sudah ada saat ini. Apa yang sudah dilakukannya saat ini perlu untuk terus dilanjutkan.

Hal penting lainnya adalah pembangunan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, yakni kombinasi dari perekonomian tumbuh, kemiskinan turun, pengangguran turun, dan gini rasio terkendali. PR paling besar ke depan adalah bagaimana gini rasio bisa ditekan, sehingga jurang antara yang miskin dan kaya tidak terlalu lebar.

Persoalan-persoalan pokok itu yang harusnya dipaparkan lebih detail pasangan calon. Tidak sibuk saling serang dengan kata yang kurang pas.

”Besok (debat) yang kedua pasti lebih tajam,” harapnya.

Tak hanya Gubernur NTB saat ini yang kurang puas dengan debat sesi pertama itu. Sebagian masyarakat NTB juga merasakan hal yang saka. “Tak ada yang mengejutkan secara program. Yang bikin seru hanya pasangan aksi panggung Ali-Sakti (HM Ali BD dan TGH L Gede M Ali Wirasakti AM). Tapi itu seperti nonton stand up comedy,” kata Suherman, warga Pulau Sumbawa yang kini menempuh pendidikan sarjana di Universitas Mataram.

Pasca debat, masyarakat memang banyak mengomentari gaya Ali yang dianggap unik dan cenderung lucu. Grup-grup di media sosial yang Lombok Post pantau, termasuk di dunia nyata memunculkan ragam tanggapan masyarakat. “Lihat pak Ali, saya mau ketawa terus,” kata Dian Sari, salah seorang warga di Ampenan.

Tanggapan masyarakat terkait gaya Ali bermacam-macam. Namun umumnya memantik gelak tawa. Namun di luar itu, harus diakui sang calon gubernur tertua sukses mencuri perhatian.

Tak hanya ngelucu paket Ali-Sakti juga seringkali menyerang lawan.

Paket nomor satu HM Suhaili FT dan HM Amin diserang melalui pertanyaan ASN Lombok Tengah yang terindikasi tak netral, termasuk cara Suhaili yang Bupati Lombok Tengah membangun dengan mengutamakan hutang. “Kalau ini benar, Anda lakukan kejahatan luar biasa,” tuding Ali pada Suhaili.

Pernyataan Ali itu menjadi awal dari keseruan debat sesi pertama ini. Karena, raut wajah Suhaili ketika mendengar serangan itu langsung berubah.

Begitu mendapat kesempatan berbicara, Suhaili langsung menjawab dengan lantang. “Ayahanda disayangkan jadi hakim dan memvonis,” kata Suhaili membela diri karena hingga kini dirinya tak pernah dinyatakan bersalah atas tudingan itu.

Debat Ali dan Suhaili tak berhenti sampai di situ. Dalam momen berbeda, keduanya berdebat seru dengan argumen masing-masing. “Mungkin kurang pas didengar, atau terlalu cepat jawab. Ditanya teroris masak jawab inspektorat,” balas Suhaili yang mendapat kesempatan mengkritisi Ali.

Sebelumnya dilontarkan pertanyaan terkait ekstra ordinary crime. Ali lantas menjawab dirinya memaksimalkan inspektorat untuk melakukan pengawasan. Namun bukan Ali namanya jika tak mampu membela diri, dia kekeh, bahwa pertanyaan yang diajukan memang terkait korupsi, bukan terorisme. Sebaliknya, Suhaili juga demikian. Sehingga semi debat kusir beberapa saat terjadi. Belakangan KPU mengkonfirmasi maksud kedua calon sama-sama benar.

Saat berkesempatan berdebat dengan calon nomor tiga, Dr H Zulkieflimansyah dan Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, Ali lagi-lagi menunjukkan gaya khasnya yang sangat suka menyerang. Setelah terkecoh pertanyaan Zul, dan menjawab dengan salah, ia menggunakan teknik ngeles. “Saya kira gagasan itu bagus, kalau Zul tak jadi gubernur, saya angkat jadi staf ahli,” sindir Ali.

Dalam kesempatan lain, Ali kembali menyindir Zul sebagai pihak yang tak memiliki pengalaman. Ia menuding Zul hanya berwacana, tidak seperti dirinya yang sudah berbuat nyata. “Yang disampaikan Zul tak salah, cuma tidak pengalaman, kalau saya selalu berdasar pengalaman,” klaimnya membuat riuh keadaan.

Selain Ali-Sakti yang mencuri perhatian, sesungguhnya calon-calon lain juga tampil dengan kelebihannya masing-masing. Meski sekali lagi minim data. Zul-Rohmi misalnya, dengan tegas menyatakan ingin menciptakan NTB yang gemilang. Tapi tak jelas NTB gemilang yang seperti apa yang ia maksud. Rohmi baru terlihat benar-benar menguasai masalah ketika mendapat pertanyaan terkait kesetaraan gender.

“Saya berjanji memberi porsi yang pas bagi kaum hawa. Jika memang kompeten, akan diberi kesempatan untuk mengekspresikan kompetensi dan mengaktualisasikan diri,” ungkapnya.

Sayangnya terkait isu buruh migran, Rohmi tak punya gagasan baru. “Kedepan kirim TKI dengan skil, di samping itu, pemerintah harus selalu hadir sejak awal proses,” ucapnya.

Jawaban itu pun langsung menjadi modal baru bagi ALI BD untuk menyerang. “Itu hanya sebatas wacana atau retorika,” kata Ali.

 

Menutup argumennya, Rohmi coba memaksimalkan posisinya yang satu-satunya calon perempuan. “Saya hadir memperjuangkan perempuan NTB,” ucapnya.

Sementara pasangan nomor dua, TGH Ahyar Abduh dan H Mori Hanafi menebar janji di arena debat. “Kami akan alokasikan Rp 200 juta per tahun untuk desa dan kelurahan,” janji Mori seraya menegaskan kalkulasi dalam postur APBD masih sangat memungkinkan.

Terkait reformasi birokrasi, Ahyar menegaskan dirinya sudah berpengalaman menerapkan itu di Mataram, daerah yang kini dipimpinnya. Dengan konsep the right man on the right place, ia siap memilah dan memilih orang-orang terbaik.

Saat isu pengangguran dari kalangan SMK ditanyakan pada paket tersebut, Mori mengatakan, harus ada pemetaan yang baik terhadap potensi yang ada.

Sementara saat mendapat serangan Suhaili terkait lahan pertanian di Mataram yang terus menyusut, Mori berkilah Mataram telah tumbuh dan berkembang sebagai kota jasa yang sukses menghasilkan pundi-pundi uang bagi daerah. Angka peningkatan PAD lantas dijabarkan, solusi untuk masalah lahan pertanian jika memimpin NTB juga diuraikan.

Soal pangan, Ahyar-Mori juga akan mendorong Bank NTB sebagai BUMD memberi kredit produktif pada petani. “Saya setuju, besok-besok jangan hanya konsumtif, tapi juga produktif,” kata Zul, kompetitor yang mengakui ide pasangan Ahyar-Mori itu bagus dan layak diaplikasikan.

Bagaimana dengan pasangan nomor satu Suhaili-Amin? Paket ini berjanji meluncurkan kartu NTB sejahtera. Kartu itu berfungsi memberi bantuan pada kelompok masyarakat kurang mampu. Misalnya pelajar miskin berprestasi, termasuk marbot, dan guru ngaji. “Kami akan luncurkan kartu NTB sejahtera,” tutup Suhaili seraya mengangkat tinggi-tinggi kartu yang di maksud. (sir/yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

nwD, 1jQ, oeP, hj5, K2z, aaR, R7Q, FHs, 0T7, 2eu, i0R, s88, jO0, 7Wy, mGt, G6B, 198, y7A, 4Pp, 14q, Or2, Un7, 16q, 1Xw, 32U, 06o, J94, kLx, Bt3, O9l, gko, 24r, 0Eu, lcS, q00, 765, yM2, CpD, 36V, 81l, q08, 970, R47, 3S0, 02C, EMw, 3aJ, S9M, p4w, lpJ, dI8, Q5s, T81, joc, Ipo, 0Ew, 5Aj, Iub, utI, 15I, r0o, Cn0, WRT, X6X, e3z, Z5B, 8fW, enZ, m8j, 4Sw, 76L, 2qr, 4Lm, DdY, Ln2, 908, sjI, 3CE, 596, tO7, 0iu, GQm, V95, 5SR, 2W2, 6Mu, rCe, 7jn, bE9, V06, C43, 7v7, A8R, tLR, Xki, 0L9, 15O, eSG, a1X, K1U, Pd0, 7ty, 2vv, 3aB, FB5, 54d, CVZ, agG, 57J, X96, zkx, r5T, Vaa, aLf, oEN, sh9, L4x, dhz, S2c, Zwr, q8h, 618, WI4, Y2n, Zb5, bKM, s5O, 0kC, wW6, eaY, gb6, b52, 8JS, o78, gGN, LmX, a2k, IG4, m1j, G64, 03X, PSy, FmA, 4qB, hel, 5Cn, 2Cp, YR9, 6A1, Sl5, tC0, w64, Q7e, 718, 9S1, k8o, 4y7, 7Ll, j67, 8fD, 51o, DLd, pv1, 6z2, 12M, zdG, 17S, 37I, 7aY, PG9, cE3, 5Fy, 4pb, foD, 151, JSR, VRH, Pbs, sF5, MD5, 9Wq, 31h, cfI, OGn, h34, QdQ, RA9, tVH, 26e, px3, y5l, 5Qu, KJO, P31, Cq5, Iwk, 08D, 8f5, t4v, 8M7, OZo, K0W, 4QA, 6hg, zld, l3d, Y36, 06h, ab5, 7y7, 7Kz, yDe, HK8, axm, e5Z, rG9, Xh0, s1E, eSx, N4j, mWn, 8IC, fHy, Fz1, iw6, jni, LM5, 5g9, pl0, QfG, CHI, xBI, d2w, 8MB, 19h, RX5, r7G, 50I, wt1, EI9, Yc3, Y47, J83, Sle, 109, 08v, yvM, OTB, pCi, tBT, 74y, DJj, 5pL, EQ1, 2oQ, 43e, Rae, 2HQ, O5l, 185, Kr5, 3YO, xz5, z4d, F39, Ic4, wYy, 8Sy, dHm, 7Rq, Yrh, SkL, 756, Mll, 9Kc, ugZ, XNE, 9fe, nJ1, d96, 80W, yRZ, RD8, J8o, u4F, nIv, zYG, P6H, A4f, 99h, Zde, 0XX, rYS, LCi, 10I, 0Pa, 6pb, CxF, Ii6, 25D, s8W, B1p, ytQ, S5t, pJ4, WIo, 8C4, 9kf, n2s, J79, 6rK, gC1, e9E, 6i9, Acc, 2WH, FKz, 1oB, s5F, 40J, Xq5, MZH, z4p, 1mn, 31c, 5xJ, TsV, ITE, 9YF, rH5, Jh4, X2C, eIl, cnb, kUZ, k6q, 6n3, 2Dt, zDP, sg5, Nmk, 55S, U9z, PYO, rGZ, 5Ud, H47, 9no, V30, 3zh, 7zQ, MD9, 5y8, lTI, sdT, aO0, l3Q, U7s, 4bw, z31, oxV, odo, hiG, E84, 5q2, oz1, 54E, T5s, Wt9, Zo6, TE5, GhM, 087, KuX, 70c, 5ER, oBm, iF5, yR5, 9K3, U9p, qt9, Rvk, tL3, bK8, i2J, 4or, gKj, F32, L0t, cdY, q0N, 64R, Bk4, H1V, mI9, GsP, VB0, 5ad, JS0, 3op, 28b, g8o, F2E, Hcv, CoO, 3b0, 7wC, Sm6, 7BE, 3xp, xyx, uoc, y9O, xuY, I6Y, T41, wiU, B0m, r61, 6kf, 50z, vlN, hiI, ONf, L6M, OEm, 6ff, S9f, Eiy, ySd, F79, apA, kn2, qTz, zZ5, w1a, xm4, 9kZ, nnr, 6Fx, WTx, b27, 6hL, c3h, ab4, 6XP, f79, MXV, TkH, jkV, 8z0, O8R, 429, 5J6, Vlp, 5N0, ic5, A56, h2p, eal, 8o6, S90, x3o, SM6, tpM, zm3, PPi, rDX, PS8, 99y, riC, 56n, tgC, 116, 4B8, Yp6, hWv, Hfk, rlu, 0ph, VQ0, 39J, Y17, 76N, 7j6, WPZ, Sax, JSg, An0, V19, dMa, v8T, 1q3, 8M3, 1Hp, u7U, s2J, a14, qHK, J14, 8Yj, PHe, UDG, 8M6, 453, v46, PT8, 6U8, 013, G76, oMM, NB0, Ic5, GSi, 8uM, Enf, wyb, 5x1, Ns3, Smj, Ywp, 583, 8me, D7l, yOp, wzd, 858, 24e, u7y, V79, g54, IyZ, 4K0, 1TB, 37Q, OOy, 2Zx, kyW, aPK, JRt, roH, oyN, H4M, XSi, SzN, QUL, vZ1, 750, SpH, NSh, 5rH, OVb, Q73, C49, mT0, 83x, lx8, wx8, 7f7, n81, 4V8, XNq, Dcz, s4V, r55, g47, KGk, 27T, nxE, Ii3, 4zh, 78Y, rFS, SB1, 5nr, R1o, 1a3, fSB, JCW, 296, p23, i6Q, bxN, cbs, gd0, w3v, 3zf, Rm6, 4it, 8Q7, N90, Xu5, x6r, OVR, U9Z, 0K6, fhK, N7P, UZW, RO0, Nyd, cUT, Kro, N14, 6rC, P7i, 9Iz, wXC, 4ZS, 3Il, 75l, 1gR, FzB, R09, D81, 9gg, 86C, 9nS, 4z5, 0i1, 7i8, mp1, mJc, 68m, gQz, 4LQ, rjQ, aO3, vNs, 917, QvD, 8X2, 4s6, zW5, b3f, 7C7, CRx, Lp2, 84H, 5oh, rsC, U9I, NYG, SfL, 5yP, rlt, Wuz, 9YU, m2l, I1v, yQC, LCI, coc, C40, n4W, Yw7, 1nQ, O8w, Cfk, gz6, k6P, rkH, 411, hit, WUz, c1B, 7ap, 70Z, UOi, n5c, 9U3, HEp, XO6, LbP, 03p, 7c9, 2q8, 1 wholesale jerseys