Ketik disini

Headline Praya

Debit Air Irigasi Induk di Loteng Mulai Menyusut

Bagikan

PRAYA-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Tengah, ikut pusing memikirkan nasib para petani yang sudah telanjur menanam padi. Penyebabnya, karena dua air irigasi induk yang selama ini mengairi persawahan mereka, mulai menyusut.

“Benar-benar pusing saya ini,” tekan Kepala Dinas PUPR Lalu Moh Amir Ali, kemarin (15/5) sembari menggeleng-gelengkan dan memegang kepalanya.

Kedua saluran irigasi induk yakni saluran irigasi Kokok Babak. Kapasitasnya sekarang hanya 1.500 liter atau 1,5 meter kubik per detik. Irigasi yang satu itu biasanya mengairi lahan pertanian di wilayah Pujut, Kopang, Praya Timur, Batukliang dan sebagian desa di Lombok Timur (Lotim).

Kemudian, irigasi Jurang Sate kini tersisa  1.400 liter atau 1,4 meter kubik per detik. Saluran ini mengairi sawah petani di wilayah Pringgarata, Praya Barat, Jonggat dan Praya Tengah. Total areal lahan yang mampu diairi dua irigasi tersebut, mencapai 52 ribu hektare. Sedangkan, wilayah lain, diambil dari Bendungan Batujai.

“Tapi, kondisinya sekarang tidak memungkinkan. Sehingga, luas areal lahan pertanian kita tekan. Mau bagaimana lagi,” keluh mantan Kabid Pengairan Dinas PUPR dan ESDM tersebut.

Sejak awal, ungkap Amir dinasnya telah menyampaikan permakluman kepala Dinas Pertanian (Dispertan) setempat, agar para petani tidak lagi menanam padi. Melainkan, palawija. Kalau pun menanam, itu hanya berlaku bagi petani yang memiliki stok air irigasi yang cukup atau melimpah.

Sebut saja, bebernya para petani di wilayah Batukliang Utara (BKU), Batukliang, Kopang, Pringgarata, sebagian Praya, sebagian Jonggat dan sebagian Praya Tengah. Selebihnya, dilarang menanam padi.  “Dari hasil koordinasi kami dengan BMKG, kita sudah masuk musim kemarau,” ujarnya.

Persoalan itu pun, diakuinya sudah diketahui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. “Kami juga menyampaikan hal yang sama kepada Dispertan,” cetus Kepala BPBD Loteng H Muhamad, terpisah.

Sayangnya, sesal Muhamad kondisi di lapangan para petani ada yang mulai menanam. “Sebenarnya, kami sudah mengingatkan petani. Tapi, mereka terlalu bersemangat,” tambah Kepala Dispertan Lalu Iskandar.

Kendati demikian, pihaknya masih mencarikan jalan keluar, bersama Dinas PUPR dan BPBD. Apakah, meminta tambahan stok air irigasi dari Lobar atau Lotim. “Ini yang sedang kita bahas,” kata Iskandar.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka