Ketik disini

Metropolis

Jelang Ramadan, Ribuan Wisatawan Lokal Serbu Kota Mataram

Bagikan

MATARAM-Wisatawan bakal membeludak selama bulan Ramadan. Situs-situs religi jadi salah satu magnet paling kuat menyedot para penyuka wisata religi berbondong-bondong berkunjung ke Kota Mataram. Salah satunya adalah masjid Hubbul Wathan Islamic Center (IC).

Masjid yang terletak di jantung Kota Mataram ini kian kesohor. Bangunan yang menjadi ikon peradaban umat Islam di NTB dan kerap jadi pusat kegiatan religi, kajian keilmuan Islam, budaya, ekonomi, dan banyak kegiatan lainnya telah didengar kemegahannya hingga ke berbagai penjuru angin.

“Perkiraannya sekitar ratusan ribu,” kata HL Abdul Hamid, Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Mataram.

Jumlah ini gabungan dari perkiraan kunjungan wisatawan lokal (wislok), wisatawan nusantara (wisnu), dan wisatawan mancanegara (wisman). Tapi trafik yang paling tinggi diperkirakan dari kelompok wislok.

Seperti dari Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Lombok Timur. Kehadiran para Wisnu selain untuk berkegiatan agama juga melakukan aktivitas ekonomi di Kota Mataram.

“Selain jalan-jalan mereka juga kerap datang ke kota untuk berbelanja seperti membeli pakaian. Karena pilihannya di sini lebih banyak,” ulasnya.

Hamid sempat mengutarakan keresahannya dengan dampak dari aksi teror bom yang terjadi di Surabaya. Karena itu pasti akan berdampak pada wisman. Tetapi ia yakin wisnu tetap akan banyak berkunjung ke Mataram dan menikmati berbagai kegiatan religi di daerah ini.

Tapi soal bagaimana menyambut para tamu yang datang dari luar kota agar tambah semakin betah di NTB, Hamid mengatakan itu kewenangan penuh kepala dinas. “Beliau yang memutuskan apa langkah terbaik menjamu tamu-tamu selama bulan Ramadan,” tukasnya.

Geliat tingginya animo wislok sudah terlihat sejak kemarin. Beberapa wisatawan dari Lombok Timur misalnya berbondong-bondong menggunakan mini bus memasuki area IC. Para wistawan terlihat senang dengan suasana religius dan keilmuan yang dibangun di kawasan kebanggaan NTB itu.

Kehadiran para wislok juga diyakini akan menghadirkan berkah ekonomi. Terutama bagi masyarakat kota. Kunjungan wislok dengan trafik tinggi berbanding lurus dengan transaksi ekonomi meningkat selama bulan puasa.

“Tentu bagus itu karena biasanya masyarakat kita kan kreatif menyiapkan berbagai produk berbuka puasa yang bernilai ekonomis,” ujar Yance Hendra Dirra, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan UKM, mengapresiasi. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka